Bojonegoro I skinfosuneta.com,-ADM/KKPH Bojonegoro H.Slamet Juwanto-saat meninjau tanaman *kunyit* di dampingi KRPH Ridloi Sosiawan mewakili Asper BKPH Dander Slamet Winarno di PTM 6 RPH Dander, BKPH Dander KPH Bojonegoro Divre JATIM, pada hari Rabo (19/2/2025), menjelaskan bahwa Demplot ini, dalam rangka memberi contoh pada masyarakat sekitar hutan , tidak hanya polowijo/jagung.
“Tanaman ‘mpon-mpon’ seperti halnya *”Kunyit”* sehingga pendapatan bisa pendapatan naik dan optimis petani ke depan nya bisa menghasilkan dari tanaman alternatif tersebut, sehingga tidak hanya jagung. Karena saat musim panen musim kemarau, hanga ‘mpon-mpon’ juga sangat menjanjikan’, wawasan Dari orang nomor 1 di jajaran Perum Perhutani KPH Bojonegoro.
“Meskipun setahun dalam memanen nya, akan tetapi total general lebih menguntungkan seperti jenis *’mpon-mpon’*, yakni Kunyit. Yang sebentar lagi juga akan membuat demplot *” ‘Gerut’* dan *Jahe*.
“Harapan kami, untuk memberikan bukti pada investor bahwa dilahan hutan di bawah Tegak’an dapat ditanami *mpon-mpon’* . Dan dilahan hutan, khusus nya RPH Dander juga sangat berpotensi untuk di tanami tanaman ini juga, jenis Kunyit, Gerut, Jahe yakni daur pendek dan hara tanah nya mendukung. Dan KPH Bojonegoro-baru baru ini juga membuat demplot jambu *mete*,di RPH Clebung BKPH Clebung. Dan itu juga ada tarik juga, untuk di kembangkan. Untuk lahan (kunyit) dan persiapan untuk demlot Gerut petak berapa, tanya ke pak KRPH ini. Kami akan melanjutkan ke kawasan Clebung, kebetulan sore ini kerawuhan Bapak Kadivre Jatim di rumah anggota Rimbawan KPH Parengan yang rumah nya di desa Clebung. Kita (Rimbawan KPH Bojonegoro) menyambut dan menemani selama pak Wakadiv di wilayah KPH Bojonegoro. Datanya tanya ke pak Mantri Sosiawan, dan besuk koordinasikan dengan pak Sunyoto, Humas KPH Bojonegoro”, ulasan dan petunjuk dari ADM KPH Bojonegoro.
“Yang ada Tanaman kunyit di bawah Tegak’an ini, petak 8 B-1, luas 6 hektar. Sedangkan rencana untuk demlot Gerut petak 8 B,luas 1 hektar. Untuk jahe, masih belum pembahasan detail, baru kira kira jahe apa yang cocok dengan lahan di bawah Tegak’an di kawasan RPH Dander ini”, sambung KRPH, Ridhoi Sosiawan.
Selanjutnya Asper BKPH Dander Slamet Winarno, secara terpisah, menambahkan perihal terkait kondisi tanah di bawah Tegak’an di RPH Dander, sebagai berikut:” Inovasi seperti di sampaikan oleh Bapak ADM KPH Bojonegoro tadi memang sangat di perlukan. Karena dengan inovasi untuk menambah perekonomian baru bagi/untuk masyarakat maupun perusahaan (kolaborasi). Dan di RPH Dander yang jadi demplot tanaman di bawah Tegak’an lahan ada kesesuaian untuk tempat tumbuh. Karena lokasi terkait dengan pengembangan kunyit, lahan tersebut *Solum* tebal, Tegak’an rapet, maka sangat cocok bawah nya di tanami jenis *mpon-mpon*
Adanya wilayah BKPH Dander di jadikan untuk “Demlot” adalah sebuah tantangan dan kebanggaan kami, untuk mensukseskan pengembangan inovasi, karena apabila nantinya ada keberhasilannya bisa di perluas area Pengembangannya/di kembangkan di daerah lain yang di rasa sesuai terhadap pengembangan tanaman jenis tersebut. Dengan kriteria tingkat kesuburan bagus, hara/solum tebal, lokasi agak rendah yang mana kondisi tersebut terdapat endapan aliran air hujan dengan endapan tersebut menjadikan tanah subur, renyah (tidak pulen), sehingga mampu untuk mudahnya hidup dan berkembang jenis jenis tanaman tersebut “.
Waka ADM KPH Bojonegoro-Sub Tengah H. Choirul Huda, Di tempat terpisah Tentang Inovasi tanaman di bawah Tegak’an namun juga berbasis peningkatan pendapatan, yang tidak menggangu tanaman pokok kehutanan, adalah komuditi yang bisa menjadi tambahan pendapatan per tahun/setahun sekali. Karena Kunyit , gerut, bisa di panen mulai usia tanaman 8 bulan , hingga setahun.
**(Nyo/hms kph- -Eko-Zulf/red).






