Bojonegoro I skinfosuneta.com,-REFERENSI Tetap, Saya (Ekopurnomo) mengambil dari *Lirik*, dari karya Cipta Al- Mukharam Romo Kyai Rhoma Irama.
(Secara utuh maupun cuplikan).
Sebagai FORSA, dalam keterikatan *Four-B* diantaranya adalah Berloyalitas.
MESKIPUN Secara Ekonomi sakit , tetep aja sering sering bersyukur, meskipun sebatas ucapan Alhamdulillah.
Dalam fatwa nya,”Kebaikan perlu selalu di serukan. Kemunkaran harus di hindarkan”.
🤝🤝🤝🙏🙏🙏
Bila Yang Mulia Bapak Kyai Rhoma Irama, mengatakan”FORSA…..”.
Di jawab oleh FORSA…”Keren…Kereen.. Semakin KEREN”
🤝🤝🤝…
Dalam FORSA… beragam Basic, termasuk dalam perbedaan strata sosial, seperti saudara. Meskipun ketemu di FORSA, tetapi ikatan persahabatan dalam FORSA, duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Tidak ada yang merasa…. merasa kaya di antara sesama FORSA. Tatkala bertemu tegur sapa.
Karena sudah tertanam dalam lubuk sanubari di FORSA “Derajat manusia di sisi Tuhan-nya, bukan karena hartanya.
Derajat manusia di sisi Tuhan-nya, hanya karena TAQWA – nya.
Dan sudah sama sama belajar memahami, bahwa Memang sudah di atur dalam hidup ini berbeda. Ada yang miskin ada yang sedang dan juga ada yang kaya.
Agar satu sama lain, bisa saling memerlukan..
Agar roda kehidupan bisa berputar berjalan.
Sehingga…bisa juga tatkala para FORSA yang saat saat ini, kondisi ekonomi nya mapan, tetep seperti mereka yang sudah tergolong sukses. Yakni..
Insya Allah… sudah bisa mengenal diri.
Tidak mentang mentang punya,
Memandang orang tidak dengan sebelah mata.
Seandainya punya jabatan pun, tidak mentang mentang kuasa,
Menyuruh yang lain untuk tolak pinggang setinggi dada (ndhingkluk) Karena sifat demikian itu, merupakan kesombongan dan keangkuhan.
“Heeee… silahkan punya dan kuasa, tapi janganlah angkuh sombong pada sesama”,
Dan judul lain, mengandung pesan moral, begini” Dalam berbicara harus memakai akhlak
Dalam berbusana harus memakai akhlak
Dalam keluarga harus memakai akhlak
Dalam bernegara harus memakai akhlak
Kehidupan indah harus memakai akhlak
Damai dan sentausa harus memakai akhlak
Harta jabatan…ooh…oo..oo
Tak menjadi ukuran”.
Pesan berikutnya, karena kita adalah makhluk sosial dan adaptasi dengan lingkungan, keadaan, bahkan cita cita, itu pun di pesan, demikian:
Dalam pergaulan harus memakai akhlak
Dalam Perjuangan harus memakai akhlak
Dalam persaingan harus memakai akhlak
Dalam Pemerintahan harus memakai akhlak
Karena kalau tak berakhlak,…negara bisa rusak.
Disampaikan oleh Beliau, bahwa di jabarkan bahwa ” Manusia adalah sebaiknya ciptaan
Akhlak membedakan manusia dan hewan
Karena hewan tidak punya keimanan dan tidak punya pemikiran
Hidup bebas tanpa terikat oleh hukum dan oleh peraturan”.
Alhamdulillah…Puji syukur Kehadirat Allah SWT. Dan berusaha selalu Happy” Mari menyanyi dan bergembiralah namun tetap dalam keimanan dan kesopanan. Dengan demikian, mantapnya sebagai FORSA… Meskipun ibaratnya kondisi Derita di Balik Tawa, namun konsekwensinya sebagai FORSA yang saya jalani ini, adalah Adapun derita… apapun Sengsara.. selalu ku mencoba Tersenyum dan tersenyum lagi.😁😁🙏🙏🙏.
Ironis memang, tetapi bagaimana lagi, jikalau memang demikian adanya.😁😁🤝🤝🙏🙏
Bersambung…(Refleksi Eko FORSA BOJONEGORO….ke- Eps:6).***(Eko P -Zulf/red).






