Bojonegoro I skinfosuneta.com, – Tausiyah dari Al-Mukharam Bapak Kyai Haji Muhajir, bersama musik Balada di desa Kanten Kecamatan Trucuk Trucuk, di acara Sedekah Bumi tahun 2024, bagaikan obat kerinduan Tausiyah nya Penuh hikmah, kemasan juga mudah di pahami, mengesankan bahkan jenaka.
Pada intinya Tausiyah nya, yang di sampaikan adalah untuk rajin beribadah, rajin bersyukur serta rajin bersedekah. Termasuk sedekah bumi. Karena harapan nya semoga Allah SWT. Melipat gandakan hasil bumi, di berikan kesehatan, kelancaran usaha. Bahkan kena penyakit pun harus bersyukur, karena di balik musibah sakit, ada hikmah yang bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak sholawat, Dzikir :Istighfar, tahmid dan Takbir. Dan disampaikan juga bahwa lain orang lain ujian. “Contoh nya kulo piyambak, di uji sakit di rawat di RS dr. Dharmo Surabaya, 2 bulan. Karena diabet, sekarang tidak seperti dulu. Sekarang jalan pun hati hati pelan”.
Sebelum naik di atas mimbar, di daulat/wawancarai Eko FORSA (skinfosuneta.com), “Alhamdulillah, sudah sehat dan bisa mengobati kerinduan jamaah tabligh nya Abbah Kyai ?”.
Jawab nya, Al-Mukharam Bapak KH. Muhajir, begini,” Insya Allah, dalam satu bulan terima 15 joob tausiyah, tidak berani seperti dulu, mungkin sehari semalam bisa 3-4 tempat. Sekarang 2 hari sekali saja. Jika lebih yaa, saya sampaikan.. yang mewakili bisa anak saya 2 dan menantu. Karena sekarang masa pemulihan kesehatan. Begitu”.
“Rajin rajin beribadah dan bersedekah kepada anak Yatim/piatu, fakir miskin. Karena dengan bersedekah akan di jauhkan dari balak dan bencana. Dan bersedekah tidak bakal menjadi sumber melarat. Bahkan akan di tambah dengan rejeki yang berlimpah, terutama rejeki kesehatan. Karena kesehatan itu juga mahal. Ingat bersedekah dengan ikhlas, jangan ada pamrih, mungkin pada janda miskin, tapi ada hasrat. Itu bukan untuk memperoleh keberkahan tetapi bisa jadi sebab menjadi bencana. Maka termasuk bersedekah Bumi, agar Allah SWT. Memberikan hasil panen yang melimpah. Allahu…. Ammiin “.
Ada yang membuat heboh, ketika Sang Mubaligh minta tolong pada pak kasun Sembung (Mbah wo Kacung) , yakni untuk menaikkan warga Sumbangtimun, dengan asyik joget dipinggir panggung. Betapa tidak terpingkal pingkal , karena dikira agak kurang 1 ons, ternyata di tawarin uang oleh sang kyai, di tanya selain uang sering tidak sambung. Di naikan ke atas panggung dikira agak semi ODGJ, tetapi saat di tanya pemilih warna uang, ternyata memilih uang kertas yang warna merah alias Rp.100.000,- Hehehehe.
Pj. Kepala desa Kanten Tacuk Prasetyo, S.Sos. Didampingi Perangkat desa dan panitia Sedekah Bumi, sangat bersyukur atas segala kegiatan berjalan sesuai dengan harapan dan rencana. Termasuk kepada Bapak Mubaligh, ternyata bisa hadir, tidak di wakilkan putranya/yunior nya. Secara pribadi maupun sebagai Pemerintahan Desa Kanten, juga mengungkapkan banyak terima kasih kepada semua lembaga yang ada di desa Kanten serta pada seluruh warga desa Kanten, yang berkenan ‘saiyek saiko proyo’ dengan suka rela handarbeni hajat desa, dengan puncak acara ‘sedekah bumi desa Kanten yang terdiri 4 dusun ‘. Dengan kompak, dengan tema, *Mari kita tingkatkan Solidaritas Sesama Warga Desa*.
Terima kasih.**Ulasan Pj. Kades Kanten Tacuk Prasetyo, S.Sos.Dengan nada bijaksana .(Eko-Zulf/red).






