Bojonegoro I skinfosuneta.com,-REFERENSI Tetap, Saya (Ekopurnomo) mengambil dari *Lirik*, dari karya Cipta Al- Mukharam Romo Kyai Rhoma Irama.
(Secara utuh maupun cuplikan).
Sebagai FORSA, dalam keterikatan *Four-B* diantaranya adalah Berloyalitas.
MESKIPUN Secara Ekonomi sakit , tetep aja sering sering bersyukur, meskipun sebatas ucapan Alhamdulillah.
Dalam fatwa nya,”Kebaikan perlu selalu di serukan. Kemunkaran harus di hindarkan”.
🤝🤝🤝🙏🙏🙏
Bila Yang Mulia Bapak Kyai Rhoma Irama, mengatakan”FORSA…..”.
Di jawab oleh FORSA…”Keren…Kereen.. Kereen.. Semakin KEREEEEN.
Alhamdulillah di tulisan saya ‘Refleksi’ ini edisi ke 6 (23/3/2025).
Apa sih korelasinya tentang Refleksi ini ?.
Korelasinya adalah pengisi waktu senggang .
Dan maksud yang negatif tidak ada..🙏🙏🙏
Maaf yaa para pembaca yang berkenan.
Termotivasi untuk cerita klobot, tetapi bukan fiksi, ini sekedar hiburan diri, paling tidak sebagai teman di sepi nya, atau penawar getirnya hidup, di Dunia, yang mengalami kurang keberuntungan tentang harta dunia. Seperti saya..🙏😁😁🙏🙏🙏
Bersambung…(Refleksi Eko FORSA BOJONEGORO….ke- Eps:8).***(Eko P -Zulf/red).
Monggo yang ingin Pasang IKLAN.
Di media online skinfosuneta.com.
Bentuk iklan macam macam.
Apa hanya sebatas pasang Tulisan/Foto.
Apa dalam bentuk penampilan Video.
Monggo..
Berapa bea…?.
Kita komunikasi lewat sambungan Jaringan Pribadi.🤝🤝🙏🙏🙏.
FORSA itu,… memang jikalau memahami hanya setengah badan, dikirain Isinya penggemar yang suka lagu doang.
Padahal tidak demikian.
Semoga sebagai FORSA itu indah dan damai meskipun kondisi ekonomi pas-pasan bahkan kemungkinan ada yang mungkin “Gali lobang tutup lobang”..😁😁😁
Sebab…Sakit pun, kita sabar.
Justru karena sakit, itu jadi Pelajaran yang termahal. Meskipun harga obat dan biaya nya mahal.
Karena dengan sakit, Petunjuk dari Beliau begini:
Bila ada yang sakit, diarahkan untuk ber-dzikir.”Dzikir kan lah nama-NYA (Allah, SWT), sabar tawakal lah dengan memohon kepada-NYA (Allah SWT).
Semoga musibah membawa hikmah… menghapuskan dosa.
Sebagai Mahabbah dari ber-dzikir dengan Istighfar (mohon Ampunan).
” Ku tadahkan kedua.. tanganku ke langit.. tinggi
Mohon ampun pada-NYA
Tuhan (Allah SWT) Maha Pengasih dan Penyayang.
—–permohonan tanpa mbawa stop map plus amplop coklat berisi kertas berwarna merah dan ada yang mungkin warnanya biru 1, hijau 1, ungu 1, coklat 1. Karena saat sampai SPBU Bensine habis di belikan Pertalit 1 liter.😁😁😁
Yakni mohon Ampunan pada-NYA, atas dosa yang sengaja maupun yang tidak di sengaja.
“Aku menangis meratap pada-MU ..ooh Tuhan
Hooo..oo..oo..oo
“Sungguh aku menyesal, segala dosaku
“Terima lah pintaku dan ampunilah semua
“Dan merasa gelisah karena diri berlumuran dosa “. Jreng…jreng😁😁🙏🙏.
Dari saran, petunjuk, Fatwa dari Beliau Bapak Kyai Rhoma Irama, yakni Apapun derita apapun sengsara.. agar selalu untuk tersenyum. Boleh menangis itu saat mohon ampunan kepada Allah SWT.
“Kalau mendapatkan suatu musibah, itu ambil hikmahnya. Introspeksi diri/mawas diri. Dan dengan mudah nya menyalahkan orang lain (umpomo ra mbok jak budal, athukman ra ngene 😁😁😁.
Wes apik apik nok omah, akhirnya ngene iki wes raentuk opo opo..ban tipis, sangu kalong/berkurang. Dapat nya capek 😂😂😂
Untuk itu, kita belajar menjadi manusia yang punya *Jati diri* yang hakiki. Jangan karena tidak di akses, tidak di rekom, terus marah marah. “Geneyo aku ra katut..?. Padahal aku ngrewangi ra kaprah, malah saiki sing di rekrut uwong anyar. Siapa itu..coba bayangkan 😁😁😁😁
Seperti yang begitu begitu, jika terlupakan yaa terima lah. Dan tetep kita berprasangka baik. Dengan demikian akan membuat hati kita Damai, hidup tidak terusik karena perasaan sendiri yang tidak menentu.
Jika ada yang mengecewakan, maka di arahkan untuk mengucapkan: “INNALILAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN”.
Di syair pada judul yang lain..”Putus asa adalah suatu dosa, bunuh diri itu, perbuatan keji.
Mulai sekarang tinggalkan cerita masa lalu, mulailah hidup dengan cerita baru”.
Lha… untuk menghindari yang membuat kecewa dan karena penyesalan itu adalah unsur cerita lagu lama alias lidah jawa mengatakan “Halah wes tau Leek, aku ra gumun”😁😁😁😁😁.
Saran dari Beliau, dari kita cuplik dari judul yang lain:
“Karena takut di katakan ketinggalan zaman..
Ee ikut ikutan.
(Hindarilah sebagai orang 😁😁😁 kog hanya ikut ikut/anut grubyuk seperti air di atas daun lumbu/talas, tanpa rekat tapi ikut ombang ambingan. Boleh lah mengikuti arus tapi jangan terbawa arus karena tanpa bawa pegangan, bisa mampus kau di buatnya 😂😂😂).
Orang hidup harus punya prinsip, punya pribadi, agar jangan sampai salah jalan salah memilih teman.. dalam liku liku kehidupan ini.
Dan jangan sampai jadi korban, dalam kancah pergaulan dalam kehidupan dunia ini.
“Selectif, waspada adalah wajib.
Tetapi men-justice.. jangan.
Jaman modern.. memang telah banyak manusia, terlena hidup nya.. yang terkadang tak membuat Sadar diri.
Bahkan sampai lupa diri… Tinggi hati.
Bahkan ada yang sampai…’Lebih dan melebihi.. tingginya
Hingga ibaratnya mencapai langit julanganya.
Terhias angkuh Sombong pada sesama.
Yang demikian itu, oleh Beliau di sebutkan “Tak pantes kau sandang sebagai seorang insan.. yang *tiada daya tanpa kehendak Tuhan+Allah SWT).=Laa Haula wa laa quwata illa Billah*🙏🙏🙏
Sebab kita harus mengambil pelajaran dalam hidup ini, bahwa: Suatu saat pasti akan datang
Saat saat paling menakutkan
Sang Malaikat pencabut nyawa
Akan merenggut ruh mu dari badan
Tak seorang pun yang akan dapat
Menolong mu dari kematian
Juga harta mu pun tak akan mampu
Tuk menebus mu dari kematian.
Biyuuuh…Sang Malaikat yang bagian ini, sekali dapat perintah “Cabut nyawa nya itu..!”.
Langsung Sat-set.
Lalu tak seberapa lama, ‘TOA’ di atas Masjid atau Mushalla, bersuara “Innalilahi wa Inna ilaihi Raji’un”…Kabar duka..,😁😁🤝🤝🤝
Dan Kematian ada beberapa cara. Disitulah, karena kematian itu, teori nya juga 5 W + 1 H, dan misteri. Geogle pun tidak bisa menjawab.
Jika klik Geogle” Di mana besok mati nya saya ?. Dengan siapa kira kira…dst.
Oleh karena itu, Sebagai FORSA di wajibkan turut serta melestarikan karya cipta dari pak kyai Rhoma Irama, yakni untuk “Sadar dan ingat lah akan kematian..
Bawa dan bawalah
..amal kebajikan.
Renungkan sekali lagi, kau berpikir tentang diri
Yang selalu terbawa nafsu serta tinggi hati
Renungkan-lah hai manusia
Tugasmu sebagai hamba
Jalankan segala titah jauhkanlah diri dari perburuan perbuatan dosa..
Dari setitik yang hina, kini selalu bergaya 😁😁😁
Gaya boleh karena bisa dan ada yang di pakai untuk bergaya 🤝🤝
Tapi kalau gaya dengan di paksakan yaa, lebih baik mensyukuri apa adanya, agar dititik akhir..
Tidak nelangsa 😁😁😁🤝🤝 piye kang ?.Siiip ?.
Hidup ini banyak godaan apalagi usum rabut di semir warna Pirang…biyuh…😁😁😁
Mengejar mengejar yang demikian itu, kalau uang pas Pasan bahkan sering kurang target pendapatan, lebih baik berpaling pandangan atau menundukan kepala.
Jangan mata jagalah jangan jelalatan
Bila melihat wanita segera palingkan
Karena wanita adalah bagian dari suatu godaan
Yang lebih parah bagi seorang lelaki
Lihat wanita itu sudah jadi hobby
Kalau lihat wanita seperti melihat mangsa
Kalau lihat seakan mau menerkam
Jangan lihat wanita
Seperti melihat mangsa pandangilah wanita oh dengan rasa kasihan😁😁😁 itu dulu.
Tapi maaf ya…
Wanita sekarang sudah ada kog jika dilihat di tuturi, malah nantang ngajak pegatan 😁😁😁.
Yang penting adalah, kita harus punya pribadi yang hakiki..
Ada acara makan makan jika tidak di undang meskipun itu di rumah teman karib tetapi tidak di undang tidak perlu datang.
Hal demikian akan banyak nilai maslahat dari mudaratnya.
Meskipun lain hari ketemu sang teman, “Waaaah Kelupaan”.
Jawab saja, “Sudah ku duga”😁😁😁.
Tapi kalau di undang tapi tidak datang, kabari dan sampaikan permintaan maaf saat acara sebelum berlangsung. Sehingga sang pengundang tidak kecewa.
Indahnya lagi begini, terbentuk pribadi, seberapa pendapatan kita syukuri dan tidak harus mengejar Target.. soal ikhtiar untuk pencapaian adalah wajib, tatkala tidak tercapai juga jangan putus asa. Karena pendapatan rejeki pasang surut, kadar nya pun berbeda.
Contoh kecil.. nilai tanda tangan Direktur dengan nilai tanda tangan office boy, beda.
Padahal sama jenis, sekampung lagi 😁😁😁
Tidak usah menanam iri atas pendapatannya rejeki orang lain.
Tapi bersyukur atas apa yang bisa kita dapatkan.
Akhirnya dengan demikian, akan tercipta hati yang damai.
Dan hindari sikap dengki kepada orang lain.
Sebab dampak dari dengki… adalah…
Apabila rasa dengki ibaratnya sudah dalam bicara
Segala cara keji bisa menjadi senjata
Dan berhembuslah badai fitnah dari segala arah
Tujuan nya memutuskan dari segala ikatan
Ikatan keluarga
Ikatan berteman
Ikatan dengan ummat
Ikatan dengan semua nya.
Oleh karena itu,…
Tapi satu hal kita jangan lupa
Kita sebagai manusia
Khan cuma bisa berencana serta berusaha
Namun…
Tuhan (Allah SWT) yang memutuskan
Segala urusan
DIA-lah yang memutuskan segala urusan
DIA yang memuliakan Atau menghinakan diri kita.***(Bersambung ke kolom Refleksi edisi ke 8)
Yang selalu Referensi dari Al-Mukharram Romo Kyai Dr.Ir. Rhoma Irama.
Terima kasih.
Salam hormat dari saya.
Eko Purnomo (Eko FORSA Bojonegoro).






