Perhutani Perkuat Kesiapan Personil Polter, Melalui Pelatihan Kesamaptaan.

IMG 20260914 WA0016

Blora (KPH Cepu) I skinfosuneta.com,-PERHUTANI Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari personil Sub-Detasemen Corps Polisi Militer (CPM) IV/3-1 Blora, terus memperkuat sinergitas melalui kegiatan pembinaan dan kesamaptaan personil Polisi Teritorial (polter), untuk mengukur sekaligus meningkatkan kebugaran dan kesiapan fisik personil dalam menjalankan tugas di lapangan. (13/09/2026).

Administratur KPH Cepu, melalui Wakil Administratur KPH Cepu, Lukman Jayadi, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan dan kesamaptaan personil Polter merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung kesiapan personil menjalankan tugas di lapangan.

Bacaan Lainnya

IMG 20260914 WA0017

Menurutnya, pembinaan dilakukan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, mental serta kemampuan fisik personil agar senantiasa berada dalam kondisi prima dan siap menghadapi berbagai situasi kerja.

“Melalui pembinaan dan kesamaptaan ini, Perhutani berharap seluruh personil Polter memiliki kesiapsiagaan yang baik, baik secara fisik maupun mental. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengetahui tingkat kebugaran personil sekaligus mendorong peningkatan disiplin dan profesionalisme, sehingga dalam melaksanakan tugas pengamanan dan perlindungan kawasan hutan dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu,unsur TNI (dari personil Sub-Detasemen Corps Polisi Militer (CPM) IV/3-1 Blora, Pembantu Letnan Satu (Peltu) Sutahan, menjelaskan bahwa istilah kesamaptaan berasal dari kata “Samapta”, yang berarti siap siaga. Dengan demikian, kesamaptaan memiliki makna kesiapsiagaan, yaitu kondisi seseorang yang siap secara fisik maupun mental dalam menghadapi tugas dan berbagai kemungkinan situasi di lapangan.

“Kesamaptaan bukan hanya mengukur kemampuan fisik, tetapi juga membentuk sikap disiplin, ketahanan dan kesiapan personil. Seorang petugas harus selalu dalam kondisi siap siaga sehingga mampu melaksanakan tugas dengan baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sutahan menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan kesamaptaan bukan tanpa tujuan. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengetahui sejauh mana keadaan siap siaga setiap personil dalam menghadapi berbagai situasi kerja di lapangan. Menurutnya, hasil kegiatan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan serta kesiapan personil secara berkelanjutan.

Melalui pembinaan dan pelatihan kesamaptaan kepada personil Polter tersebut, diharapkan seluruh personil memiliki kebugaran fisik yang baik, mental yang tangguh dan kedisiplinan yang tinggi. Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, personil diharapkan mampu melaksanakan tugas secara optimal, profesional dan bertanggung jawab dalam mendukung keamanan serta kelancaran kegiatan di lapangan.**(Eko-Pai-Zulf/red).

Sumber berita: Humas KPH Cepu DIVRE Jateng.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *