Produksi Kayu Terganggu Cuaca, Tebangan di Beberapa RPH Alami Kendala.

IMG 20251203 WA0038

Bojonegoro I skinfosuneta.com,- TINGGINYA Curah hujan dalam beberapa hari terakhir berdampak pada proses produksi dan pengangkutan kayu di sejumlah lokasi tebangan. Pekerjaan yang seharusnya sudah rampung pada semester kedua mengalami keterlambatan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, sehingga produktivitas menurun secara signifikan.

 

Bacaan Lainnya

Menurut Asper BKPH Kates KPH Padangan Supriyono, Sebelumnya, pada semester pertama, seluruh kegiatan penebangan telah selesai tanpa kendala berarti. Namun memasuki semester kedua, muncul kebijakan baru dari pimpinan yang mengharuskan dilakukannya penebangan tambahan. Dari target keseluruhan, masih tersisa sekitar puluhan m³ kayu yang harus diselesaikan. Meski demikian, pihak pelaksana menegaskan bahwa mereka tetap berupaya menyelesaikan target tepat waktu.

 

Lebih lanjut ASPER yang pernah menjabat sebagai Asper BKPH Ngelo, Kendala terbesar terjadi karena curah hujan yang tinggi membuat lokasi tebangan yang berada di area hutan menjadi sulit diakses. Proses langsir harus dilakukan karena armada truk tidak dapat masuk ke lokasi. Beberapa armada khusus bahkan telah dikerahkan untuk membantu proses pengangkutan, termasuk mobil pick-up yang dipinjamkan selama dua hari. Meski begitu, kegiatan pengangkutan tetap lumpuh dan tersisa volume material sekitar ratusan m³ yang belum terangkut.

IMG 20251203 WA0037

“Untuk target total semester ini, sebanyak 494 m³ kayu jati ditetapkan dari tiga RPH, yaitu RPH Kates, RPH Watu jago, dan RPH Besali. Dalam kondisi normal, kayu dari dalam hutan dapat langsung diangkut menggunakan truk menuju TPK. Namun akibat hujan yang terus mengguyur, jalan tanah menjadi licin dan sulit dilalui sehingga pengangkutan tidak bisa diprediksi kecepatan penyelesaiannya.

Sebagai upaya terakhir, petugas melakukan langsir secara manual dari dalam hutan menuju jalan yang bisa diakses kendaraan. Kayu dipikul satu per satu menuju lokasi yang memungkinkan untuk dilakukan pengangkutan lanjutan.

“Dengan kondisi seperti ini, kami berusaha semaksimal mungkin agar target tetap tercapai meski harus melakukan pengangkutan secara manual,” ulasannya dengan Optimis.**(Eko-Lia-Zulf/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *