Ruwatan Massal Di Hadiri Bupati Bojonegoro Beserta Sebagian Jajaran Dinas.

IMG 20260616 WA0064

Bojonegoro I skinfosuneta.com, YANG Bertempat di Pendopo Kahyangan Api, pagi hingga siang tadi (16/6/2026), acara “RUWATAN”/Murwakala adalah sudah menjadi agenda tahunan pemerintah kabupaten Bojonegoro. Di adakan pada hari Selasa Wage 1 ga suro 1448 H.
Bertempat di Pendopo “Geo-park” kayangan api Bojonegoro.

Dalam acara ruwatan Murwakala ini dihadiri langsung Bupati Bojonegoro (H setyo wahono) beserta staff dan jajarannya kepala dinas kebudayaan dan pariwisata , Forpimda, forpimcam, kepala desa Se- Ngasem dan para tamu undangan lainya.

Bacaan Lainnya

Prosesi acara setelah pembukaan dilanjutkan yakni pertama, laporan dari ketua panitia.

Selajutnya bupati Bojonegoro dalam sambutan , menyampaikan bahwa pentingnya ruwatan murwakala bagi orang Jawa khususnya Bojonegoro, adalah dipercayakan sebagai media untuk membuang sengkala talak balak sukerta pada kita semua.

IMG 20260616 WA0063

Lebih lanjut orang nomor satu di Kabupaten Bojonegoro tersebut juga memberikan ucapan “Selamat” kepada para peserta ruwatan massa ini dengan kita semoga terbebas dari balak dan bencana yang tidak kita inginkan.Dan Bojonegoro menjadi bahagia makmur membanggakan. tandasnya.

Sedangkan untuk prosesi ruwatanya yakni :
Pertama peserta dipotong rambutnya lalu mandi air kembang atau disiram air kembang oleh panitia dan dalang ruwatan yang sebelumya sudah membeberkan atau menceritakan ruwatan sukerta ini dengan pagelaran pewayangan .

Setelah itu peserta ruwatan massa membayar Gadai wajib yang dimasukan kotak yang telah disediakan panitia dan diberi air bunga dan kupat luar. Sedangkan untuk air bunga lalu dibuang di pertigaan terdekat. Untuk kupat ruar akan di buka bersama orang tua sebagai simbol telah keluar dari sukerta atau keluar dari musibah dan sebagainya.

Acara ruwatan massa ini juga menjadi kalender/agenda tahunan pemerintah kabupaten Bojonegoro. Untuk ke depannya lebih banyak lagi. Dan peserta kali ini berkisar sekitar 170 , dari berbagai desa di Bojonegoro.
Dan tak kurang dari 110 KK yang menggikutinya dengan cara daftar ke link nya dinas kebudayaan dan pariwisata.

“Dan acara ini gratis untuk warga Bojonegoro” terang kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Hj. Elsa.

Lebih lanjut bu Elsa (sapaan akrab kadin Pariwisata Bojonegoro) menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari Pemerintah kabupaten Bojonegoro untuk melestarikan budaya dan adat istiadat Jawa khususnya Bojonegoro.**(Eko-Joko S-Zulfikar/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *