RPH Ponco BKPH Parengan Selatan, Implementasikan Jargon “Humanis-Tegas-Pekerjaan Tuntas”.

IMG 20260803 WA0096

Tuban (KPH Parengan) I skinfosuneta.com,-, PERIHAL Keamanan untuk RPH Ponco BKPH Parengan Selatan KPH Parengan, kondusif.

Menurut KRPH Ponco.M.Sholihin, perihal bidang keamanan dengan system patroli preventif rutin dan rute selalu berubah supaya bisa ngratani/merata wilayah pangkuan, namun tidak meninggalkan pada wilayah rawan .”Luas RPH Ponco 686.06 hektar (ha). Sistem operasional patroli lepas 1 personil naik 2 personil per 2 x 24 jam. Selain patroli rutin juga koordinasi dengan Tokoh Masyarakat dan para pesanggem 2 LMDH. Yakni LMDH Wono Utomo (ketua: Yatkur Suhadi) & LMDH Jati Asri (ketua:Jaenuri), hingga saat ini (3/8/2026), semua tanaman jenis Jati, di 9 anak petak. Dari petak petak tersebut tergolong rawan adalah petak 64-E (klas TBK tahun 2002) KU-4 plus. Untuk KU besar berada di petak 70-G2 luas 1,5 ha. Dan petak 68-A Jati tanaman 1974. Sedangkan KU terkecil ada di petak 69-F2 . JPP 2024 Luas 1,4 ha. Dan petak 66F-4 KU 1 Luas 1,2 (petak baru).

Bacaan Lainnya

Sedangkan untuk rencana Tanaman tahun 2026 ini, cuma 1 anak petak yakni petak 64D-1, luas 15.10 ha jenis Balsa.”Untuk RPH Parsel luas luas, yang paling sedikit adalah RPH Ponco”, kata Abbah M.Sholihin.

IMG 20260803 WA0095

Perihal produksi, yakni Tebangan ‘B’, sudah selesai beberapa hari yang lalu (26 Juli 2026. Start tanggal 11 Juni 2026), dengan jumlah pohon 1.782 tegakkan. Target 192,420 M3. Realisasi 173,006 M3.(90 %).

Disampaikan pula oleh Abbah M.Sholihin (Sapaan akrab KRPH Ponco), Perihal Komsos adalah yang penting, sebagaimana arahan dari Pimpinan, mulai management hingga pimpinan daerah. Sehingga ada beberapa langkah, termasuk dengan awalan koordinasi dengan Polsek (Kanit Reskrim) di kantor Polsek Parengan.Komsos di lahan garapan bahkan silaturahmi door to door (KRPH, Mandor, Polter) juga di warung warung sambil ngopi. Dengan saling sapa menyapa dan juga menyampaikan misi dan visi perihal keberadaan hutan dan saling menjaga kelestarian, kepada masyarakat, guna menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya adanya hutan.”Untuk menyampaikan wawasan pada personil yakni petunjuk dari pimpinan langsung kami sampaikan. Tidak harus secara formal, namun yang lebih cepat mengena dan lekas faham, yakni dengan cara nyantai. Sebab kalau formal melulu justru tidak nyantol dengan mudah seperti sambil ngopi bareng. Dan kami membangun kerukunan pada personil tidak seperti saat melaksanakan tebangan ‘E’ yakni tebang pilih. Tetapi seperti tebangan ‘B’. Yakni tidak pilih pilih. Melainkan suatu misal badhe ‘ngopi’ kulo sharee di Group PTM. Sehingga tidak ada saling curiga mencurigai yang menimbulkan kecemburuan sosial. Dadi pimpinan niku abuot, termasuk bab Adil pun perlu kita jelaskan juga.
Dan atensi pimpinan, yakni jangan main ‘ilegal logging’. Sudah di wanti wanti demikian kog melanggar, resiko di tanggung penumpang. Sebagai petugas harus bisa di contoh. Karena pengawas perilaku petugas lapangan bukan intern saja, tetapi Eksternal juga mengawasi. Sampai hal negatif terjadi, misalnya seperti ‘Pagar nyenggut tanduran’ , tentunya sanksi tidak kecil. Dan kami juga menghimbau agar langganan kopi jangan hanya satu, dan jikalau sudah ngobrol dengan bakule, juga kurang bagus dan bisa menimbulkan fitnah, yang berujung mengganggu keamanan yang kita jaga. Sekedar dan harus gonta ganti warung sambil Komsos secukupnya.”Jangan lama lama, nanti lama lama, akan di curigai orang, hehehehe”.
Bekerjalah sesuai S.O.P. Dan jika ada kesalahan kecil bisa di maklumi. Tapi jika kesalahan berujung kurang baik dalam korp. Kami siap membina, namun jika keterlaluan, maka resiko di tanggung penumpang yang bermasalah kami serahkan kepada Management. Dan untuk menyelesaikan tugas dan kewajiban, perlu kerja, Sinergi Sesama Rimbawan, Sinergi dengan stikholder. Dengan motto/jargon, “RPH Ponco..Humanis, Tegas, Pekerjaan Tuntas’.**(Eko-Zulf/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *