Bojonegoro I skinfosuneta.com,- BERTEMPAT Di Halaman Pusat kegiatan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Perwakilan Anak Cabang Ngambon – Bojonegoro, Selama 2 hari berturut turut, melaksanakan kegiatan Qurban , untuk para yang berhak menerima. Dengan jumlah ternak 12 ternak Qurban jenis Sapi dan kambing 12 Ekor.
Menurut ketua Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Bojonegoro Moch. Arifin, pada hari pertama 10 Dzulhijjah 1.167 penerima manfaat. Sebanyak 6 ekor Sapi dan 6 ekor kambing.
Selanjutnya pada hari kedua 11 Dzulhijjah 1447 H. Jumlah sembelihan hewan qurban sebanyak 6 ekor Sapi dan 6 ekor kambing, diperuntukkan bagi 1.170 Penerima manfaat. Peruntukan pada warga sekitar pusat kegiatan, yang berhak menerima dan distribusikan pada wilayah jamaah yang juga pada warga yang layak menerima.
Selanjutnya, menurut orang nomor satu di MTA Bojonegoro, sekaligus juga sebagai orang nomor satu di jajaran BKPH Kedawak KPH Ngawi Moch. Arifin, secara langsung, menjelaskan hakekat berbagi Daging Ternak Qurban.
*1. Kurban Itu Latihan Melepaskan*
Waktu Idul Adha, suasananya beda. Ada takbir, ada kambing, ada yang senang, ada yang sedih pas hari-H 😅
Tapi inti kurban bukan cuma bagi-bagi daging. Ini tentang melatih hati biar ikhlas melepas sesuatu demi hal yang lebih baik.
Kayak kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, cinta ke Allah harus di atas ego dan rasa memiliki.
*2. Berbagi Bikin Hati Tenang*
Secara psikologi, berbagi itu bikin bahagia. Otak kita ngeluarin hormon senang pas kita ngasih ke orang lain.
Makanya pas bagi daging kurban, rasanya hangat dan puas.
Lucunya, kita rela antre panjang buat diskon, tapi bahagia paling besar justru pas lihat orang lain tersenyum karena bantuan kecil dari kita.
*3. Kita Butuh Saling Peduli*
Manusia itu makhluk sosial. Otak kita berkembang bagus kalau kita saling peduli.
Idul Adha bikin tetangga akrab, keluarga kumpul, gotong royong jalan.
Jadi yang bikin ramai bukan cuma sate-nya, tapi rasa persaudaraan yang ikut menghangat.
*4. Yang Penting Itu Ketulusan*
Yang sampai ke Allah bukan dagingnya, tapi hati yang tulus pas ngasih.
Kadang yang paling susah bukan ngeluarin uang, tapi ngalahin ego sendiri.
Idul Adha ngajarin kita: hidup paling indah itu kalau bermanfaat buat orang lain.
“Kami berharap pada seluruh panitia sekaligus, untuk ikhlas dan berprasangka baik pada sesama panitia dan ikhlas dengan yang tulus untuk menuju nilai ibadah”, Ulasannya Ketua MTA Cabang Bojonegoro.**(Eko – Zulfikar/red).






