Menggali Informasi Tentang Sejarah Desa SUDAH kecamatan Malo.Bertepatan HUT Desa SUDAH ke 668.

IMG 20260707 WA0040

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-DESA SUDAH Kecamatan Malo, dari prasasti yang ditemukan beberapa tahun berlalu, Desa SUDAH, Berdiri sejak tahun 1280 tahun Saka atau di tanggal 7/7/1350 Masehi, Jaman Majapahit saat Sang Maha Raja Sang Baginda R.Wijaya. Sebelum Agama Islam masuk desa di Kecamatan Peradaban berubah sedikit demi sedikit setelah adanya masuk nya Islam tahun 1600-an, sekarang full Islam tetapi tradisi Sedekah Bumi masih ada, jadi wahana bersyukur atas nikmat dan karunia Allah SWT. Yang di berikan kepada warga desa SUDAH.
Dan Kegiatan sedekah Bumi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi di tempat terbuka dan yang di sakral kan oleh warga secara umum adat istiadat yang berlaku secara turun temurun , dari para pendahulu/leluhur desa SUDAH.

Menurut Ceritanya Kades SUDAH Agus Muklisin, S.Ap. “Dulu dalam cerita di ceritakan oleh para penterjemah cerita sejarah nya tentang desa SUDAH dan menjadi cerita turun temurun lintas generasi, Dulu di SUDAH ini dulu merupakan Mengakhiri peperangan antara Mojopahit dengan bala Tentara Tar-Tar, ini ditandai dengan berserakan Tulang belulang dan Guci-Guci yang di temukan. Dan Tulang belulang itu sebagian di buang-dikubur, juga di masukkan ke Sumur sumur.
Dan sumur tersebut ada yang masih berbentuk sumur meskipun tidak di pakai dan sudah ada yang di uruq.
Sebutan Sumurnya ‘Direnggolo, Nongko, Krapyak, Area Makam ki Tameng Jati, dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

Dari wangsit/mimpi yang di dapat oleh Kades SUDAH, bahwa Balai Desa SUDAH & Pemerintahan desa SUDAH, agar pindahnya IDS (Ibu Desa SUDAH), yakni Siti Inggil ‘Wedoro’ Payung.
Diarea TKD berstatus Sertifikat Balai Desa dan kini berdiri Balai Desa – Pemerintahan Desa berikut area Ibu Desa SUDAH. Dengan luas 12.000 meter persegi (1,2 M2). Katagori Zona Hijau radius 500 meter bantaran sungai Bengawan Solo.

IMG 20260707 WA0041

Siti Inggil ‘BIDARA PAYUNG’ bisa di identik kan dengan ‘Hong-Sui’ Menapak Bukit Memandang Bengawan Solo.’Kelihatan Religi di pegunungan Petilasan Mbah Zakaria (Desa Tinawun), dan memandang Bantaran sungai Bengawan Solo. Yang dulu menjadi penyeberangan SUDAH – CELANGAP Desa Sumengko kecamatan Gayam.
“Karena ini sejarah dan harus di lestarikan serta untuk kelancaran sumber peningkatan pendapatan/Ekonomi. Maka penyeberangan/Tambangan SUDAH – CELANGAP, juga akan di berlakukan lagi. Karena menilik sejarah untuk menjadi pembaharuan namun tidak menghilangkan Sejarah masa masa lampau. Multi efeknya adalah, optimis perekonomian SUDAH akan meningkat. Karena hasil bumi SUDAH Hanya di jual di Pasar Malo akan tetapi bisa di jual di Pasar Celangap dengan penyeberangan Perahu/ Tambangan, yang bisa cukup jarak tempuh 1,5 KM. Dan ke pasar Malo dengan jarak tempuh 4 KM (pada saat ini).

Disebutkan pula oleh Kades yang sekaligus sebagai Suaminya Bidan Desa SUDAH. Untuk Zona ketahanan pangan berlokasi di sebelah timur perkampungan dengan hasil bumi jenis sayur-mayuran berupa Terong, Lombok, Tomat, Kecipir, Gambas, Belutru, Kangkung, Bayam, Kara, Bawang merah. Juga Polowijo (jagung, Padi). Dan untuk padi setahun panen 3 x. Dan pada seusei panen ke 3, dilaksanakan adat istiadat yakni Sedekah Bumi (Nyadran/Manganan) di Area Makam Mbah R. Tameng Jati. Bulan Safar Rabu wekasan.
Berdiri nya Roda pemerintahan Desa SUDAH di area Siti Hinggil Bedara Payung, adalah hasil dari wangsit lalu di ilmiahkan.
Yakni di IBD (Ibu Bumi Desa).
Dari cerita yang ada, sebelum banjir tahun 2007 Banjir Dahsyat di Bojonegoro, di lahan Bidara Payung ini, adalah tempat pengungsian warga dan ternak. Dalam kalender tahunan, setahun 5 x Desa SUDAH ini jadi langganan Banjir. Meskipun ini tergolong lahan yang konon dulu Wingit. Namun karena niat untuk sama aman. Dan tidak mengusik.
Pada intinya, sesama Makhluk Allah SWT. Antara yang nyata dan yang ghaib di larang saling mengusik. Karena beda Alam, yang penting jangan saling menyinggung.

Visi ke depan, jika sudah tertata, Zona pertanian (ketahanan pangan), zona pemerintahan yang sudah tersusun ada KDMP untuk perekonomian ‘Ibu Panguripan, yakni ada KDMP dan PAMSIMAS (Ada air ada kehidupan, ada koperasi ada tata perekonomian).
Penunjang jenis UMKM desa SUDAH yang ada sekarang, Polowijo, Sayur mayur, Ikan Lele dan Nila serta Telor GAYATRI.
Ada Ibu Rekso (Balai Desa, Perkantoran/Pemerintahan Desa), Gedung Posyandu, untuk yang mbaurekso/Pamerintah lan Panyugat uborampe warga Desa Babagan layang pambiyara Babagan kahahan Desa, lan sak panunggalane kang Wigati.
Ke Utara lagi ada Ibu Suci (Makam) Desa SUDAH.

Sedangkan lokasi perkantoran lama di rencanakan untuk Museum SUDAH.

“Untuk saat ini fokus persiapan lapangan Volley ball, Insya Allah bulan Agustus akan mengadakan TURNAMEN Volly. yang juga di satu lokasi Siti Inggil ‘BIDARA PAYUNG’.
Setelah lapangan volley ball, selesai. Kemungkinan akan membuat Sirkuit Jumpeng (baca: Jamping) BMX (BMX Crosser).”Ini secara resmi bersamaan dengan IKN yakni tanggal 17 Agustus 2024. Memang pada awalnya, terhantui memindahkan Balai Desa dan kantor pemerintahan Desa, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Alhamdulillah, dengan dari Ilham mimpi (Alami) dipelajari diilmiah dan di pikir diimbangi dengan niat. Alhamdulillah terwujud.
Demikian.
Awalnya mungkin ada pikiran menuju mustahil, tetapi dengan Bismillah, Alhamdulillah, terwujud. Meskipun harus di sambi tirakat Hehehehe.
Dengan terinspirasi Lagu”Banyak Jalan Menuju ROMA” dari pak Kyai Rhoma Irama, akhirnya tercapai juga. Untuk mewujudkan cita-cita desa SUDAH Menggapai Desa SUDAH ‘Baldatun Thayibbatun Wa Rabbun Ghafur “, Ulasan Kades, juga punya Leluhur di Kota Santri Jombang.**(Eko-Zulfikar/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *