Bojonegoro I skinfosuneta.com,- TAMPAKNYA SPBU Dander, dengan integritas yang tinggi,”Pasti Pas”, ramainya seperti hari hari biasa, yakni selalu ramai.
Menurut Mandor Pelaksana Pelayanan konsumen/Pelanggan SPBU UD.Mitra Sentosa M. Suhud Widodo, dijelaskan bahwa yang turun harga adalah BBM non Subsidi, diantaranya dan jumlah penurunan harga per 1 Juni 2025:
Pertamax Bulk dari Rp.12.400,- menjadi Rp.12.100,- turun Rp.300,-
Dexlit dari harga Rp.13.350,- menjadi Rp.12.740,- Turun Rp.610,-
Pertamax Green 95 dari Rp.13.150,- menjadi Rp.12.800,- turun Rp.350,-
Pertamax Turbo 98 dari Harga Rp.13.300,- menjadi Rp.13.050,- turun Rp.250,-
Pertamina Dex dari harga Rp.13.750,- menjadi Rp.13.200,- Pelaksanaan pelayanan turun Harga mulai 1 Juni 2025 pukul 00.01 WIBB. Namun karena non Subsidi, pelanggan nya ya cukup itu itu saja. Tambahan beberapa kendaraan yang mampir kendaraan luar kota pas lewat kebetulan mau tambah isi BBM. Tetapi semua berdasarkan pada kouta, lho. Dan pembatasan bisa di monitor dari Barcode Aplikasi Kouta BBM”.
“Konsumen sudah cerdas dan tanggap serta respon dari yang di rasakan. Termasuk kesadaran Alhamdulillah sangat tinggi, yakni meskipun berbanjar antri jentrek-jentrek dengan sabar. Karena Petugas juga dalam memberikan pelayanan tidak tebang pilih, Family atau konco di masa sekolah. Pokoknya tatib nya demikian. Dan kalau tidak antri dengan tertib tentu menuai protes dari sesama pelanggan. Termasuk tidak boleh merokok di area SPBU.
Saat Pengiriman Datang
Untuk sama sama sesuai prosedur, petugas SPBU sie ukur kwantitas begitu truck tangki nyampe pangkalan bongkar, AMT turun kendaraan lalu petugas SPBU yang cross check menyesuaikan dengan faktur. Lalu dilaksanakan penurunan BBM oleh Pelaksana SPBU. Termasuk menutup kembali lobang tangki truck.”kami pihak SPBU tidak mau lebih dan tidak mau kurang. Dan bila ada kurang beres pada petugas. Hehehe. Dan dihalalkan jual beli dan di haramkan riba (mengurangi takaran). Untuk pengemudi Truck Tangki atau di sebut AMT (Awak Mobil Tangki -red), bertanggung jawab mulai dari TBBM (Terminal Bahan Bakar Minyak-red) yakni suplai poin, di jalan raya hingga SPBU tujuan.
Seorang pelanggan konon panggilan Mas Sahara, mengungkapkan karena beli di SPBU Dander ini, Takarannya Pas, dan tidak sistem bandul bandul handle pengisian. Kalau sudah mendekati sesuai dengan jumlah nominal, debetnya di pelankan, tidak ‘jedhug jedhug’. Dan Petugas ramah. Tapi kog ngga’ ada Petugas bagian melayani ngisi yang cewek. Lumayan nggo inget-ingetan antri.hehehe.
Lain cerita nya pelanggan dari Ngasem yang bertugas di Bojonegoro, meskipun di tempat tugasnya melewati SPBU Lain, tetapi rasanya nyaman ngisi disini, meskipun antri. Karena ada ATM nya, dan petugas e, dengan ramah. Termasuk yang kepercayaan Boos, Abbah Suhud Widodo. Bicara meskipun lambat dan nyantai, juga menambahkan kenyamanan dalam antrian ngisi BBM di SPBU Dander.**(Eko P-Zulf/ red).






