Bojonegoro I skinfosuneta.com,- MEMANG Sudah lama terdengar kabar, bahwa Rimbawan KPH Bojonegoro, sudah terbiasa berjalan di atas bara api yang tak pernah Padam sepanjang jaman (sekarang).
Ternyata benar, kabar tentang keberanian Rimbawan KPH Bojonegoro, seperti menerapkan ilmu Shaolin. Yakni berani berjalan di atas bara Api dengan alas batu yang benar benar ‘mongah-mongah’.
Seusei acara peringatan hari ulang tahun Perhutani ke 64 dirangkai dengan silaturahmi dan saling memaafkan (Halal Bihalal Syawal 1446 H/ 2025 H).
Di awali oleh Sang Imam nya KPH Bojonegoro Divre Jatim H.Slamet Juwanto. Di lanjutkan perwakilan dari Asper yakni Asper BKPH Celangap H. Lugianto, lalu Asper BKPH Nglambangan M.Arifin.
Pengunjung wana wisata ‘Kahyangan Api Bojonegoro” terpukau..”ndeh..para Boos Perhutani itu..kuendel.. kendel. Dari kejauhan begini saja sudah terasa panas dan bau belerang nya menyengat. Kog ngga’ takut, yaa ?”, komentar pengunjung.
Sahut pengunjung yang lain, mungkin itu dulu ada yang belajar ilmu Shaolin atau mungkin punya do’a seperti do’a yang di baca oleh Nabi Ibrahim, AS. Nak Mel/umik umik atau keahlian dan Do’a khusus, ngga’ bakalan berani. Minimal keteguhan hati dengan Iman yang sudah tingkat tinggi. Cara orang saiki istilahnya,”Dekengan Pusat”.. hehehehe..’ungkap pengunjung konon, mengaku dari Solo, sengaja liburan di Bojonegoro.
ADM KPH Bojonegoro, H. Slamet Juwanto, saat ditanya media skinfosuneta.com, “apa nDAN yang menjadi support berani berjalan di atas bara Api kahyangan api ini ?”.
Jawaban nya cukup singkat,”Dengan hati yang penuh ikhlas, Insya Allah.. meskipun diatas bara Api dengan batu yang ‘mongah-mongah’ tetep terasa biasa saja. Demikian, soal do’a itu wajar. Setiap ikhtiar harus di ikuti do’a”.
Dua Asper (H. Lugianto & M. Arifin), mungkin bisa di ceritakan berani tampil seperti Orang nomor satu di jajaran Perum Perhutani KPH Bojonegoro (H. Slamet Juwanto), dua Asper tersebut serempak menjawab,”Yaa seperti apa yang sudah di sampaikan oleh Bosse maeng Leh Mas…!”.
Memang untuk Rimbawan yang di kantor Management (kantor KPH Bojonegoro), terutama yang wanita dan masih tergolong Yunior, masih ada yang terpana..”lho Bapak ADM.. Hebat, berani berjalan di atas bara Api kahyangan. Lhooo… pak Asper juga berani”.
Dengan fenomena seperti yang di sampaikan oleh ADM KPH Bojonegoro, tersebut bisa di jadikan pelajaran, dengan hati yang ikhlas dan bersih, insya Allah akan cepat terkabul. Apalagi kita sudah saling bermaafan di hari raya idul Fitri.
“Terima kasih Pak ADM KPH Bojonegoro, sedikit kalimat tetapi mengandung ketauladanan yang mengandung banyak makna bimbingan yang memberikan arti untuk keteguhan Iman seorang hamba atas Ke-Ridlo’-an Allah, SWT.
Aamiin.**(Eko P -Zulf) red).






