Catatan Kecil Penuh Romantika KRPH Ngantepan BKPH Getas KPH Ngawi.

IMG 20260731 WA0004

Ngawi I skinfosuneta.com,-MASA Lalu adalah tonggak sejarah yang ikut menentukan arah masa depan. Ada bayangan masa lalu yang bisa di campakkan jauh jauh di kubur dalam-dalam.
Hanya kitalah yang tahu, mana yang harus kita pendam dan mana yang harus kita telaah .
Seperti halnya yang pernah di alami oleh seorang Rimbawan bernama Sasang Hariyanto.

Masa lalu, baru datang saat bertemu dengan seorang Rekan kerja, selamat datang di RPH Neraka.
Bahkan sudah ada yang ‘ndjampes’ Kuat Setahun sudah Hebat.

Bacaan Lainnya

Dengan muqaddimah yang demikian itu, akhirnya mencari tahu sebab semua itu.
Namun karena Leluhur nya pernah menitipkan pesan,”Ojok nyubit jika tidak mau di cubit”.

IMG 20260731 WA0005

Karena selama menjadi Rimbawan tidak pernah mencubit orang yang tidak salah pada yang menjadi tanggung jawabnya. Maka, Sosok Sasang Hariyanto. Tegar langkah, tatag hati dan pasrah atas kuasa -NYA illahi Rabbi.

Dan merasa tanggung jawabnya di ganggu, tetep di gondeli sampai di mana pun.

Tentunya di awal nya belum faham jejak rekam, sehingga bersikukuh mempertahankan kesalahannya (bahwa mencuri kayu jati adalah perbuatan salah). Akan tetapi si sosok KRPH Bernama Sasang Hariyanto tetep bersikukuh untuk meminta atas kayu yang menjadi tanggung jawabnya.

Di manakah itu ?.
Ketika sebagai KRPH Dodol BKPH Gondang KPH Bojonegoro.
“Pahit, Getir, Cemas dan berkecamuk selalu menghantuinya.

Bagaimana kisahnya ?.
Mari kita simak, kisahnya;

Ketegaran figur seorang KRPH Bernama Sasang Hariyanto, bisa di identik-kan dengan sebuah Pribahasa,”Emas di ujinya dengan bara api. Tetapi manusia di uji nya dengan budi Pekerti”.
Bagaimana mengujinya jika seseorang /manusia, adalah dengan sopan dalam bahasa santun perilaku nya.
Dengan demikian, rekam jejak di cari tidak ada cercah yang bisa diandalkan untuk mencari salahnya atau keterlibatan dalam berperilaku itulah. Seberat apapun, Sebut saja pak Sasang ‘berani’ untuk demi rasa tanggung jawabnya. Dan dengan konsekuensi yang tidak kecil yang untuk kelanjutan kisahnya di ombang ambing, dan tetep tegar dan bersikukuh, seperti yang tertuang dalam syair lagu nya pak Kyai Rhoma Irama,”Bila datang kebenaran pasti hancur kebatilan”.

Dan kewaspadaan melekat dan wajib tidak lengah. Tetapi meskipun sudah memaksimalkan kekuatan yang di miliki, termasuk kejujuran dan transparansi serta sosialisasi dan berkomunikasi di lakukan. Namun toh, cobaan selalu datang tumpang tindih silih berganti.

Saran pimpinan selalu di ingat dan dilakukan, yakni komsos. Terutama dengan kasun Kenongorejo, dan berjalan dengan harmonis, setiap ada pencurian kayu jati, selalu koordinasi dengan kasun, dan jangan melakukan operasi, karena bila ada informasi dikoordinasikan lalu di lakukan pelacakan. Dan bila mendapatkan bukti balok – balok, mencari tenaga pun susah. Namun negoisasi meskipun awalnya rumit, namun toh bisa akhirnya bisa diminta untuk sebagai barang bukti.

Bukan berarti hari berikutnya aman dan bisa tidur nyenyak di rumah.
Musibah berikut nya, adalah kecurian kayu K-U besar di kawasan yang di sebut ‘Turon Kebo’, dengan jumlah pohon yang hilang sebanyak 8 pohon.
Menangani kejadian itu, hingga otot-ototan, saling bersikukuh dan berujung BB bisa terselamatkan alias bisa di amankan.

Cukup Dramatis, kenangnya, setelah dapat info, dilakukan penyelidikan hari pertama nihil. Keesokan harinya, didapat info A-1, namun sudah tidak utuh. Dan fokus pada kayu besar belum selesai, datang lagi musibah lagi yakni informasi 12 pohon di curi lagi. Karena bila hanya untuk bisa menorehkan ‘H-A’ , prinsipnya sama halnya pembiaran.Dan apapun konsekuensi nya tetap siap. Sehingga saat memindahkan yang kecil kecil (K-U 1) dari 12 pohon, yang besar pun tetap di pantaunya.

Pernah di Team pemeriksaan

Pak Sasang, dengan bermotto ‘Tekad-ku adalah pengabdian pada Tugas dan tanggung jawab yang baik’. Dengan bertubi-tubi nya problem yang menimpa bahkan satu hektar di babat oleh tangan manusia yang tidak bertanggung jawab petak 153 sebanyak 582 pohon juga pernah. Bukan hanya itu saja, termasuk perihal adanya galian C.
Juga Pos 12 di ‘bruk-i’/sengaja di timpahkan pohon pada pos tersebut, dan pohon sekelilingnya di bacok’i oleh yang tidak suka adanya Sosok Sasang Hariyanto yang mungkin tidak bisa di terima sebagai Rimbawan RPH Dodol.
Laporan ketidakbenaran (fitnah) bukan sekedar pada Management KPH, tetapi pelaporan sampai tingkat DIVRE Jatim. Bahkan bukan hanya Polmob KPH Bojonegoro saja untuk mengechek atas laporan tersebut, tetapi Polmob tingkat DIVRE.
“Alhamdulillah… kesimpulan tentang diri saya, Aman. Tidak ada unsur keterlibatan bermain dengan sumber petaka itu semua”.

Namun dari pengalaman yang amat mahal tersebut, termasuk hingga di tinggal oleh yang di sebutnya ‘Si-mbok’ (ibundanya) dan juga seorang putri tersayang nya, meninggalkan nya untuk selama-lamanya. Meskipun soal kematian adalah Takdir yang tidak bisa di minta untuk penangguhan. Tapi yang di sesali hingga kini belum bisa terlupakan, adalah ketika orang tua, anak sakit, tidak bisa merawatnya secara maksimal. Semoga beliau (Si-mbok & si Putri, diampuni segala salah dan dosa-nya, dan di beri tempat yang layak di sisi-NYA. Dan kelak mendapatkan tempat yang abadi di Syurga, Ammin.
Karena kondisi tempat tugas sedang benar benar kondisi genting. Dan karena ‘ngugemi’ , kepentingan tugas diatas kepentingan pribadi atau keluarga.
Dan sebagai konsekwensinya merasa menjadi Rimbawan yang punya tanggung jawab yang tidak kecil resikonya.
“Adapun derita apapun Sengsara, di hadapan siapapun harus menunjukkan ‘senyum’ dan tegar. Dan menyadarkan diri sendiri, “Pada siapa harus mengadu dan untuk bisa tentram di tempat tugas, keluarga pun tidak cemas”.
Dan semoga Tuhan tidak Murka, karena dengan kondisi berangsur membaik itu, diakuinya kalau secara pribadi, mungkin kurang cukup. Dan sadar terdengar sayup-sayup lagu nya pak Haji Rhoma Irama,”Hidup di dunia tidaklah sendirian, kita pasti membutuhkan teman, untuk saling mengisi dan untuk saling mengisi (melengkapi). Dan janganlah merasa diri sendiri paling utama dan paling bisa dari sesama yang ada.

Dari sikon yang demikian, oleh seorang teman sesama KRPH, mengenal orang orang yang konon ahli spiritual. Dan setiap seminggu sekali bisa di pastikan pergi ‘konon’ ada yang siiip’.
Sehingga secara ekonomi selama di Bojonegoro tidak ada peningkatan tetapi adanya kemerosotan. Kemerosotan secara moril yakni dari sejak kecil tidak mengenal sebutan ‘mbah dukun’ , tetapi dari Bojonegoro sehingga mengenal ‘ahli tukang pagar ghaib ‘, hehehehe.
Selain itu yang tak bisa di tebus adalah, ditinggalkan oleh Ibu (Si-mbok) & sang putri.
Dan semuanya tinggalah puing-puing kenangan, ketika bisa kembali tugas di KPH Ngawi, sebagai Bumi kota kelahirannya sosok KRPH Ngantepan BKPH Getas KPH Ngawi DIVRE Jatim.

“Sebagai sahabat yang baik, mensuport :Semoga Musibah membawa hikmah untuk ke depannya lebih baik. Karena kita tidak ada tahu, apakah semua yang terjadi itu sekedar cobaan, atau ujian dari Allah SWT.”, tanggapan nya.

Cerita selanjutnya,”Terkabulkan usulan untuk bisa kembali ke KPH Ngawi, kami berterima kasih kepada semua nya. Termasuk warga tetangga di sekitar RD Dodol berkenan mengantarkan kami pulang kampung. Haru dan bahagia, serta rasa sudah ketiadaan Si-mbok dan sang putri sudah tiada dan bisa ikut menyambut keluarga besar ketemu dewasa dan baru dari desa Pajeng kecamatan Gondang.

Di RPH Ngantepan bisa menjalankan tugas, dan menjalin kekompakan bersama Polhut Dengan Sapaan Pak Lambang, untuk menangani Kamhut di RPH Ngantepan.

Dan kursi tempat duduk mas Eko (30/7/2026), dulunya sering di pakai tidur oleh Bapak Tito Murbo (Asper BKPH Gondang KPH Bojonegoro yang Sekarang ini), ketika masih jadi Polmob di KPH Ngawi “, ulasan KRPH Ngantepan BKPH Getas KPH Ngawi Pak Sasang Hariyanto, yang penuh cerita tentang Romantika ketika sebagai KRPH Dodol BKPH Gondang.
“Sebuah cerita lama, semoga jadi referensi untuk tetap menjaga keamanan hutan sebagai Rimbawan se-Jati. Bukan Rimbawan yang KW-KW. Aamiin”. Do’a dari beberapa Sahabat nya.**(Eko-Zulf/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *