Bojonegoro I skinfosuneta.com -Perihal pelunasan PBB adalah jadi dasar yang mendasar untuk pencairan ADD karena agar lekas bisa dapat rekomendasi dari Bapenda, maka desa diwajibkan membereskan kewajiban yakni untuk bisa lunas PBB dulu.
Untuk di kecamatan Dander memang bervariatif pagu PBB desa nya, sehingga dalam hitungan rupiah di prosentase nya pun tidak sama. Misalnya 1 % desa Ngumpak dalem beda dengan 1 % desa Karangsono.
Berikut hasil Audensi skinfosuneta.com dengan Camat Dander Mujiono, SE. dan Sekcam Dander Mundlofir, S.Sos.MM. Yang hampir 2 jam, kemarin (17/10/2023) di ruang kerja Camat Dander.
Camat Dander Mujianto, SE. Menjelaskan bahwa baku PBB kecamatan Dander tahun 2023, sebesar Rp. 3.104.493.452,- (16 desa).
Sedangkan desa dengan pagu PBB tertinggi adalah desa Ngumpak dalem sebesar Rp.559.808.584,- sedangkan terkecil pagu PBB adalah desa Karangsono yakni Rp.107.034.669,-
Sedangkan yang paling awal lunas adalah desa Sendangrejo dengan pagu PBB sebesar Rp. 147.642.745,-
Adapun yang belum lunas/kurang dari 100 %, namun pencapaian prosentase pembayaran tertera dalam kurung, yakni desa:
1. Karangsono Rp.20.986.802,-(sudah membayar dalam prosentase 80,39%),2. Sumberarum Rp.44.166.334,-(sudah membayar dalam prosentase 76%), 3. Ngraseh Rp.41.501.826,-(Sudah membayar dalam prosentase 80,57%), 4. Sumbertlaseh Rp.28.960.789,-(sudah membayar dalam prosentase 86,77%), 5. Mojoranu Rp.19.230.656,-(sudah membayar dalam prosentase 86,74%).
Sedangkan pagu besar namun kekurangan nya tipis yakni desa 1.Ngumpakdalem Kurang Rp.10.149.779,-(sudah membayar dalam prosentase 98,19%).2. Desa Dander kekurangannya Rp.14.770.077,-(sudah membayar dalam prosentase 95,80%).”secara keseluruhan untuk kecamatan Dander kekurangannya RP. 179.766.275,- Atau kurang 5,79% saja. Yang mendapat rekom untuk pencairan yaa yang sudah lunas. Dan tidak sampai menunggu desa lain lunas alias bila sudah lunas semua. Karena tata kelola pemerintahan desa dengan desa lain juga tidak sama. Sehingga yang lunas yo ndang bisa ‘klik’ demikian “, disambung oleh Sekcam Senior Mundlofir,S.Sos.MM.
Sedangkan 10 desa yang mendapatkan tambahan @Rp.139.642.000,- adalah desa:
Ngulanan, Sumbertlaseh, Sumodikaran, Karangsono, Mojoranu, Ngraseh, Jatiblimbing, Kunci, Growok, Ngunut.” Untuk pemanfaatan nya dari dana tersebut digunakan untuk kegiatan dengan prioritas kegiatan desa, penanganan bencana alam maupun bencana non alam. Terutama bencana alam yang sekarang dampak dari cuaca yang di sebut ‘El-nino’ + kekeringan (sulitnya mendapatkan air bersih), namun untuk kecamatan Dander masih aman. Penanganan produktifitas pertanian, juga wabah penyakit. Intinya Skala prioritas dan Bencana. Seperti Ngunut akan di gunakan untuk penanganan tanah longsor. Sedangkan non alam termasuk covid.
Tambahan dana desa untuk 10 desa tersebut diatas, termasuk tambahan ADD, BHP dan BHRD pada APBD 2023.”, penjabaran dari Sekcam Dander.
“Alhamdulillah.. bekerja dengan pak Sekcam se-ide urut, runtut, berdasar. Dan apa yang kami laksanakan adalah program meneruskan yang ada. Dengan ketersediaan penunjang nya yaitu yang kita laksanakan. Seperti untuk program peningkatan kinerja dan SDM kades dan perangkat desa, kami rencanakan Insya Allah, tahun depan (2024), iki masih.. Swadaya berdua, termasuk Bimtek masih kita Bimtek ki berdua. Kalau mendatangkan narasumber 2 itu pun Swadaya. Hhhhhhhhh “, ungkap Camat Dander yang penuh Dedikasi.
Sambungan edisi berikutnya adalah terkait dengan perihal Peningkatan kapasitas dan pembekalan, termasuk acuan (Permendagri, Perbup, Perda) melaksanakan kegiatan di maksud…*bersambung…****(Ep-Zulf).






