Bojonegoro I skinfosuneta.com, -TERTUANG Dalam syair Lagu nya Al-Mukharam Bapak Kyai Rhoma Irama, ” Lain orang lain kepala lain pula hatinya.
Ada yang Pembudi, ada pendengki, ada yang peramah ada pemarah”.
Mengungkap perjalanan sang Rimbawan yang satu ini, bernama *Kuswoto*, dengan data lahir pada tanggal 9 Agustus 1975, nomor satu dari 3 bersaudara dari pasangan mbah Kung Suratin (Pensiunan Rimbawan) dengan mbah Putri bernama Sukarni.
Rimbawan yang berpostur gagah perkasa ini, boleh di bilang di masa kecilnya pernah mengalami masa masa pahit. Karena kondisi ekonomi keluarga walau ayahnya juga Rimbawan, karena keteguhan hati yang tulus tanpa berbuat yang di luar kewenangan, dan juga sampai berpredikat ‘pagar makan tanaman’, sebagai Rimbawan yang patuh pada perintah pimpinan dan aturan, hingga kurang mampu menuruti anak ingin bersekolah di SMP di kota. Namun ambisi pemikiran maju sosok Kuswoto yang tinggi ingin sekolah, SMP akhirnya tercapai, setelah seseorang dari Surabaya mengangkat Kuswoto, sebagai anak angkat. Maka yang diikuti itu adalah orang bisnisman , beralamat Surabaya pindah Jakarta lalu terakhir Yogyakarta, maka walau makan enak, tidur nyenyak , tetapi belum ada kesempatan untuk yang di harapkan yakni ‘sekolah SMP’.
Sampailah pada titik akhir yakni perniagaan perhiasan (berpindah pindah) “Kami ikut saya tidak saya gaji, tapi saya sekolahkan “, Akhirnya saya (Kuswoto -red) mau.
Berakhir di Yogyakarta, dan di sekolahkan di SMP BOBKRI 5 Yogyakarta (Kristen), setelah Lulus SMP tidak seberapa lama, karena sudah memiliki ijazah SMP, berarti wajib belajar 9 tahun sudah punya. Lalu secara baik baik berpamitan ingin pulang kampung karena sebagai anak pertama punya kewajiban momong adik adik, sambil membantu pekerjaan orang tua yang berkutat di hutan. Dan kondisi hutan RPH Soko BKPH Gondang, masih banyak yang besar nya 3 orang menyambung tangan untuk merangkul terkadang tidak tergapai. Pulanglah Sosok Kuswoto bagai serial sinetron..”Pak… aku pulang”.
Dengan telaten bermain dan momong/menjaga adik. Dengan postur Gatot kaca, ada lowongan Perhutani tahun 1997 (saat itu Asper BKPH Gondang Pak Susilo, KRPH Soko Pak Hen-Hen). Diterimalah sebagai penjaga Pos Tunggu Manuk (PTM) Soko 33, gaji Roll I sebesar Rp.52.000,-
Tetapi mungkin ada tetangga yang baik hati dan kuatir kegagahan Kuswoto dimiliki oleh anak wanita orang lain. Lalu Tetangga yang baik hati dan anak nya berhasil memikat hati Kuswoto, walaupun belum bekerja, maka tahun 1996, Kuswoto menikah dengan Winartun Tetangga sendiri, hingga di karuniai 2 anak, yakni Ike Windu Asih, dan Debby Pristanto. Dan sekarang semua putri dan putra nya sudah berumah tangga semua.
Sosok Kuswoto cucu dari mbah Dalang Ki Suratman Puthuk Sumurlaban Sumberagung Dander Bojonegoro) masih menggebu ingin punya ijasah setingkat SLTA, prinsip nya sangat *oke*, mencari ilmu tidak ada kata terlambat. Maka ketika masih jadi Polhut RPH Soko dengan komandan (KRPH) Soko Sudarman, di Support..”kono lho melu melu paket ‘C’, kuda lari bisa di buru, nasib orang siapa yang tahu”. Lagi pula umur masih punya kesempatan panjang. Alhasil tahun 2015 lulus paket C.
“Saya menuturi dan memotivasi anak anak maupun adik adik, agar rajin sekolah. Karena ijasah setingkat itu perlu, cerita apa pun kalau tidak ada ijasah yaa susah. Sehingga adikku yang terakhir Edi Utomo (Alm) sampai Sarjana, maaf “Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un”.
Maka tadi awal nya kami katakan Nomor satu dari 2 bersaudara saya dan Hartono. Yang nomor tiga telah mendahului kita.
‘nggak papa nDAN, mari kita bacakan Alfatihah’.!!!
Riwayat pekerjaan, Tahun 1997 sebagai Polhut: Di RPH Soko (Penjaga PTM 33), 1999 naik jabatan Menjadi Polhut Soko, 2001 Polhut Dodol, 2002-2004 Polhut Sukun, 2005-2023 Polhut Soko, Bulan Agustus 2023- KRPH Dodol.
Masa kerja masih 6 tahun, dari masuk Perhutani, Alhamdulillah seputar BKPH Gondang. Asam garam sebagai Rimbawan di wilayah BKPH Gondang , sudah hafal rasanya. Daun jatuh belum sampai tanah tetapi pemberitahuan sudah sampai Management. Kata kunci adalah strategi Komunikasi Sosial (komsos) di pakai, jika Komsos tidak berlaku, ya Refresif di jalankan. Karena kita mengamankan asset perusahaan milik badan usaha negara. Yang penting kita memupuk kebersamaan bersama sesama petugas, transparansi. Ibaratnya ada rejeki kita sama sama merasakan, kondisi belum ada rejeki, kita berpuasa. Yang penting jangan berbuat yang justru memicu masyarakat berdampak menyusahkan diri sendiri dalam melaksanakan tugas.
Harapan kami, sebagai sebagai Rimbawan, mari kita jaga kelestarian hutan. Jangan melanggar aturan yang berlaku. Kita sama sama punya tanggung jawab agar tidak terjadi bencana alam di mulai dari rusaknya hutan.”Ulasan KRPH Dodol, BKPH Gondang KPH Bojonegoro Divre Jawa Timur, Kuswoto.(… bersambung…)**(Eko-Zulf/red).






