Refleksi (Eko Purnomo). Latihan Berusaha Bahagia, Meskipun Di Pandang Bahkan Terdaftar Sebagai FAKIR.(5).

Img 20250323 Wa0012

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-REFERENSI Tetap, Saya (Ekopurnomo) mengambil dari *Lirik*, dari karya Cipta Al- Mukharam Romo Kyai Rhoma Irama.
(Secara utuh maupun cuplikan).

Sebagai FORSA, dalam keterikatan *Four-B* diantaranya adalah Berloyalitas.

Bacaan Lainnya

MESKIPUN Secara Ekonomi sakit , tetep aja sering sering bersyukur, meskipun sebatas ucapan Alhamdulillah.

Dalam fatwa nya,”Kebaikan perlu selalu di serukan. Kemunkaran harus di hindarkan”.
🤝🤝🤝🙏🙏🙏

Bila Yang Mulia Bapak Kyai Rhoma Irama, mengatakan”FORSA…..”.
Di jawab oleh FORSA…”Keren…Kereen.. Semakin KEREN”
🤝🤝🤝…

Dalam FORSA… beragam Basic, termasuk dalam perbedaan strata sosial, seperti saudara. Meskipun ketemu di FORSA, tetapi ikatan persahabatan dalam FORSA, seakan-akan sudah tertanam “Duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Tidak ada yang merasa…. merasa kaya di antara sesama FORSA.
Tatkala bertemu saling tegur salam dan tegur sapa.
Karena sudah tertanam dalam lubuk sanubari di FORSA “Derajat manusia di sisi Tuhan-nya, bukan karena hartanya.
Derajat manusia di sisi Tuhan-nya, hanya karena TAQWA – nya.

Img 20250323 Wa0013

Ngangsu kaweruh, dari Beliau Al-Mukharram Romo Kyai Dr.Ir.Rhoma Irama, sebagaimana disampaikan oleh Beliau: “Tuntutlah oleh mu, ilmu dunia.
Capailah oleh mu citra dunia
Tetapi satu hal jangan lupa
Tuntutlah oleh mu ilmu Agama
Supaya dirimu jadi di alam dunia dan di alam Baqa..(Insya Allah).
Disitulah tidak di sebutkan,”Tuntutlah oleh mu ilmu dunia, supaya dirimu menjadi ‘KAYA’😁😁🤝🤝. Tetapi menjadi ‘BAHAGIA’.😁😁🙏🙏🙏

Alhamdulillah…Puji syukur Kehadirat Allah SWT. Dan berusaha selalu Happy” Mari menyanyi dan bergembiralah namun tetap dalam keimanan dan kesopanan. Dengan demikian, mantapnya sebagai FORSA… Meskipun ibaratnya kondisi Derita di Balik Tawa, namun konsekwensinya sebagai FORSA yang saya jalani ini, adalah Adapun derita… apapun Sengsara.. selalu ku mencoba Tersenyum dan tersenyum lagi.😁😁🙏🙏🙏.
Ironis memang, tetapi bagaimana lagi, jikalau memang demikian adanya.😁😁🤝🤝🙏🙏.
Kalau sudah terlintas peringatan bahwa ” Cukup banyak sudah, Nabi-NYA.
Untuk menyampaikan risalah
Pada seluruh manusia
Belum sampai kah ke Telinga
Kabar tentang Negeri yang ‘Baqa’ (kekal-red)
Negeri tempat tujuan kita..ke Syurga Atau ke Neraka”.

Astaghfirullah…

Berikut, kata Beliau..Bahwa hidup Dunia ini…
Dunia…hoo..oo..oo penuh misteri
Penuh tantangan penuh cobaan penuh misteri
Segalanya serba semu fatamorgana
Segalanya serba fana pasti binasa
Segalanya tiada lama ada akhirnya
Begitulah hidup di dunia penuh tantangan penuh cobaan penuh misteri
Dunia….
Ada suka ada duka silih berganti
Ada tangis ada tawa silih berganti
Ada miskin ada kaya ada pembeda
Begitulah.. hidup di dunia
Fatamorgana pasti binasa oooh.. sangat fana
Dunia…penuh misteri.

Dan yang membuat kita yang mengenal “LIRIK” nya begini:
Manusia… banyak manusia
Tersesat heem.
Hemm banyak yang tersesat
Tak tahu apakah tujuan
Hidup nya hoo..ooo di dunia
Mereka hanyalah berlomba- lomba, dalam segala macam urusan dunia
Sehingga maksiat pun dikira syurga
Senanglah mereka melakukannya.

Padahal sesungguhnya mereka itu bukan mengenal kebesaran Tuhan-NYA (Allah SWT).
—————
Alangkah ruginya jika demikian jika
—————
Begitulah mereka selama nya, sampai ke liang kuburnya “.

Nauzubillah min dzalik.

Beliau dalam bertutur tetep fleksibel, ibaratnya hanya mau mengerti saja. Tidak suatu keharusan agar mengikuti fatwa dari Beliau.
Itulah pola Beliau, mengedepankan nilai nilai HAK AZASI.

Apalagi lagi kita di Indonesia, yang ber-Bhenika Tunggal Ika.

Untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,.. seperti begini,”Satu hati..satu rasa satu negeri.. INDONESIA
Aku Cinta kamu Cinta kita Cinta INDONESIA

Demi INDONESIA
Deritamu deritaku, Gembiramu Gembiraku
Tangismu juga Tangisku
Tawamu juga..Ta..waku

Walau kita di seberang gunung
Walau kita jauh di seberang pulau
Walau kita jauh di seberang laut
Kita adalah Satu….
Walau kita beda dalam bahasa (daerah)
Walau kita beda dalam budaya
Walau kita beda dalam AGAMA….
Kita adalah Satu INDONESIA”.

Dengan beragam nya bersuku suku, juga adanya ragam Budaya, Bahasa, bahkan AGAMA.

Beliau berpesan moral, agar…:
“Janganlah saling menghina satu suku bangsa, dengan lainnya.
Karena kita satu bangsa dan satu bahasa INDONESIA.
Bhenika Tunggal Ika..
Lambang Negara kita INDONESIA
Walau pun bermacam-macam aliran (Agama-red) tetapi satu Tujuan”.

Dengan Penalaran yang demikian gamblang nya, oleh karena itu:
“Stop Perdebatan..Stop Pertengkaran
Stop Permusuhan..Stop Pertikaian
Mari kita saling Asih
Mari kita saling Asih
Jangan kita saling benci
Jangan kita saling dengki
Hargai pendapat orang lain
Bila terdapat beda pandangan
Gauli (bergaulah) setiap insan
Sebagaimana kau ingin di perlakukan (Di-Uwong-ke)
Maka…
Tegarkanlah budaya dan kasih sayang.(Bersihkan hati jangan saling membenci Atau berprasangka yang tidak pasti/menduga-duga)😁🤝🤝🙏🙏🙏.
Bersambung…(Refleksi Eko FORSA BOJONEGORO….ke- Eps:7).***(Eko P -Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *