Survei Terbaru Pilkada Bojonegoro (2024-2029) Elektabilitas Wahono-Nurul Menjulang Tinggi.

Img 20241123 Wa0012

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-LEMBAGA Survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru Pilkada Bojonegoro, Jawa Timur. Menunjukkan Elektabilitas pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 02, Setyo Wahono dan Nurul Azizah tetep komulatif menjulang tinggi dan tak bisa digerus dengan iming-iming apapun. Kemantapan pemilih Wahono-Nurul mencapai 81,3 persen.

Direktur ARCI Baihaki Sirajt mengatakan, “Telah melakukan survei preferensi pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro 2024”.

Bacaan Lainnya

Survei ini dilaksanakan para periode 7 November sampai dengan 16 November 2024. Atau pasca debat publik yang gagal, dan dalam masa debat publik ke dua berlangsung pada 13 November 2024.

Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) kepada 1.200 responden yang dipilih menggunakan multistage random sampling. Rentang Margin of Error (MoE) ± 2,8 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sample responden tersebar di 28 kecamatan.

Dalam periode survei ARCI kali ini, elektabiltas Wahono – Nurul sangat tinggi berada pada angka 75,2 persen. Yakni ketika pada hari pengambilan sample responsen ditunjukkan foto paslon untuk dicoblos. Sedangan elektabilitas Paslon Teguh – Farida hanya pada 19,6 persen.

Img 20241123 Wa0011

“Jumlah responden tidak tahu dan tidak menjawab (Tt/Tj) sebesar 5,2 persen. Ini artinya Wahono-Nurul sudah tidak terkejar, sulit untuk dikejar, karena terlampau jauh,” kata Baihaki Sirajt kepada awak media yang berhasil mengkonfirmasi (23/11/2024).

Apalagi, ditambah dengan tingkat kemantapan pemilih Wahono – Nurul yang prosentasenya pun sangat tinggi.
Karena dari angka 75,2 prosen pemilih Wahono-Nurul tersebut, tingkat kemantapan pemilih sebesar 81,3 persen.

Alasan responden lebih banyak memilih Wahono – Nurul, karena mereka lebih dikenal masyarakat. Selain itu karena Wahono – Nurul diketahui lebih merakyat dan lebih peduli. Sedangkan pada Teguh – Farida, Farida dikenal karena pernah menjadi anggota DPR RI dan pada pemilihan calon legislatif. Sementara Teguh lebih dikenal oleh kader PDI Perjuangan itu sendiri.

“Dengan tingkat kemantapan di atas 80 prosen, pemilih Wahono – Nurul sangat sulit digerus dengan iming-iming sekalipun,” tambahnya.

“Lagipula, karakter masyarakat Bojonegoro ini berbeda, mereka yang mantab menjatuhkan pilihan tak gampang digoyang karena mendapat sesuatu, bahkan jika misalnya sama-sama dapat, mereka tidak mudah berpindah pilihan hanya karena dikasih sesuatu lebih banyak,” tegas Baihaki.

Disinggung mengenai pengaruh debat publik terhadap elektabilitas palson, peneliti yang mendampingi 6 pilkada 2020 dengan skor 5 kali menang dan 1 kali kalah ini menyatakan, debat publik tidak banyak berpengaruh, karena hanya kisaran 8 persen.

“Pengaruh debat publik hanya 8 persen, para pemilih lebih banyak pengaruhnya dari media online dan media sosial,” tandasnya.**(P.Git-Ep-Dwi/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *