Refleksi ku (Ekopurnomo) “Menyambut Lebaran 1 Syawal 1446 H”.

Img 20250329 Wa0050

Bojonegoro I skinfosuneta,- TERINSPIRASI Dari syair Karya Cipta Al-Mukharram Romo Kyai Dr.Ir.Rhoma Irama. Bahwa besok Senin (31/3/2025), Insya Allah, Merupakan Hari Raya Idul Fitri bagi Ummat Muslim se-dunia.
Dari observasi nya Pak Kyai Rhoma Irama, dituangkan dalam syair nya, begini:
“Tibalah sudah pesta lebaran
Hari raya idul Fitri
Jiwa yang baru pakaian baru
Cermin kebahagiaan
Sanak saudara handai taulan
Saling bersilaturahmi
Peluk dan cium (yang muhrim -red), tangis dan tawa, saling bermaafan.
“minal aidzin wal Faidzin, maafkan lahir dan batin.
Minal aidzin wal Faidzin, halal bihalal..Yaa Allah..Yaa Amiiin.

Dosa dosa yang di sengaja di Idul Fitri
Mohon maafkan
Hei…dosa dosa yang tak di sengaja di hari itu.. mohon ikhlaskan.

Bacaan Lainnya

Makan dan minum sepuas hati
Namun jangan berlebih-lebihan
Bergembiralah berbahagialah
Namun tetap dalam iman
Pandai pandai lah mengambil hikmah
Hari raya yang mulia
Tingkatkan iman, amal dan Taqwa
Serta perbuat ukhuwah
Pandai pandai lah mengambil hikmah
Hari raya yang mulia
Kepada Allah, panjatkan syukur
Jangan buka pintu syaitan..

Di hari raya.. miskin dan kaya
Semua sama GEMBIRA
Zakat fitrah dan Zakat harta yang mempersatukan Kita

Minal aidzin wal Faidzin
Maafkan lahir dan batin
Minal aidzin wal Faidzin
Halal bihalal Yaa.. Allah..
Aamiin “.

Img 20250329 Wa0049

Saya (Ekopurnomo), mengamini, dari tersurat tersebut.
Dan yang lebih memperkokoh persatuan dan kesatuan serta persaudaraan..
Adalah, yang bertuliskan/di sebutkan” Zakat fitrah dan Zakat harta yang mempersatukan Kita.

Karena bila si kaya sudah menunaikan hal tersebut, adalah sebagai insan yang beriman.
Karena, saya pernah membaca buku, bertuliskan begini “Sebagian harta/pada harta benda mereka, ada hak orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta”.

Sehingga di saat menjelang Idul Fitri, banyak tamu yang merasa tidak di undang yang datang, bisa jadi yang di tangani adalah orang kaya/mampu berkecukupan dan suka berderma.
Di saat menjelang idul Fitri, saat kedatangan, jika ada yang sekiranya merupakan zakat nya harta benda, kepemilikan, yang syah. Bukan titipan/milik orang lain, di berikan.

Bahkan yang lebih cukup dan faham, meskipun tidak minta, justru yang di anggap sebagai relasi yang telah rendah keberadaan nya, tanpa harus meminta. Orang tersebut memanggil nya untuk menerima Shodaqoh Infaq Atau sebagai Zakat.🤝🤝🙏🙏🙏
Masya Allah…

Dan pula ikhlas serta saat memberikan tidak dengan kata kata yang menyinggung perasaan si penerima nya.

Yang demikian itu, saya rasa, adalah sebagai insan yang berbudi luhur. Dan mungkin, pernah ada sebuah pembelajaran,” Perkataan yang baik dan pemberian maaf, lebih mulia dari pada bersedekah namun dengan kata yang menyakiti perasaan orang yang menerima”.
Misalnya: Ijek kuat kerja keras, kog meminta minta. Golek Zakat kog koyo orang nagih hutang.😁😁😁

Alangkah baiknya, jika tidak mau/tidak berkenan di saat bulan Ramadhan menjelang idul Fitri begini. Cukuplah dengan senyum, serta berkata baik.”maaf, sebagai kewajiban kami sudah tersalurkan. Insya Allah, jika tahun depan ada kelebihan lagi dari tahun ini”😁😁😁🤝🤝

Fenomena tersebut, sekarang pun meskipun sering mendengar lagu dari Karya Cipta Pak Kyai Rhoma Irama, bahwa “Tak akan susah karena bersedekah
Bahkan Harta nya kan bertambah tambah
Sebagai perekat si miskin dan kaya
Jalinan mesra antar MANUSIA.

Harta benda yang kita simpan
Itu semua akan kita tinggalkan
Harta yang kekal di hari kemudian
Itulah harta yang kita infaq-kan.

Di judul yang lain, begini..”Itu harta yang kau miliki
Tidak akan kau bawa mati
Itu harta yang kau miliki
Hanyalah titipan illahi
Mengapa begitu kikir hati mu memberi orang
Takut miskin kah
Bila dirimu sedekah pada orang.

Hal tersebut, Mengingatkan pada kita, bahwa dalam suatu pengajian, pernah di sebutkan,” Hai orang yang beriman, belanjakan sebagian harta mu kejalan Allah, SWT.( Shodaqoh, infak serta Zakat).
Sebelum datang suatu hari, dimana sudah tidak ada jual beli, persaudaraan, persahabatan, pembelaan.
Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Penyantun “.

Dan realita, yang ada, ada juga yang tidak demikian. Bahkan sudah pesan pada orang yang di gaji, meskipun ada selalu di sebutkan tidak ada.😁😁😁😁😁.

Solusi terbaik adalah Sabar, meskipun tahu sendiri, tetapi begitu masuk, sudah suruhan mungkin karyawannya untuk ‘, Mblidhug’😁😁😁😂😂😂
“Uwonge.. raenek/Orang nya tidak ada”.

Fenomena fenomena yang demikian itu, terkumpul di luar,… biasanya.
biyuuuh, Biyuuuh banyak banget ‘

Padahal terkait dengan bersedekah itu di sudah di kupas,” Kalau suka sedekah harta akan berlimpah.
Kalau suka peramah teman akan bertambah.

Namun… ternyata jalan yang ke Syurga
Teramat indah,
walaupun indah anehnya banyak yang ogah.😁😁😁🙏🙏🙏.
Bersambung.. edisi 8.***(Eko P -Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *