Bojonegoro I sinfosuneta.com, -INDONESIA Sebentar lagi akan mendirikan pabrik ‘metanol’ berskala besar.
Program tersebut klasifikasi skala besar. Kisaran senilai USD 1 miliar-USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 19,09 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 15.910) pada 2025.
Pabrik methanol tersebut akan dibangun di Kabupaten Bojonegoro, pada tahun 2025 mendatang.
Menanggapi Perihal pembangunan pabrik metanol oleh pemerintah pusat tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Komisi D, Fraksi Demokrat, Sukur Priyanto, pada hari Minggu (8/12/2024) di saat edukasi wisata Bojonegoro, Menjelaskan bahwa rencana pembangunan pabrik metanol tersebut telah direncanakan pada tahun 2016.
“Di eranya pak Yoto (di periode 2 dalam BUPATI Bojonegoro) waktu itu,”, masih kata
Sukur Priyanto, disebutkan jika di Kabupaten Bojonegoro yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) berupa minyak dan gas yang mempunyai proyeksi yang cukup bagus maka, pihak yang berkaitan dengan pembangunan pabrik ‘metanol’ ini semakin mematangkan perencanaannya.
“Semoga dengan keberadaan pabrik metanol ini berdampak yang cukup signifikan buat pembangunan daerah,” katanya.
Pak Syukur (sapaan akrab H. Sukur Priyanto, Amd.Kep.SE.MM) ini juga berharap dengan adanya pabrik metanol ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Bojonegoro dengan terciptanya lapangan pekerjaan. Yang tidak kalah penting adalah diharapkan dengan dibangunnya pabrik metanol di kabupaten Bojonegoro dapat menumbuhkan industri -industri sebagai penyangga pabrik metanol ini.
“Paska dibangunnya Pabrik metanol ini, niscaya akan tumbuh industri-industri baru lah. Yang ini nantinya bisa menimbulkan sosial-ekonomi yang bisa menimbulkan efek yang luar biasa, bagi warga Bojonegoro” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dirinya sangat menunggu terbangunnya pabrik metanol di kabupaten Bojonegoro. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan memaksimalkan seluruh potensi dan sumber daya yang ada di kabupaten Bojonegoro agar ikut bagian dalam menyambut industri ini.
“Termasuk persiapan SDM dan penyangganya,”**(Eko P-Zulf/red).






