Bojonegoro I skinfosuneta.com,-REFERENSI Tetap, Saya (Ekopurnomo) mengambil dari *Lirik*, dari karya Cipta Al- Mukharam Romo Kyai Rhoma Irama.
(Secara utuh maupun cuplikan).
Sebagai FORSA, dalam keterikatan *Four-B* diantaranya adalah Berloyalitas.
MESKIPUN Secara Ekonomi sakit , tetep aja sering sering bersyukur, meskipun sebatas ucapan Alhamdulillah.
Dalam fatwa nya,”Kebaikan perlu selalu di serukan. Kemunkaran harus di hindarkan”.
🤝🤝🤝🙏🙏🙏
Bila Yang Mulia Bapak Kyai Rhoma Irama, mengatakan”FORSA…..”.
Di jawab oleh FORSA…”Keren…Kereen.. Kereen.. Semakin KEREEEEN.
Alhamdulillah di tulisan saya ‘Refleksi’ ini edisi ke 6 (23/3/2025).
Apa sih korelasinya tentang Refleksi ini ?.
Korelasinya adalah pengisi waktu senggang .
Dan maksud yang negatif tidak ada..🙏🙏🙏
Maaf yaa para pembaca yang berkenan.
Termotivasi untuk cerita klobot, tetapi bukan fiksi, ini sekedar hiburan untuk menghilangkan rasa jenuh dan dahaga …..
Mengapa di saat susah pun, selalu Enjoy saja. Sebab Beliau Sudah Menyampaikan bahwa:
Seseorang itu tidak luput dari Ujian hidup.”Selama hidup di dalam dunia tak kan sunyi dari ujian
Lenyap yang satu datang yang lain nya
Begitulah tiada putusnya
Bermacamnya bentuk ujian dari Tuhan (Allah SWT)
Yang di bebankan kepada pada insan
Semata mata untuk menguji iman
Pembeda yang taqwa dan durjana.
Meskipun demikian, ibaratnya ujian tumpang tindih silih berganti..
Di himbau untuk selalu:
Apabila kau menemui musibah
Sabar serta tawakallah
Supaya kau memperoleh kemenangan dalam ampunan Tuhan,
Penuh kebahagiaan…
Apabila kau menemui musibah
Jangan lalu putus asa
Bunuh diri itu bukan satu cara
Mengatasi masalah,, bahkan suatu dosa.
Dan sebagai Support nya, yang begini, Gue Demen (Saya Suka/ Like I-red).”Tak selamanya langit itu kelam..
Suatu saat pasti terang juga.
Hiduplah dengan sejuta harapan..
Habis gelap pasti terbit terang”.
Dan fatwa yang terkesan rada mendalam, adalah yang begini:
“Tak buta dua mata, namun tiada melihat
Tiada tuli telinga, namun tiada mendengar”.
Padahal secara Phisik kita ini sehat.
Lha ternyata maksudnya:
Yang buta mata hatinya
Yang Tuli yakni kesombongan nya.
Sehingga tiada melihat, tanda kebesaran Tuhan (Allah SWT. Dengan sebutan MAHA).
Sehingga tiada mendengar peringatan dari Tuhan (Allah SWT).
Yakni, misalnya di sana – sana terjadi Malapetaka… suatu misal demikian.
Tiap Malapetaka
Di dalam dunia
Padahal itu semua, bisa juga karena ulah kecerobohan Manusia juga..
Mengapa Banjir melanda, membawa Bencana…
Mengapa badai (Angin Topan, Angin Ribut, karena ada temannya yang bernama Angin Puting-nya Musir/Puting Beliung), melanda ?.
Siapa yang mendatangkan itu semua…?
Siapa yang menciptakan Gempa yang melanda…?.
Itulah TUHAN-Kita (Allah SWT).
Lhaaa,… semua itu di datangkan maupun di Ciptakan..
Karena bila ada yang gemar perbuatan Dzalim (Kejam/Keji), meskipun tidak terang terangan apalagi Terang-terangan.. Misalnya: Yang punya harta lebih, tidak ber-zakat. Dan tidak mau difahamkan..Bahwa sebagian harta yang di miliki/di genggam, ada hak orang lain. Baik yang meminta minta maupun yang tidak meminta – minta, apalagi tidak memberikan kepada,.. Utama nya:
Anak Yatim Piatu, anak Yatim, anak Piatu.
Maaf… justru di berikan kepada… maaf Purel karena mampu memberikan jasa Service yang bernuansa Indahnya Kehidupan’ dunia.
“Ngene iki ya termasuk sedekah, karena mereka juga ngingoni anak’e”😁😁😁😁.
Lha Kedzaliman yang lain, pemalakan alam, misalnya.Pohon sebagai resapan penyimpanan air hujan, di tebang yang tidak beraturan. Bisa jadi air hujan bisa bermain main secara brutal. Yakni banjir bandang.
Termasuk hutan alih tanaman nya.
Dengan adanya yang Demikian…di jelaskan oleh Beliau..”Bila ada kedzaliman atas suatu bangsa..maka Murka Allah SWT. Pasti datang sebagai peringatan.
Bahkan… banyak sudah (Sudah banyak) Bangsa Bangsa yang yang di hancurkan Tuhan.
Sebaiknya itu di jadikan pedoman”.
Seperti si ‘REWEL’ Yang Dzalim…maka menelan sudah berapa banyak korban nya warga Palestina, yang hanya jadi korban nya dengan sia -sia.
Astaghfirullah…🤝🤝🙏🙏🙏
Akhirnya…ada Malapetaka… Kebakaran yang Dahsyat, itu sebuah MALAPETAKA sebagai peringatan ,Agar Jangan lah berbuat Dzalim.
Karena diantara Kita, di sebutkan oleh Beliau, bahwa-‘Sesama manusia ada kewajiban, untuk saling mengisi untuk saling memberi.
Dan jangan merasa diri mu paling utama.
Sebab, Diantara sesama manusia… karena tanpa mereka (sesama manusia tadi -red), tadi, berarti kau bukan apa apa atau kau bukan siapa siapa”.
Sebab itulah… dalam ‘ Liriknya yang lain’..
“Kebanyakan penghuni dari golongan jin dan manusia….
Yang mereka tak menggunakan segala Indera yang di berikan.
Yakni :
Punya akal tapi tak berfikir
Punya hati tak merasa
Punya mata tapi tak melihat
Punya kuping tak mendengar”.
Sungguh Ter…lalu, jika kita sebagai manusia yang punya pemikiran..tapi bahasa kasarnya mereka tak mengenal TUHAN (Allah SWT), Sang Maha Pencipta…
Keterlaluan betapa Angkuh dan kesombongan, jika Demikian”🤝🤝.
FORSA…..?.
Kereeeen..
Beliau fleksibel, dalam menyampaikan materi bahwa, karena kita ini di INDONESIA,..”Merdeka”.
Bukan berarti ‘MERDEKA/BEBAS”,
Tapi BEBAS namun menjunjung nilai-nilai NORMA-NORMA yang berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat.
Bukan BEBAS lepas Tanpa adanya BATASAN.
Tapi meskipun DI LARANG MELARANG Kesenangan Orang.
Asalkan tidak mengganggu orang lain. Apalagi mengganggu ‘JANDA’😁😁😁 yang baru ditinggal mati suaminya meninggal dunia, dan merupakan orang yang benar benar di cintai. Biyuuuh…. Berbahaya.
Bisa bisa di laporkan pada pihak yang berwajib, karena dianggap mengganggu kenyamanan hidup nya.
Bahkan bisa jadi… malah seperti ‘ndudohno’ pada orang lain, … Oalah…tiba’e wes Janda.😁😁😁.
Maka kembali pada..Hal..
“Dilarang Melarang”
Komplit nya…
Dilarang Melarang kesenangan orang
Asal tak mengganggu lain orang
Dilarang Melarang kemauan orang
Asal mau nya yang tak terlarang
Kalau mau melarang
Lihat lah dulu apakah itu di larang
Perbuatan terlarang
Itu lah perbuatan yang harus kita larang.
Apa saja itu ?.
Yakni:
Berjudi, mencuri, memfitnah, berzina, berdusta, menghina, menipu, mengganggu.
Termasuk mengganggu Janda 😁😁😁.
Semoga kita tidak termasuk dalam kategori pelaku Kemunkaran.
Sebab…
Kalau kemunkaran begitu itu tetap di biarkan bahkan kita lakukan sendiri.
Maka tunggu saja, saat tibanya tanda tanda datangnya kehancuran.
Dengan berbagai bencana di turunkan..
Mari yang demikian itu, dijadikan peringatan bagi kita yang berkenan.
Bersambung…(Refleksi Eko FORSA BOJONEGORO….ke- Eps:7).***(Eko P -Zulf/red).
Monggo yang ingin Pasang IKLAN.
Di media online skinfosuneta.com.
Bentuk iklan macam macam.
Apa hanya sebatas pasang Tulisan/Foto.
Apa dalam bentuk penampilan Video.
Monggo..
Berapa bea…?.
Kita komunikasi lewat sambungan Jaringan Pribadi.🤝🤝🙏🙏🙏






