Kasun Trucuk, Terkesan Super Flexible. Selama Tugas Selesai, Jagong Mencari Inspirasi.

Img 20250605 Wa0007

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-PEMDES Trucuk kecamatan Trucuk kabupaten Bojonegoro, memang menerapkan secara profesional plus.
Itulah pola Kades Trucuk Sunoko, S.Sos.MM.

Di maksudkan profesional, yakni dengan memberikan tugas sesuai tupoksinya. Dan plus nya, apabila ada yang sudah selesai tugas, tidak kemana mana sampai di luar area Balai/kantor Desa. Sehingga sak wayah wayah Kades, “Pak Wo (Kasun), mriki sekedap”.
Maka langsung menghadap, jika usei penghadapan kembali Komsos di warung kopi Area Baldes warkop (mbak Sri). Yang sudah seperti ruang kantor ke 2.Bahkan Menjelang saat nya pulang kantor, dan mbak Sri pun juga kukut.

Bacaan Lainnya

Masih seputar keunikan 2 kasun yakni Abbah Budi (Lestyobudi/Kasun II) & Kung Sukri (Kasun I).

“Kung Sukri…kog mboten pinarak teng ruangan ber-AC, saget silir silir sejuk ?”.

“Lho…awak dhewe Tupoksi nya lapangan, yaa paran, manggil warga, mengumpulkan informasi dan Aspirasi warga, sebagai tindak lanjut nya melaporkan ke Pak Kades. Lha nok kantor, kur nyawang Pak Bayan Agus, Jogoboyo Yono, awak dhewe jejer Karo pak Budi, lha nak nok kene…Looos, dan Pak kades yaa faham, kita di luar ruangan ya kur nok kene thok. Sambil menghimpun info”, paparnya Kung Sukri.

Img 20250605 Wa0008

 

“Tengere nak wes nok warkop e yu Sri, berarti ya pada. Saking lengketnya, nok wilayah Trucuk, aku ya melu, nok wilayah ku dusun Kedung, mbah Wo Sukri ya tak ajak. Tur maneh, Penting perintah pimpinan (Kades -red), di budali, selesai laporan ke pak kades, Yo wes, balik nyruputi kopi neh. Nok kene Loos, ra kwatir ada yang alergi asap rokok. Tugas utama kasun khan di perwilayahan. Alhamdulillah.. selalu aktif. Kembali lagi, untuk kelancaran pelayanan kepada warga masyarakat.”Wes..Monggo, jo kuatir ki dudu group isi saku ne tipis.

Selanjutnya, 2 kasun yang sudah melayani tugas beberapa Kepala Desa Trucuk ini, mendapatkan penilaian positif dari berbagai kalangan, diantaranya:

Anggota BPD Trucuk Sigit, “Memang para kasun kasun ini, enjoy dan dalam melaksanakan tugas, tanpa menawar. Ragam nya pemimpin, selalu ‘Tutwuri’.

Sedang Boos Traveling and Tour ‘Trucuk’ Mas Gik, memberikan tanggapan, bahwa dua duanya ini, ibaratnya bisa ‘nge-nok’ , di mana posisi, harus bagaimana, beliau beliau ini, selalu beres melaksanakan tugasnya sebagai kepala Dusun.

Sedangkan Kontraktor/Pelaksana Trucuk Bang Aziz, Saya sangat mengapresiasi dua-duanya kasun. Meskipun usia sepuh, tapi karena sebagai kepala Dusun, sehingga di utus Oleh kepala desa, juga siap, tanpa kata kata, ibaratnya “Semoyo”. Secara kedinasan bisa secara ‘Adab’ , bermasyarakat pun juga tidak asing. Punya kesamaan sikap dan bisa bergantian bahu membahu untuk sukses bermasyarakat, sukses sebagai perangkat. Bercanda ya bercanda, kalau demi tugas, jika butuh keringat yaa di ‘Labuhi’. Pak Wo Sukri dan Pak Wo Budi, Hebat.

Sedangkan ‘Yu-Sri’. Selalu positif thinking, sebab jika tidak begitu ramai pembeli di warung nya, Yu-Sri, sambat,”Sesuk ku ra bakul. Tutup ae”.

“Sesuk bakul lho Sri, nak ra payu tak boronge”, gaya ne kung Sukri.

“Mbok anggep titip gacu po piye, kathik Ra bakul. Tetep bakul. Sesuk Balai Desa ada acara”, icuk-icuk e Abbah Budi/ Lestyobudi.

Dengan suasa ceria bila sudah ketemu 2 kasun yang Legendaris ini, pembeli kopi pun, jadi hengkang dari tempat duduk. Karena selain ada cerita perihal usaha ternak kambing (Abbah Budi), juga pelihara ayam petelur (Kung Sukri), juga diselingi cerita cerita lucu, di masa lalu nya.

Bersambung..**(Eko-Zulf/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *