Bojonegoro I skinfosuneta.com,-DARI pada Cerita yang terkadang menghabiskan Energi, tetapi Hasilnya kurang bernilai yang Sepadan.
Mari kita baca bersama untuk sekedar hiburan.
Kami (Ekopurnomo), membuat cerita ini, adalah untuk sekedar hiburan. Bukan untuk mencari hal-hal yang tidak tepat untuk bisa mendapatkan sumber ekonomi.😁😁😁.
TIKUS…
Jenis binatang yang terkenal nakal dan jorok sumber dari sebagian jenis penyakit.
Kenakalan TIKUS sudah masyhur, tetapi keberadaan tikus mungkin di gariskan untuk mengisi relung Kehidupan dunia adalah sebagai makhluk pengganggu, perusak bahkan sasaran fitnah.
Kog bisa …?
TIKUS.., Meskipun tidak merusak tanaman tetapi untuk memudahkan orang berpikir, di sebutkan kerusakan tanaman yang mengakibatkan gagal panen, karena di rusak tikus.
Padahal bisa jadi pelakunya ada yang di sebut Belakang, Ulat, Celeng, tetapi lebih mudahnya di serang hama tikus.
Demikian juga, ada oknum korupsi, logonya Sosok binatang Tikus di pakaikan dasi.
Lha karena akibat viralnya tersebut, Tikus kini merajalela menjadi pengganggu tanaman, makanan, perekonomian. Dan menjadikan beberapa ahli berusaha untuk perang melawan tikus.
Tetapi punahkah tikus ?.
Jawaban yang tepat adalah ,*TIDAK*.
Baru baru ini, yang berinovasi untuk melakukan pemutakhiran alat untuk melawan tikus, adalah yang menangani pertanian. Tetapi berhasilkah ?.
Tanyakan saja pada ‘Rumput yang berdansa’😁😁.
Banyak yang bilang, “pakai saja ini, pakai saja itu, pakai setrum listrik, pakai pengasapan belerang, pakai jepretan, lalu dengan Gropyok’an. Dan bagaimana hasilnya dari gerakan gropyokan tikus tersebut. Sepadankah dengan hasil yang di dapat ?.
Termasuk juga, Jalan pintas/setapak untuk para pencuri kayu di hutan, agar selamat dari pantauan petugas. Jalan tersebut juga di namakan ‘Jalur tikus’.
Ironis memang, keberanian tikus sekarang semakin menjadi jadi, kalau dulu… Tikus takut pada kucing. Tetapi sekarang justru sebaliknya Kucing terbirit-birit menjauh jika tahu tikus. Atau minimal Acuh tak acuh, di benak kucing, mungkin begini..”Ah.. mereka juga butuh hidup, butuh kawin juga butuh mencarikan nafkah keluarga nya”.
Munculnya ide menulis ini, teringat pada kisahnya Mbah Warno (Alm), semasa hidupnya adalah pawang penjinak tikus.
Dulu ketika masih hidup, mbah Warno sering di mintai tolong oleh para tetangga yang menanam tanaman pangan.
Adat jawa, dulu ada istilah ‘Sawah wiwitan’ istilahnya setiap akan Tanam maupun akan memanen pasti dilakukan ritual (do’a) dan sesaji di Sawah Wiwitan. Sehingga bagi yang percaya dengan hal tersebut, Sawah sebagian besar terbebas dari hama termasuk hama tikus.
Sehingga tidak ada teori Banjar Legawa, pager seng, pager plastik, strum, racun.
Dan perihal Tikus juga di hewankan. Kalau istilah jawa, jika “Uwong/Manusia” maka di uwong-ke/di manusia-kan. Di hargailah dan tidak di sepelekan.
Itulah, Tikus di anggap makhluk yang juga bagian dari isi kehidupan dunia. Bukan sekedar hanya sasaran Sarang FITNAH. Yang menjadi TIKUS, kini membabi Buta.
Dan pernah tahukah turun nya tikus ?.
Saya pernah mengalami tahu, dan kaget. Pada suatu malam, Sepulang dari Mojo kecamatan Kalitidu. Saat itu musim kemarau Sampai pertigaan Desa Ngringinrejo (jika ke timur jurusan Bendungan Gerak, jika ke Utara Menuju Kebun Blimbing, Jika ke Selatan menuju jalan Nasional), Sekitar jarak 50 meter ada seperti lampu lampion jatuh ‘Byar’, ternyata serpian tersebut adalah ratusan *Tikus*.
Memang jika tidak percaya dengan hal tersebut di kira Tahayul.
Tetapi begitulah adanya.
Dengan ada hal tersebut, akhirnya hal tersebut, kami tanyakan pada Mbah Warno, ketika beliau masih hidup (saat itu).
Betapa tidak terbelalak..Konon, Tikus itu tikus Hama. Dan bukan tidak sewajarnya tikus. Tikus jenis itu tidak bisa di tangkap. Tapi harus dengan *Do’a*.
Dan tikus hama nyerbu nya pilih pilih.
Dan jika ada Gropyokan tikus, di kejar kejar..itu lazim nya tikus yang koloninya tidak seberapa banyak.
Mereka yang terkapar itu juga akibat dari FITNAH, adanya turun tim Tikus hama mampir ke tanaman yang di tuju.
Begitu lah.. Al-kisah, sebagai pelajaran Sesama tikus jadi korban karena fitnah dari rombongan tikus.
Foto yang kami tampilkan ini , adalah foto kenangan saat bersamaan Tim yang akan menggropyok tikus. 😁😁😁😁.
Saestu, dari beberapa elemen.
Tapi hasilnya cuma berapa ekor, Saat itu.
—-Estede—-






