Bojonegoro I skinfosuneta.com, – TIDAK Asing pada nama seorang Wartawan Yang bernama:
Teguh Waluyo, jurnalis yang sudah malang melintang di dunia pemberitaan lokal Bojonegoro, genap berusia 58 tahun.
Sosok yang dikenal ramah di lapangan ini tetap aktif menjalankan rutinitas khas-nya, dari desa hingga tingkat kabupaten.
Sebagai anggota media E-Sorot, Teguh Waluyo dikenal luas karena kemampuannya menjaga hubungan baik dengan para kepala desa, pejabat, maupun masyarakat bawah. Dalam setiap kunjungannya, ia tidak hanya membawa pesan media, tapi juga membawa suasana akrab (Pool Sregep-red) yang menjadi ciri khasnya.
Namun, di balik gaya komunikatifnya, tak jarang muncul candaan khas di kalangan rekan sejawat:
“Pak Teguh kalau sudah koordinasi itu lengkap — silaturahmi, komunikasi, dan…Ter…la…lu.”
Candaan itu menjadi bagian dari dinamika dunia jurnalistik lokal. Meski begitu, Mbah Teguh tetap dianggap sebagaiwartawan dengan gaya khasnya bersahaja.
“Yang penting tetap menjaga hubungan baik, berita tetap jalan, silaturahmi tetap hangat,” ujarnya singkat sambil tersenyum saat ditemui di sela acara ulang tahunnya.
Di usia 58 tahun, Teguh Waluyo terus menjadi bagian dari denyut jurnalistik Bojonegoro — antara idealisme dan kenyataan lapangan, tidak mengenal waktu, di mana semua berputar dalam keseimbangan yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang hidup di dunia media.
Selamat ulang tahun, Pak Teguh Waluyo.
Tetap sehat, tetap tersenyum, dan teruslah menjaga silaturahmi — karena di Bojonegoro, komunikasi adalah segalanya.**(Lia-Zulf/red).






