Bojonegoro I skinfosuneta.com,-MESKIPUN Sebagai buah kecil, namun buahnya MANIS. Istilah yang patut kita jadikan intro penulisan hari ini (Jum’at 14/5/2026).
Nama Lengkap Hari Purnomo, mandor tebang sejak daftar sebagai karyawan Perhutani 1998 hingga 2026, tidak pernah keluar dari jajaran di BKPH Dander.
Cerita punya cerita, putra dari Rimbawan Pak Suntoro Pensiunan Perhutani tahun 2005, jabatan terakhir KRPH (Ayahandanya Mandor RPH Ngunut Hari Purnomo).
Menurutnya, ingin menjadi Rimbawan, karena posisi tanah kelahiran pinggir hutan, ayahnya juga Rimbawan. Seakan Hutan ibaratnya seperti sudah menyatu dengan dirinya.”Daftar pengabdian tahun 1998, di akomudir tahun 1996. Diangkat sebagai Pegawai Perhutani tahun 2014. Karena ibu dan bapak mensupport terus, telateni Lee, bapak biyen yo suwiiii. Butuh nikah ndang nikah, kira wes duwe pacar po urung ?”
Jawab ku,”Sampun”.
Cah endi ?,”
“Lare tebih (jauh) nyabrang , kog”
“Kalimantan ?”.
Mboten.
“Lha Cah endi ?.”.
Gopekwe, Listiyorini.
“Lhaa.. nyabrang Ratan iku , ra popo. Angger tenanan..!!”, himbau Bapaknya.
Tak seberapa lama menikah dan di karuniai 2 anak, yakni: Dyah Ayu Cahaya Pratiwi dan Fajar Purnomo.
“Milih tetangga, karena sejak Kecil yo wes sawang-sawangan, tadarus yo bareng, tapi tertutup. Komitmen, lha saling memahami dan hafal karakter, tur yo apik, akhirnya ya Qobiltu. Hehehehe.
Lha kerja di tugaskan di kampung sendiri, itu pokoknya Simalakama. Karena, terkadang ada teman, konco nggudak layangan, yo konco sekolah, juga family. Alhamdulillah, misi saya bukan status fokus bidang KAMHUT . Tapi mandor Tebang. Jadi yo morak-Marik, dimana ada tebangan so pasti saya detasir ke mana-mana. oleh karena itu, ngga’ pernah gesekan dengan tetangga dan kanca. Aman. Lha diajak Patroli, tapi Khan bersama sama dengan Pimpinan.
Mandor Sudah Diikutkan Sebagai Mandor Lulus PKB (Pengujian Kayu Bulat) tahun 2025.
Sedangkan tahun 2026 Sudah ikut uji Com Ganis PKB.
Saya bisa ucul dari RPH Sampang itu tahun 2024, waktu Asper nya Pak Philip. Saya bergeser ke RPH Ngunut. Secara mental saat bertugas di RPH Sampang full, pokoknya makan hati lah, karena kampung ‘mefet’ hutan bersebelahan dengan jalan raya.
Untuk tebangan ibaratnya, kunci pengerjaan tebangan secara teori, praktek maupun administrasi yaa, terserah pimpinan. Untuk saya ini diikutsertakan dalam kegiatan tebangan di BKPH Mana pun siap. Lha kalau itu pilihan dari Management, tentunya Pak Asper maupun pak Mantri ya..Ok.
Makanya saat menebang di RPH Sampang itu, ya penjelasan dari pak Agus Mantri. Karena saya di perbantukan. Begitu. Jadi kalau BKPH lain butuh saya, ya ijin pak Asper BKPH Dander nDAN Slamet Winarno & Pak Mantri Ngunut ‘Ayah Erys Edi Susianto.
Untuk presentasi, meskipun saya ini dominan mandor Tebang, bidang tanaman tahun 2017 juara 3 tingkat KPH. Lha Tahun 2021 dapat predikat Mandor TERBAIK.
Untuk keamanan, sejak daftar hingga saat ini tidak dominan bidang keamanan. Meskipun bela diri cukup, ya sebatas mendampingi pimpinan, saat ngampingi pada yang sekiranya layak di curigai.
Pendidikan selain dari SDN Buntalan 3, SMPN I Dander, SMA Negeri 1 Dander. Juga sudah punya pendidikan non formal di kehutanan yakni Diklat: Penjarangan, Penebangan, Ganis PKB.
Masalah komunikasi dengan Pimpinan, pak Mantri Erys dan Bapak Asper BKPH Dander Slamet Winarno, Huaalah jiwa pemimpin yang familiar, Bijaksana, Tanggung jawab pada staf. Dan pokoknya, Siip. Bukan saya memuji Pak Asper dan Pak Mantri, tetapi gonta ganti KRPH Piro, yaa bisa ngempanke diri. Bagaimana saya ini sebagai anak buah seharusnya kepada Pimpinan. Itulah, kisah saya mas.
Soal masa indah bersama istri yaa kompak Selaras jadi pemenang. Ibaratnya berantem tidak pernah. Masalah dekat rumah orang tua dan mertua. Itulah indahnya mempersunting anak tetangga.”, Kisahnya Mandor RPH Ngunut Hari Purnomo.**(Eko-Zulfikar/red).






