BKKD 2025 Sudu kecamatan Gayam, Warga Makin Lancar Perekonomian.

IMG 20260312 WA0027

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-KARENA Solidaritas pada tetangga desa yakni Desa Manukan, maka Ketika BKKD Manukan selesai, Pemdes Sudu ‘Sat-Set, Wat-wet’ bertandang, dua Minggu lalu (masih bulan Februari 2026), selesai Rigid & tinggal mberm’ kurang belasan meter.

Menurut kepala Desa Sudu kecamatan Gayam H. Abdul Manan, didampingi perangkat nya, pelaksanaan program BKKD tahun 2025, ada di 3 alur yang beda-beda ukuran, karena menyesuaikan lebar jalan yang di Rigid, sehingga, namun tidak mengurangi volume baku, total panjang 836 meter.

Bacaan Lainnya

Rincian:
-Panjang 227 meter x lebar.5.meter (di RT.1 RW.5.
-Panjang 252,5 meter x Lebar 5 meter(RT.01 RW.06).
-Panjang 354 Meter x Lebar 4 meter (RT.02 RW.5).”Seharusnya yang di RT.01/RW.06 sepanjang 255 meter. Berhubung lokasinya hanya 252,5 meter, akhirnya dari kekurangan panjang tersebut itu di tambahkan di lokasi yang ke 3 (RT.02-RW.05) yang panjangnya 354 meter. Memang waktu pengukuran awal perencanaan sepanjang 255 meter. Lha saat kami (Ketua Timlak:Abu Fatih) kerjakan ternyata hanya 252,5 meter. Akhirnya dikubikasi lalu dimasukkan di lokasi 3 tersebut. Perubahannya setelah di monev inspektorat, dan petunjuk nya seperti itu. Yakni di tambahkan di lokasi 3″, penjelasan Ketua Timlak BKKD Desa Sudu Abu Fatih,ST.

IMG 20260312 WA0030

“Yang pengerjaan awal /lokasi 1 di RW.06. Yang pengerjaan yang kedua di RT.01-RW.05. Keterlambatan karena solidaritas dengan desa tetangga/Desa Manukan agar di selesaikan dulu. Barulah Desa Sudu Melaksanakan dan pengerjaan sesuai dengan Kalender meskipun mundur tanggal. Saat pengerjaan lancar dan serta selamat”, ungkap Pak Abu, yang beranggotakan Mariyono dan Imron.

Dengan memperkerjakan tehnik pihak luar desa dan tenaga lokal 21 orang.

Cuplikan monografi Desa Sudu, Kecamatan Gayam berpenduduk mulai Balita sampai Lansia (11/3/2026), sebanyak 2.613, tersebar di 16 RT.7 RW.5 Dusun, yakni dusun berikut nama Kasun-nya, Dusun Bedahan (M.Ali Rozim), Kembangan (Abu Fatih), Sudu (Karmani), Tenggor (Nur Zaeni), Alas Melati (Lisdiyono).
Sedangkan nama perangkat selain Kasun yakni Sekdes: Is Pamilih, Kasi Pemerintahan: Rus Mugianto, Kasi Kesra; M. Nur Arifin,Kaur Perencanaan: Rofiq, Kaur TU/Umum; Jamari.” Ada kekosongan perangkat desa jabatan Kaur pelayanan & kaur Keuangan”. Tambahan dari Rofig.

“Kami memimpin dalam pemdes ini, tidak ada perangkat yang kami anak emas-kan, atau kami ibaratnya anak tiri. Semua nya sama. Dan sesuai tupoksi masing-masing. Dan bila hari aktif bertugas/dinas, bila ada kepentingan atau meninggalkan kantor, wajib ijin. Termasuk kami (Kades Sudu-red), juga ijin. Jadi tidak ada perangkat posisi yang sama sama punya tugas dan tanggung jawab sebagai Pelaksana roda pemerintahan desa Sudu, agar sama sama mengetahui posisi nya di saat hari atau jam kerja”, papar Mbah Kades Sudu, dengan roman yang penuh wibawa.

Kearifan lokal, Warga Desa Sudu mayoritas bertani padi dan polowijo, dengan pola tanam Padi Padi Polowijo. Dengan hasil panen Musim Tanam (MT) 1 bisa mencapai 9-10 ton/ha. Tapi kalau MT.2 kisaran 7-8 ton/ha. “Untuk bidang home industri rumahan tinggal ada 2 yakni pembuatan tusuk sate (Pak Annas), pembuatan Panci Aluminium (Pak Nandir). Untuk pembuatan Genteng dan Anyaman bambu (Gedheg-red) wes prehi. Dan Pertanian itulah satu-satunya mendominasi pendapatan asli warga desa Sudu”, ungkap Mbah Kung H. Manan (sapaan akrab Kades Sudu-red).

Sedangkan kembali pada Rigid, saat pelaksanaan pengerjaan yang RT.01.-Rw.05 sistem buka tutup. Pengerjaan memang ada yang lebar 5 meter dan ada yang lebar 4 meter.”Kami atas nama pemerintahan desa (Pemdes) dan warga desa Sudu kecamatan Gayam, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas realisasi anggaran BKKD untuk insfratruktur jalan poros desa, berupa Rigid,” ulasan kades yang ramah, kemanapun pergi selalu bawa stempel ‘ndjagani’ apabila ada warga nya yang membutuhkan tanda tangan sewaktu- waktu dan ketemunya di luar kantor Desa.

Menurut warga, dengan adanya jalan Rigid tersebut, sebut saja Pak Annas, warga RT.02-RW.01.Merasa senang. Demikian pula kata warga yang bernama Yasmiatun RT.03-RW.01.”Yakni senang adanya jalan poros Desa sudah Rigid”.

Adanya jalan Rigid tersebut, menjadi penunjang Akses peningkatan kesejahteraan warga, karena bisa memperlancar berlalu lintas Hari hari biasa maupun saat musim panen memperlancar transportasi saat mengangkut hasil panen. Dengan adanya mudah akses bisa mengurangi bea angkut. Anak sekolah, dan juga pelayanan kesehatan dengan mobil siaga pun juga lancar perjalanan nya.**(Eko-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *