Bojonegoro I skinfosuneta.com,- SEBAGAI Wujud pengabdian kepada Ummat, terutama di sekitar lingkungan Gedung Yayasan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Cabang Bojonegoro kota. Yakni telah menyembelih hewan qurban sebanyak 22 ekor. Yang terdiri dari 11 ekor sapi dan 11 ekor kambing.
Menurut Penanggung jawab kegiatan dan juga sebagai sekretaris MTA Perwakilan Bojonegoro Ustadz Arifin, bahwa dana untuk melaksanakan qurban bersumber dari jama’ah MTA. Sasaran pembagian di utamakan bagi warga lingkungan kantor/gedung Majlis tempat dilaksanakanya penyembelihan hewan qurban, dan tidak harus sebagai Jama’ah MTA.
Tetapi ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama yang dilaksanakan dengan penuh ikhlas, untuk mendapatkan keridhoan dari Allah SWT.
Kalau dalam bait syair dari pak kyai Rhoma Irama, “Pengorbanan dengan keikhlasan Sungguh suatu kemuliaan.
Pengorbanan harus di niatkan, dalam upaya mencapai Ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pencipta”.
Intinya, Berkorban untuk lingkungan yang terjangkau, selebihnya Untuk jamaah”, ungkap Orang yang sehari hari nya sebagai orang Nomor satu di Jajaran Perum Peehutani BKPH Kedawak Utara KPH Ngawi DIVRE JATIM.
Selanjutnya, Mantan Asper BKPH Nglambangan KPH Bojonegoro ini, menjelaskan bahwa untuk MTA di Kabupaten Bojonegoro, Perwakilan Bojonegoro berada di Kecamatan Margomulyo, lalu sebagai Anak Cabang baru di 7 kecamatan, meskipun sudah ada jama’ah di luar tujuh kecamatan tersebut.
Dari 7 (Tujuh kecamatan) diantaranya Kecamatan Kota, kecamatan Margomulyo, Kecamatan Ngraho, Kecamatan Padangan, Kecamatan Ngambon dan kecamatan Sekar.”MTA berpusat di Surakarta, berdiri tanggal 19 September 1972, didirikan oleh Al-Ustadz Abdullah Thulail Saputra. Diteruskan oleh Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina. Dua tokoh tersebut sudah Wafat, kini Ketua Umum di jabat oleh Al-Ustadz Nur Kholid Syaifullah LC. M.Hum. Mulai 26 September 2021 hingga sekarang”.
Dalam mencari hikmah Idul Adha tahun ini, pesan dan harapan kepada Jama’ah.”Janganlah kalian terjadi terpecah belah, dalam Perjuangan syiar Islam. Dan jangan bagaikan buih di atas lautan yang mudah di ombang-ambing oleh deru nya ombak laut.
Sebab, nilai Taqwa (Pengabdian kepada Allah SWT-red), juga bisa diraih dari Pengabdian kepada rumah tangga, masyarakat, negara, ummat, di lakukan dengan ikhlas dan bertanggung jawab atas semua itu, karena Lillahi ta’ala. Untuk sebuah pengabdian dengan berbagai rintangan memang di butuhkan perjuangan, sedangkan perjuangan juga membutuhkan pengorbanan. Berjuang demi kebenaran, berjuang demi keadilan, berjuang demi cita. Sehingga fase fase seperti itu akan menuju fastabiqul Khoirot, dengan cara di moment berkorban demi perjuangan, Berkorban demi kebenaran, berkorban demi cita cita untuk mencari ridlo tercapainya ‘Baldatun Thoyibbatun wa rabbun Ghafur. “, lanjut Ustadz Arifin (panggilan di kalangan jamaah MTA-red) dengan penuh bijak.
“Seorang yang mengaku beriman, hendaknya berjuang sekuat tenaga, sedangkan perjuangan pasti akan membutuhkan pengorbanan apapun bentuknya, bila belum mampu berkorban dengan hartanya, hendaknya bisa berkorban dengan tenaganya atau pikiranya” lanjut pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana namun selalu konfiden ini.
Pesan beliau untuk menyemangati jamaahnya
” Orang hidup perlu berjuang, berjuang perlu berkorban.
Bila tak mau berkorban jangan berjuang, kalau tak mau berjuang jangan hidup alias mati saja”
Pungkasnya Ustadz Arifin menutup ceramah singkatnya*** (Eko P-Zulf/red).






