Bojonegoro I skinfosuneta.com,-TERKESAN Technik Marketing yang bagus, sehingga ketika kehabisan stok meskipun ada yang jenis non Subsidi (Pertamax-red), di sebabkan ada beberapa faktor. Diantaranya adalah terlambat nya pengiriman dari Depo Pertamina, juga kemungkinan sesuatu lainnya yang menjadi kendala nya. Demikian ‘muqadimmah’ yang mewakili direktur UD ‘Mitra Sentosa’ SPBU Dander Suhud Gunawan.
Lebih lanjut, menurut senior pelaksana tugas SPBU Dander tersebut. Bahwa secara Administratif SPBU Dander hari ini (kamis:1/8/2025) punya tebusan Biosolar 56 ribu liter : 24 ribu liter. Pertamax 8 ribu liter. Dexlite 2 ribu liter. Selebihnya Pertalite, Untuk 3 (tiga) hari mendatang (Sabtu, Minggu, Senin). Menurut informasi hari ini pukul 13.52 WIBB. Pengiriman hari ini belum realisasi penerimaan, karena masih dalam perjalanan. Dengan jumlah Pertalite 24.000 lt. Pertamax 8 ribu liter. Biosolar 8 ribu liter.”Jam 14.37 WIBB. Pertamax, Solar.. Habis.
Dexlite tinggal 450 liter.
Pembeli jenis Dexlite kebanyakan Jenis Pajero, Fortuner, serta jerigenan untuk kendaraan proyek”.
“Adanya demikian ini, secara matematika.. karepe yaa, DO lancar pengiriman. Bisa jadi kemungkinan pada Technik pendistribusiannya. Namun, sempat menjadi pemikiran.. seandainya dari TBBM Tuban, tidak terjadi kemacetan seperti kemarin lusa Pertamax juga habis. Maunya ya lancar, untuk bisa dapat untung. Namanya bisnis.. hehehehe.
Lha nanti sampai nya di sini jam berapa, SPBU Dander… tidak berani menyampaikan. Tapi entah kenapa dari Tuban kog di alihkan di Semarang. Terkesan kurang ‘sat-set, wat-wet’. Sini Semarang 5,6 jam. Belum lagi Drivernya istirahat makan, Sholat, atau lelah juga butuh istirahat. Pokoknya, semoga ndang lancar. Awak dhewe mau ngomong apa kalau memang barang nya belum datang.
Bisanya ya memasang Pemberitahuan “Pertamax HABIS”. Demikian..”. Ulasan Abbah Suhud Gunawan di dampingi beberapa staf nya.**(Eko – Zulf/red).






