Kolaborasi Hijau untuk Masa Depan, Perhutani KPH Parengan Hadir di Festival Mangrove Jawa Timur Ke-10.

IMG 20260731 WA0002

Tuban (KPH: Parengan) I skinfosuneta.com,– PADA Hari Rabu, Tanggal 29/07/2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan turut berpartisipasi dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Festival yang mengusung tema “Semangat kolaborasi dalam pelestarian lingkungan pesisir ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, Perhutani, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, serta masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di Jawa Timur”.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Divisi Regional Jawa Timur Dewanto, Administratur Rayon I Bojonegoro, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Tuban, sejumlah BUMN, perusahaan swasta, akademisi, komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, serta para relawan yang bersama-sama melaksanakan aksi penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian kawasan pesisir.

IMG 20260731 WA0003

Mewakili Pemerintah Kabupaten Tuban, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E., menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam mendukung pelestarian mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi kawasan mangrove yang tidak hanya berfungsi mengurangi risiko abrasi dan dampak perubahan iklim, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Pemerintah Kabupaten Tuban mengapresiasi partisipasi seluruh pihak, termasuk Perhutani, dalam mendukung pelestarian ekosistem mangrove. Keberhasilan menjaga kawasan pesisir tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.”Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujarnya.

Administratur/Kepala Perhutani KPH Parengan, Anthonie Alfrits Tandayu, menyampaikan bahwa keikutsertaan Perhutani KPH Parengan dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 merupakan implementasi nyata komitmen perusahaan dalam mendukung program pelestarian lingkungan yang sejalan dengan prinsip pengelolaan hutan lestari.

“Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Parengan ingin menunjukkan bahwa pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, Perhutani, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Kami berharap aksi penanaman mangrove ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai investasi bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Rangkaian Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 diisi dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis, edukasi lingkungan, kampanye pelestarian pesisir, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk generasi muda dan anggota Pramuka. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus memperkuat budaya cinta lingkungan.

Partisipasi Perhutani KPH Parengan dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 merupakan bentuk dukungan terhadap program pelestarian lingkungan dan konservasi sumber daya alam.

Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan rehabilitasi mangrove dapat terus ditingkatkan guna menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.**(Eko-A’at-Zulfikar/red).

Sumber berita: KPH Parengan/Kom-PHT/Prg/Dgm).

Editor:
Ekopurnomo Tim skinfosuneta.com.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *