Bojonegoro I skinfosuneta.com , BERJUANG Berjuang.. Berjuang sepenuh tenaga. Selalu di tuntut waspada tak bisa dibiarkan begitu saja.
Itulah intro petugas RPH Dodol BKPH Gondang KPH Bojonegoro-Divre Jawa Timur.
Berikut cerita nya, demi tanggung jawab sebagai konsekuensi Rimbawan di daerah, KRPH Dodol BKPH Gondang KPH Bojonegoro Kuswoto di dampingi Mandor Senior Luk Widarto, bercerita bahwa Kondisi hutan RPH Dodol yang berpotensi produksi masih kisaran 70 % dari keluasan wilayah RPH Dodol yang kisaran 1.300 an hektar (ha). Dengan demikian tenaga dan pikiran so pasti ready. Walaupun secara ekonomi sudah cukup karena 2 anak sudah berumah tangga dan punya pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhan dapur nya masing masing, tetapi beban tugas yakni kata “waspada”.
Tetapi karena melanjutkan Perjuangan sang Ayah juga Rimbawan, maka sepiro abote gawe, isih abot mbales Dharma Bhakti marang uwong tua. Yakni agar bisa untuk menorehkan sejarah yakni melanjutkan perjuangan orang tua sebagai Rimbawan.
Dengan sesanti dalam melaksanakan tugas, “Adem , Bahagia, budal seneng mulih seneng. Dan sudah menjadi Rimbawan, tentunya tanggung jawab atas kepercayaan yang di berikan oleh pimpinan”.
Ungkap Mantri Kuswoto maupun Mandor Luk Widarto.
Memang Mantri Kuswoto memiliki Mandor diantaranya Luk Widarto, Sunaryo, Edi Subowo. Di maksimal tugasnya tetep enjoy. Dan tidak pernah ada miss komunikasi. Karena keterbukaan. “Contoh kecil begini, ini ada insentif, (bukan gaji person-red), dari kantor.
Atu-aturen. Pak Mantri menyerahkan semua di depan kita berempat, sehingga yaa mandor/polhut yang ntlaning. Sikap, langkah, komunikasi, positif, baik baik selalu. Mengatasi pekerjaan (Tanaman, Keamanan, Produksi) bersama sama. Seminggu sekali evaluasi dan berbagi tugas utama sesuai Tupoksi. Misalnya tanaman tuntas segera bergabung untuk bidang keamanan, seorang petugas keamanan jika sudah lepas tugas patroli, bergabung ikut menyelesaikan tanaman. Saat produksi, itu ada petugas khusus yang dikirim oleh pimpinan, untuk petugas kewilayahan membantu secara bergiliran. Kata Mandor tanam Yang di sepuhkan/dituakan yakni Luk Widarto.
“Komsos berjalan, tetapi ada sebagian masyarakat yang sangat susah sadarnya. Dan paling butuh tenaga keamanan yang ekstra adalah di hutan kawasan kenongo. Karena potensi bernilai tinggi. Patroli keamanan serta Penjaga tidak bisa di tinggalkan begitu saja. Oleh karena itu, ibaratnya jangan sesekali bermain api. Tetep tegar dan waspada. Demi Tanggung Jawab yang di berikan oleh pimpinan kepada kita di jajaran RPH Dodol. Dalam prinsip bertugas sebagai penanggung jawab keamanan, Kami Segan jika anda tidak menggangu keamanan. Kami langgati jika anda mengganggu tugas kami. Karena ini Asset negara, tentunya kami ada aparatur negara yang siap membantu tugas kami. Jadi Komsos tetep kita lakukan, tetapi saat komsos ‘yaa–yoo’ ternyata kog, nyolong. Tentu satu kali kami peringatkan dan membuat pernyataan, dua kali kami lanjutkan ke peradilan “, ulasan KRPH Dodol Kuswoto, penuh Bijaksana dan juga Tegas.
“Dari daftar dan di terima sebagai Rimbawan tahun 1997 hingga sekarang, berada di dalam wilayah BKPH Gondang, sehingga full hafal karakter warga masyarakat di wilayah BKPH Gondang. Alhamdulillah semoga yang kami laksanakan bersama rekan kerja/tugas, bisa sesuai harapan pimpinan. Dan bila ada lelang jabatan berjenjang, kami tidak ikut. Cukup menikmati apa yang sudah kami laksanakan selama ini. Hehehehe…”, akhir dari komentar Kuswoto (KRPH Dodol, BKPH Gondang KPH Bojonegoro Divre Jawa Timur).**(Eko-Zulf/red).






