Oleh: Ekopurnomo (6).
Bojonegoro I skinfosuneta.com,- SEBAGAI FORSA (fans Of Rhoma Irama And Soneta).
————————————->
Sebelum nya, Saya Menulis Artikel ini, Saya Secara pribadi, organisasi FORSA Bojonegoro, maupun Lembaga Media yang saya kelola.
Kami Mengucapkan,”Selamat Ulang tahun ke 52 (13-Okt-1973 – 13-Okt-2025) Untuk SONETA GROUP
Tema :
*Tinggalkan Dendam, Tapi SENYUM*.
Amanah Sang *IDOLA*;
“Senyum tersenyumlah
Kala kau berjumpa dengan sesama
Jangan kau abaika pahala sedekah
Walaupun cuma senyuman belaka
Senyum tersenyumlah
Kala kau berjumpa dengan sesama
Senyum tersenyumlah
La la la la
La la la la
La la la la la la la
La la la la
La la la la
La la la la la la la
Keindahan wajah takkan mempesona
Bila penampilan selalu masam muka
Bukan pujian tapi cemoohan
Bukan sanjungan tapi penghinaan
Senyum tersenyumlah
Kala kau berjumpa dengan sesama
Jangan kau abaikan pahala sedekah
Walaupun cuma senyuman belaka
Senyum tersenyumlah
Kala kau berjumpa dengan sesama
Senyum tersenyumlah
La la la la
La la la la
La la la la la la la
La la la la
La la la la
La la la la la la la
Apakah gerangan yang engkau banggakan
Sehingga sikapmu penuh keangkuhan
Bukankah semua anugerah Tuhan
Tak lain hanya sebagai ujian
Senyum tersenyumlah
Kala kau berjumpa dengan sesama
Jangan kau abaikan pahala sedekah
Walaupun cuma senyuman belaka
Senyum tersenyumlah
Kala kau berjumpa dengan sesama
Senyum tersenyumlah.
Dan Tinggalkan *DENDAM*.
Meskipun dalam kehidupan dunia ini, tatkala badan sedang fit ekonomi. Bisa dikatakan mayoritas banyak yang menyanjung nya, bahkan salah pun banyak yang membela.
Dan ketika jatuh/dalam kondisi susah mereka teman akrab pun lenyap bagaikan di telan bumi.
Itulah kehidupan dunia yang kebanyakan di pandang dari sisi kondisi ekonomi.
Dan sukar di cari, teman sejati
Yang merasakan diri seorang kawan
Mungkin dalam seribu teman pun tidak terdapat satu pun.
Dalam lirik nya:
Tak seorang pun menemani ku
Tak seorang pun
Mendekati ku
Setelah aku miskin dan tak berharta lagi
Tetapi dulu..
Teman teman ku
Setiap saat datang padaku.
Begitulah banyak alkisah demikian. Bahkan sempat terkesan menghina bahkan melupakan kebaikan kebaikan yang pernah kau berikan.
Tetapi tatkala kita jatuh secara ekonomi.
Perlahan dan ada yang terang terangan melupakan semuanya.
Ibaratnya: *Air susu di balas air tuba*.
Meskipun demikian, jangan *Dendam*.
Sebagai FORSA, Amanah dari Beliau:
“Apabila ada orang menghinamu
Jangan lalu kau balas menghinanya
Karena itu tiada guna
Dan cuma akan membawa bencana.
Juga bagi yang menyakiti mu
Jangan engkau balas tuk menyakiti nya
Serahkan saja
Kepada DIA, .. TUHAN yang Maha kuasa.
FORSA Perlu memahami bahwa;
Murka Tuhan lebih besar
Dari pada murkamu
Juga pembalasan Tuhan
Pasti akan lebih pedih
Dari itu, lenyapkan *DENDAM*
Jangan lah engkau menuruti setan.
“Bersihkanlah hati jangan sampai membenci
Bahkan berprasangka yang tidak pasti.
Saling menghormati itu lebih terpuji
Tanamkanlah rasa cinta kasih.
Hilangkanlah rasa iri dan serakah.
Yang mengakibatkan kehancuran semata.
Tumbuhkan perilaku budi pekerti mulia.
Capailah damai sejahtera.
Sebab, kehidupan dunia ini, dirasa lebih banyak yang kurang Sejahtera jika dibandingkan yang sudah Sejahtera.
Apalagi Selama korupsi bila semakin menjadi jadi, kita yang kaum miskin, bahkan kurang pemisah antara miskin dan kaya masih menganga lebar.
Dan Sulit nya mencapai kejayaan dalam hidup ini
Dan untuk mempertahankan nya lebih sulit lagi
Karena masih marak nya sifat iri dan dengki
Dan apabila rasa dengki yang sudah berbicara
Segala cara keji di jadikan senjata
Jika hal demikian terjadi
Berhembuslah badai fitnah dari segala arah
Tujuan nya memutuskan segala ikatan.
Kejamnya lagi dari perbuatan-perbuatan fitnah tersebut, sampai sampai memutuskan ikatan keluarga, ikatan dengan ummat, ikatan dengan semuanya**………. Bersambung (Bag 7).






