Bojonegoro I skinfosuneta.com, -MESKIPUN Cuaca saat ini (5/11/2024), identik dengan lirik lagunya Pak Kyai Rhoma Irama,”Panas sungguh menyengat bagai membakar bumi ini..”.
Ternyata tidak berlaku bagi petani se- kecamatan Sukosewu.
Berikut bisa di ambil difinisinya bincang Rileks bersama Camat Sukosewu yang Termuda, Terganteng dan bijaksana dalam memimpin.
Beliau Helmi A.F. SSTp.MM.
Maaf, sebenarnya Kami berdua (EMan: Eko & Kiman), rencananya akan audensi dengan Pak Camat Sukosewu dan Koorluh Pertanian Sukosewu Saiful Irmawan, sehubungan tidak ada di kantor (mungkin sedang tugas di lapangan), sehingga full bersama dengan Mas Helmi (Sapaan akrab Camat Sukosewu-red).
Berikut cerita nya, seputar Pertanian…. Bukan secara tehnis, karena Koorluh nya tidak ada.”Secara tehnik WA atau temui langsung Koorluh nya. Kami perihal hasil pertanian secara umum saja, dan upaya serta harapan”, muqaddimah dari Camat yang sebelumnya sebagai Pejabat di lingkungan Kominfo Kabupaten Bojonegoro.
“Secara umum”, lanjut Camat , 72 %, masyarakat se-kecamatan Sukosewu adalah petani, dan kontribusi hasil pertanian berupa Padi, sudah beribu ton dalam setiap musim panen. Dan beberapa bulan kemarin, hampir merosot hasil pertanian karena pas pembuahan bulir hampir kekurangan air. Berkat upaya dan sigap nya Bapak Pj.Bupati dan Bu Sekda (Bu Nurul) saat itu, di temukan Solusi. Yakni ada penyaluran air dari Waduk ‘Gongseng’ . Karena Waduk pacal sedang dalam perbaikan. Yaa Sebagai Camat Sukosewu, menghaturkan ucapan Terima kasih kepada Yth. Bapak PJ.Bupati dan Bu Sekda. Serta pada Pak Kapolsek serta Bapak Danramil, yang turut mengusahakan pada pihak Balai Besar DAS. Meskipun dengan buka tutup dari Dam Klepek, tetapi kebutuhan air teratasi dan kuantitas panen juga stabil.
Dam Klepek ada 2 pintu, pintu utara untuk mengalir pada desa wilayah Sukosewu ngalor hingga masuk wilayah kecamatan Kapas. Sedangkan yang ke timur untuk lahan pertanian Sukosewu, Balen, sampai titik terakhir.
Saran Camat Sukosewu (MasHelmi, sapaan akrab, dengan maksud tidak mengurangi rasa hormat-red), bahwa khusus nya para petani warga kecamatan Sukosewu, saat MT (Musim Tanam) agar selalu mengikuti petunjuk pendamping yakni dari petugas Pertanian, sehingga segala sesuatu bisa koordinasi dengan instansi terkait. Agar harapan kita bersama yakni Panen Melimpah, bisa meningkatkan kesejahteraan tentunya bisa mengurangi jumlah angka kemiskinan. Lagi pula Petugas Pertanian kecamatan Sukosewu respon menanggapi bila info perihal pertanian. Ada keterlambatan sedikit Saat itu, karena hulu pacal sedang di laksanakan Sedimentasi/perbaikan. Alhamdulillah.. teratasi dengan Sigapnya Pak PJ.Bupati Adriyanto dan Bu Sekda Nurul Azizah, juga gigihnya Pak Kapolsek serta Pak Danramil. Sekali lagi kami sangat berterima kasih, pada semua pihak yang turut memberikan sumbangsih dalam hal ini, Pertanian”, ungkapan Camat Mas Helmi.
Inovasi yang di lakukan Kecamatan Sukosewu untuk mendukung pendapatan warga, yakni mengolah hasil pertanian yang tidak harus di jual ‘Lagaran’ misal ‘Menyok’ jika di jual wujud ‘Menyok’ harga kisaran di bawah Rp.5.000,-/kg. Tetapi kalau sudah berubah nama, misalnya jadi Kripik, Rengginang, Balungkuwuk.. sudah berlipat berapa ratus prosen. Dan peluang bisnis sampingan yang mempunyai nilai tambah. Oleh karena itu, 3 Minggu yang lalu ada 4 Desa yang didatangkan instruktur dari Disnaker, yakni pelatihan makanan olahan dari hasil pertanian Sukosewu. Dan secara bertahap untuk desa desa lainnya. Kreatif dan inovatif yang positif tentunya jadi wahana peluang usaha untuk meraih keberhasilan”. Ulasan Camat Sukosewu yang Termuda level Camat di Bojonegoro, yang sudah melaksanakan Ibadah Haji beberapa tahun yang lalu.**(Eko P-Kim-Zulf/red).






