Awal Kegiatan Perdana (TMA) KPH Ngawi Bersama PT. SGN.

IMG 20260611 WA0030

Ngawi I skinfosuneta.com,- PADA Tanggal:3/6/2026. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melaksanakan pengawalan kegiatan Tebang, Muat dan Angkut (TMA) perdana tebu dengan skema P.81.

Kegiatan ini berlangsung di petak 73C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gondang dengan keluasan 14 hektar dan petak 67B1 RPH Pucung dengan keluasan 5,3 hektar. Kedua lokasi tersebut masuk wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedawak Selatan KPH Ngawi, pada Selasa 2 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

IMG 20260611 WA0032

Sebagai informasi, PT SGN membawahi dua unit Pabrik Gula (PG) yaitu PG Purwodadi dan PG Soedhono di Ngawi.

Mewakili Administratur KPH Ngawi, Yoyok Eko Cahyono selaku Kepala Sub Seksi (KSS) Agroforestri dan Ekowisata KPH Ngawi menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen mengawal setiap tahap proses tebang tebu hingga pengiriman ke pabrik. “Program ini merupakan terobosan Perhutani dalam meningkatkan pendapatan perusahaan serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya swasembada gula. Selama proses TMA ini tentunya membuka lapangan kerja bagi masyarakat, mulai penanaman hingga panen. “Harapan kami kegiatan TMA ini mampu menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat sekitar hutan,” kata Yoyok Eko Cahyono (KSS Agro).

Sementara itu, Nugraha Adi Khrisna selaku Manager Tanaman PT SGN mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Perhutani KPH Ngawi dengan PT SGN. “Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawalan panen tebu dengan skema P.81 agar bisa memberikan hasil yang maksimal,” pungkasnya.

Dengan sinergi ini Perhutani KPH Ngawi berkomitmen untuk terus mendampingi secara berkelanjutan agar panen perdana tebu dengan skema P.81 ini memberikan hasil yang baik serta bermanfaat untuk semua pihak.**(Eko-Ratih-Zulfikar/red).
Sumber berita Humas KPH Ngawi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *