Balai Desa Ngujo, Kalitidu, Nampak Megah, Indah dan Artistik, Dengan Berbagai Hiasan Klasik-nya.

Img 20250314 Wa0000

Bojonegoro I skinfosuneta.com ,- DENGAN Mengikuti perabadaban sesuai tuntunan zaman, namun juga dengan art’ yang Klasik’ pun juga di munculkan, dalam pembangunan Balai Desa Ngujo yang bersumber DANA BKK 2024. Yang terkesan Megah dan mirip mirip Paseban Keraton. Suatu hasil kolaborasi antara Kades dan Konsultan, hasil nya, siapapun yang memandang hasil Pembangunan Balai Desa Ngujo ini, pasti berdecak kagum (Biyuuuh …Biyuh…ngene megahe..hehehe).
Pasalnya, Balai desa Ngujo yang berada di wilayah Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur itu, tampak megah, indah dan artistik, dan klasik.

Balai desa yang mulai dibangun sejak awal Desember 2024 itu dan diselesaikan di akhir Februari 2025 itu, ketinggian bangunan naik 80 centi meter (cm) agar lebih tinggi dari jalan rigit beton yang berada di depan balai desa itu. Sehingga balai desa yang berukuran 10 x 10 meter itu, nampak gagah alias megah.

Bacaan Lainnya

4 (empat) tiang utama atau yang biasa disebut Soko Guru yang terbuat dari kayu jati itu, masih tetap dipakai di balai desa yang baru selesai dibangun itu. Tujuanya adalah untuk tetap memberikan rasa hormat terhadap kepala desa pendahulunya yang telah dengan susah payah membangun balai desa pada masanya itu. Dan *Pitu* Tujuh penyangga tiang lagi yang dimaknai Tiang ‘Pitulungan’.

Img 20250314 Wa0001

Agar bisa menyesuaikan ketinggian balai desa, maka dibawah Soko guru dikasih cor setinggi 80 cm, dengan dilapisi ukiran khas Jepara dengan menggunkan kayu jati kwalitas terbaik dari Bojonegoro sehingga terlihat sangat artistik. Serta samping nya ada hiasan berupa patung Naga, Gajah serta ikan ‘koi’. Yang punya makna (bisa lihat di Geogle -red). Pada intinya, dalam falsafah jawa untuk Ngujo Menuju Gemah Ripah loh jinawi karta Raharjo, tata,titi, tentrem guyup Rukun berbarengan menuju kemakmuran dan adiluhung.

Semua tiang yang terbuat dari cor itu dilapisi dengan bata merah sehingga nampak alami dan indah dipandang mata. Begitu juga, balai desa di cat dengan warna kuning, hal itu memiliki makna bahwa warna kuning itu berarti jaman keemasan. Dengan harapan pembangunannya makin maju dan warganya semakin sejahtera.

Para Kepala desa yang pernah menjabat di Desa Ngujo, fotonya dipasang di balai desa itu. Namun, tidak dengan foto biasa, akan tetapi fotonya itu dilukis dan dipasang di sebuah pigora sehingga memiliki kesan kuno (klasik) namun tampak semakin indah.”kalau sekedar fotho… murah bahkan bisa ngeprint sendiri, mas. Tapi ini lukisan.. setelah itu di fotho, yaa lumayan lah. Hehehehe. Karena semua itu kami tampilkan, karena itu Pejuang pejuang pembangunan yang di Ngujo. Mulai dari istilah *Bekel* (sebelum kemerdekaan Indonesia) hingga dengan sebutan *Petinggi* lalu kepala desa (Kades). Dan Alhamdulillah, kami (Drs.A.Zainudin/kades Ngujo) dalam 2 periode, plus tambahan masa Jabatan 2 tahun.
(Cerita dan nama nama lengkap Bekel sampai kades Ngujo, diberita sambungan judul ini-red). Mengingat banyak foto nya di abadikan oleh media online skinfosuneta.com,- yang telah di abadikan untuk dokumentasi.**(Eko P -Zulf/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *