Mengenal Lebih Dekat Dengan KRPH Ngantepan BKPH Getas KPH Ngawi.

IMG 20251222 WA0045

Ngawi I skinfosuneta.com,-SUDAH Dua bulan Lebih (Oktober 2025 hingga 20 Desember 2025), baru Sama sama ada waktu. Meskipun tidak bercerita lama.

Pada siapakah cerita ini, yang di maksudkan ?.
Yakni Mengenal dekat KRPH Ngantepan BKPH Getas KPH Ngawi DIVRE Jawa Timur, Sasang Hariyanto.(mBAH Mantri Sasang-red).

Bacaan Lainnya

Dari jam 14,24 WIBB. Dua insan Pers (Eko & Yon), komunikasi via phone. Karena posisi masih jauh (Karang Jati), Sedangkan KRPH termaksud baru saja pulang dari Tugas Polhut.
Sambil menunggu reda nya hujan dan perjalanan masih kisaran 32 Km. Bertemulah sudah pukul 17.00, WIBB. Sebelum banyak banyak berbagi Cerita, berangkatlah bertiga menuju Depot Ayam Bakar & Gurame penyetan sambel. Bla..bla..bla selesai bergegas menuju jamaah sholat Maghrib di masjid desa sebelah . Lalu ke kediaman Beliau . Itu pun tidak bisa begitu lama, Karena HP nDAN Sasang, selalu berdering dari Polhut yang sudah siaga di titik kumpul.
Kopi pun di susuhkan oleh Bu IIK dari pengurus ranting BKPH Getas. “Monggo… Monggo Kopi & pisang goreng”.
Namun begitu akan kita sama sama menuang, berdering HP. Yakni mereka sudah di titik kumpul.

Maka sama sama memahami situasi, akhirnya bergegas berpamitan.

IMG 20251220 WA0065

Tetapi dalam perjalanan pulang, mengingat perjalanan masih jauh, maka berteduh saat turun hujan.

Dan sambil bincang rileks di tempat Teduh, dan menanyakan tentang Sosok Pak KRPH Sasang Hariyanto.

Karena mulai dari perkampungan seberang Bengawan Solo, Menanyakan Kampung nglegok kecamatan Pitu. Di sebutkan masih jauh sekitar 13 KM. Karena banyak kelok’an (Belok) dan persimpangan jalan (Perempatan – Pertigaan). Bertanya hingga 9 x. Ironisnya ketika saya memberitahu, bahwa “Akan ke rumah pak mantri Sasang”.

Di sarankan,”Ooh Pak Sangsang Mantri.. Nanti… lurus…ntar sekitar ada belok an, Tanya di sekitar pertigaan, nanti diberitahu.

Unik nya lagi, Anak remaja SMK sedang benah benah mesin motor, masih berjarak kisaran 3 KM, itu pun mengenal.

Pikiran saya berkecamuk, “Apa sih istimewanya Sosok figur pak Sasang?. Bisa SE terkenal itu.

Adapun Sesepuh (orang yang suka di kunjungi tamu dengan berbagai keperluan), Atau Apa..yaa.

Dari situlah. Sesampai pada kelompok ngopi orang orang Tua. yang jaraknya sekitar 1,6 KM.”Ngomentari, Oalah pak Mantri Sangsang, niku karan Mantri ‘sae’ (mantri/KRPH baik). niki lurus..ada pertigaan belok kanan lurus ada pertigaan belok kanan lurus etane Kemantren (RD Pitu), masih lurus sampai pinggir sawah ada mobil hitam sor wit Pelem”.

“lho Mbah rumiyin mobile ijo mbaah”.
“Niku riyin sakniki mpun tumbas Enggal warna Ireng “, jawab kakek tua.

Lalu sampai lah depan rumah sesuai petunjuk mbah tua. lalu bertanya lagi pada nenek depan rumah nya. Ternyata benar.

Sampai sering bertanya untuk lebih jelasnya, karena saat bertanya kepada orang ke empat. Tahu nama pak Sasang. Ternyata orang nya keluar rumah, kog Bukan pak Sasang Mantri.
Orang yang bernama Pak Sasang itu memberitahu kalau pak Sasang yang sampean maksudkan, dari sini masih sekitar 9 km.
pokoknya tiap ada pertigaan atau perempatan. Tanya rumahnya Mbah Mantri Sasang, dari sini sana banyak yang kenal.
Ternyata benar adanya.

Namun bisa jagong kisaran 18 menit, kesimpulan nya. bisa ngobrol kisaran 18 menit. karena begitu sampai 3 menit, lalu diajak cari makan Ayam bakar. lalu sambil nunggu penyajian 10 menit, lalu beraudensi usei berjamaah sholat Maghrib 5 menit, sudah banyak deringan HP.

Penasaran agak terfahami atas konsep nya.”Jangan memandang rendah pada orang lain. Menghormati orang yang terpandang dan berpengaruh. Melaksanakan tugas jangan nabrak aturan yang sudah di gariskan pimpinan. Awali senyuman yang ikhlas. Dan tidak berburuk sangka meskipun kita harus waspada terhadap segala kemungkinan yang kita tahu. itulah pegangan hidup Kami, dari wasiat orang tua.”Ojo Dumeh”. cukup singkat tetapi berat bila tidak terlatih dari kecil.

Ternyata tidak sampai di situ saja, Mantri KRPH Ngantepan yang sebelumnya sebagai mantri Geneng setelah pindah dari KPH Bojonegoro Sebagai KRPH Dodol.

Selama di RPH Dodol BKPH Gondang KPH Bojonegoro, KRPH Sasang Hariyanto, adalah Sosok yang bisa tauladani. Penampilan sederhana, komsos berjalan dengan selalu santun. Sehingga secara kedinasan di Dodol tidak ada nilai merah. Meskipun di Dodol harus kehilangan sosok ibunda dan putri, dan karena tidak bisa merawat ketika sakit nya secara Maximal karena kondisi tempat tugas juga berat. Tetapi Allah SWT. Dan begitu sudah bisa pindah tugas di daerah/KPH Ngawi. Namun tidak lagi bisa ketemu dengan ibu dan putri nya.Karena sudah ”Innalillahi wa innailaihi Raji’un”.
Dan sudah di sadari bahwa Semua nya di berpisah.

Dan Pak Sasang Hariyanto, berterima kasih pada Pimpinan Perhutani Melalui Pak Waka ADM KPH Ngawi saat itu Yth. Bapak H.Suhartono (Sekarang sudah Pensiun) atas bimbingan dan Support.

Pak Sasang sudah bertugas dengan dekat rumah, dan bisa ziarah ke makam orang tua dan putri nya, sewaktu waktu. Dan terima kasih kepada Kades Pajeng dan perangkat desa serta warga, yang ikut ber- rombongan, mengantarkan pulang dari RPH Dodol ke rumah pribadi.”HEBAAAAT..

Oh iya, semoga Cucu nya ikut bersamanya nDAN sasang yang usei jatuh (kondisi kaki masih di Gibsum), segera sembuh dan bisa bersekolah dengan normal kembali, tidak antar jemput.

kisah ini bukan permintaan yang di tulis, tetapi ini Apresiasi ,(Menghargai atas Figur Publik untuk bisa di Tauladani.*(Eko-Yon-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *