*Muhasabah dalam Kebersamaan* ————————————– Oleh: Ustadz Muhammad Arifin. (Asper BKPH Kedawak KPH Ngawi).

1781485200871

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-PAGI Hari ini (Senin:15/6/2026).
Marilah kita simak bersama, Tausiyahnya Ustadz Muhammad Arifin, (Asper BKPH Kedawak KPH Ngawi DIVRE Jatim).
Marilah kita renungkan kita resapi dan kita amalkan.
Semoga bermanfaat dan mendapatkan keberkahan dalam melaksanakan kehidupan di dunia ini dan untuk bekal kehidupan di alam akhirat, kelak.
Berikut, kutipan nya:

Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
_”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)_
Persaudaraan bukan hanya tentang sering bertemu, tetapi tentang saling menjaga hati dalam kebersamaan.

Bacaan Lainnya

_*1. Senang memberi kemudahan untuk saudara*_

Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
_”Allah akan menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.”_
Jangan bertanya, _”Apa yang bisa saya dapat?”_ tetapi bertanyalah, _”Apa yang bisa saya berikan?”_ Sebab kebersamaan akan terasa ringan ketika setiap orang berusaha menjadi manfaat bagi saudaranya.

_*2. Ikhlas memaafkan kesalahan saudara*_

Tidak ada persaudaraan tanpa kekhilafan. Yang dicari bukan saudara yang tidak pernah salah, tetapi saudara yang mau saling memaafkan.
Allah berfirman:
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا
_”Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.” (QS. An-Nur: 22)_
Mungkin ada ucapan yang kurang berkenan, sikap yang kurang sesuai harapan, atau janji yang belum sempurna ditunaikan. Lapangkan hati, karena kita pun sering membutuhkan maaf dari orang lain.

_*3. Menjaga agar keikhlasan saudara tidak rusak*_

Kadang kita tidak bermaksud menyakiti, tetapi sikap kita membuat saudara terbebani. Datang terlambat tanpa kabar, tidak menepati kesepakatan, atau membuat orang lain menunggu hingga muncul keluhan dan kegelisahan.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
_”Tidak boleh memberi mudarat dan tidak boleh saling memudaratkan.”_

Jagalah komitmen dan perasaan saudara. Jangan sampai amal baik mereka tercampuri rasa jengkel karena kelalaian kita.

_*4. Jangan mudah baper*_

Persaudaraan akan rapuh bila setiap kata dimasukkan ke hati dan setiap kekurangan dibesar-besarkan.
Allah memuji orang-orang yang:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ
_”Yang menahan amarah.” (QS. Ali Imran: 134)_
Belajarlah husnuzan, memberi udzur, dan memahami keadaan saudara. Tidak semua yang tidak sesuai dengan keinginan kita adalah bentuk meremehkan atau menyakiti.

*Penutup*

Dalam kebersamaan, jangan hanya bertanya:
_”Mengapa saudaraku belum memahami diriku?”_
Tetapi bertanyalah:
_”Sudahkah aku memudahkan urusannya, memaafkan kekurangannya, menjaga hatinya, dan berlapang dada terhadapnya?”_

Karena persaudaraan yang kuat bukan dibangun oleh orang-orang yang sempurna, melainkan oleh orang-orang yang saling menjaga, saling memaafkan, dan sama-sama mengharap ridha Allah.**(Eko-Zulfikar/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *