TUBAN I skinfosuneta.com,-
PERUM Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan, pada tanggal menggelar Sosialisasi Persiapan Pengembangan Agro Tebu sebagai langkah awal implementasi program strategis perusahaan dalam mendukung percepatan swasembada gula Nasional.
Kegiatan berlangsung di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Selasa (07/07/2026).
Sosialisasi dihadiri oleh Administratur/KKPH Parengan beserta jajaran, Kepala Desa Kumpulrejo, Danramil Kecamatan Parengan, perwakilan investor, pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), tokoh masyarakat, serta masyarakat desa hutan yang menjadi mitra Perhutani.
Program Pengembangan Agro Tebu merupakan salah satu program strategis yang telah tertuang dalam Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan (RPKH) Perhutani Tahun 2026–2030.
Program ini menjadi bagian dari upaya Perhutani dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mempercepat swasembada gula nasional melalui pemanfaatan kawasan hutan secara produktif dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan.
Melalui sosialisasi tersebut, Perhutani memberikan pemahaman kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai tujuan program, mekanisme pelaksanaan, pola kemitraan, serta peran masing-masing pihak. Kegiatan ini juga menjadi forum dialog untuk menyamakan persepsi, membangun komitmen bersama, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat sebelum program mulai dilaksanakan.
Perhutani menegaskan bahwa pelaksanaan Pengembangan Agro Tebu tetap mengedepankan pemberdayaan masyarakat desa hutan. Petani yang selama ini menggarap lahan akan tetap dilibatkan dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pekerjaan pendukung lainnya sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, program ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Administratur/KKPH Parengan, Anthonie Alfrits T., menyampaikan bahwa keberhasilan Pengembangan Agro Tebu sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Pengembangan Agro Tebu merupakan program strategis Perhutani yang telah tertuang dalam RPKH 2026–2030 dan menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan swasembada gula nasional.”Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan program ini dengan tetap mengedepankan kelestarian hutan, pemberdayaan masyarakat, serta kemitraan yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Sementara itu, Danramil Kecamatan Parengan Kapten Cpl Heriyanto. mengapresiasi langkah Perhutani yang mengedepankan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat sebelum pelaksanaan program.
“Kami mengapresiasi Perhutani yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah desa, LMDH, masyarakat hingga investor. Semoga sinergi ini mampu mendukung swasembada gula nasional sekaligus menciptakan situasi yang aman, kondusif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya
Perwakilan LMDH, Hendro, juga menyambut baik program tersebut karena tetap memberikan ruang bagi masyarakat desa hutan untuk berpartisipasi.
“Kami mendukung penuh program ini karena masyarakat tetap dilibatkan dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan. Harapannya, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian hutan,” ungkapnya
Perwakilan investor, Teguh, menyatakan komitmennya untuk melibatkan masyarakat sekitar hutan sebagai bagian dari pelaksanaan program.
“Kami berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar hutan dalam setiap tahapan kegiatan agar program ini mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian hutan,” jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam mendukung Pengembangan Agro Tebu sebagai implementasi RPKH Perhutani Tahun 2026–2030. Sinergi antara Perhutani, pemerintah, TNI, pemerintah desa, investor, LMDH, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada gula nasional sekaligus menciptakan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan berkelanjutan.**(Eko-A’at-Zulfikar/red).
Sumber berita:.(Kom-PHT/Prg/Aat).






