Bojonegoro | skinfosuneta.com, -(sekilas info: Wilayah hutan KPH Ngawi, Namun Administrasi Pemerintahan Lokasi kantor BKPH Kedawak/Asalnya Nama BKPH Utara berada di Desa Margomulyo kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro. Sehingga awal Head News tertulis Bojonegoro I skinfosuneta.com,-…).
BKPH Kedawak KPH Ngawi berhasil melunasi kewajiban Agro MT.1 secara keseluruhan pada minggu pertama April 2026 dari 10 LMDH binaan.
*Realisasi Tebangan Masih 9,86%*
Meski agro sudah lunas, pekerjaan tebangan baru mencapai 9,86% dari target. Per 21 April 2026, realisasi tebangan A-B-E sebesar 443,340 M³ dari target 4.656,946 M³.
Asper BKPH Kedawak, Arifin, didampingi seluruh KRPH jajaran menjelaskan penyebab keterlambatan. KRPH yang hadir antara lain: Darwito (Pucung), Slamet S (Belik Watu & Suruh), Didik (Gondang), Suwarno (Bulu), Hari S (Kaligede), Subroto (Cepukan), dan Darwanto (Biren).
*Kendala di Lapangan:*
1. *Kekurangan tenaga kerja*: ada personil BKPH Kedawak masih detasir membantu BKPH lain.
2. *Medan sulit*: Hampir semua lokasi tebangan berada di tengah hutan dan jauh dari jalan keras. Contohnya Petak 11A RPH Kaligede seluas 9 ha yang berada di pinggir sungai dan butuh lansir sekitar 500 meter.
3. *SDM terbatas*: BKPH Kedawak saat ini memiliki 8 RPH hasil penggabungan Kedawak Utara dan Selatan, dengan total 29 personil.
*Strategi Pelunasan Agro*
Menurut Ustadz Arifin (nama panggilan-red) keberhasilan pelunasan agro didorong oleh pendekatan sosial ke LMDH. Para petani dimotivasi bahwa membayar agroforestry adalah merupakan tanggung jawab sekaligus sedekah/ infaq wajib. “Setiap pendapatan ada kewajiban bersedekah. Ini salah satu bentuk wujud syukur agar diganti dengan rezeki yang banyak lagi halal dan thayyib,” jelasnya.
Ia menambahkan, LMDH menyetor langsung ke KPH dan petugas tidak menerima titipan. Kepada internal, jajaran diarahkan pimpinan untuk bekerja tulus, sungguh-sungguh, dan ikhlas agar hasil yang didapat barakallah.
*Tanggapan ADM KPH Ngawi*
ADM KPH Ngawi Bayu Nugroho, S.Hut., MM. didampingi KSS Humas Putro, SH. menegaskan bahwa kewajiban agro untuk rayon 1 KPH Ngawi hampir lunas semua. Untuk keterlambatan tebangan di BKPH Kedawak, pihaknya memahami karena tenaga masih detasir. “Deadline tebangan masih cukup waktu. Semoga saat kemarau tiba, semua bisa diselesaikan sesuai target,” ujarnya.**(Eko-Zulfikar/ red).






