Bojonegoro I skinfosuneta.com, -SUDAH Puluhan tahun lahan TKD (Tanah Kas Desa) tepat nya di RT 3-4 RW.01 Kamituwan (dusun) Trucuk Desa Trucuk Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Yang merupakan sebagian sebagai tanah ‘ganjaran’ beberapa perangkat desa yang siap akan di munculkan beberapa destinasi wisata.
Kepala desa Trucuk Sunoko, S.Sos. didampingi kasun Trucuk Sukri, serta konsultan bidang tanaman buah Sunyoto, Menjelaskan bahwa yang di kerjakan untuk kebun Alpukat ini, bisa dikatakan lahan tidur tiduran. Dilelang pun seandainya di buka dengan harga super minim-pun, tidak ada yang ‘ngacung’. Karena kondisi rumbuk, kemungkinan biaya untuk membabat pun tidak tergolong sedikit. Seumpama di lelangpun juga systim tahun. Maka dari pada memicu hal hal kurang harmonis. Maka Pemdes menganggarkan dana yang tahun 2024, bersumber DD pemanfaatan program ketahanan pangan, untuk jangka panjang.
“Seandainya itu dilelang, dibuka setahun baru selesai membuka dan jadi produktif, tahun berikutnya saat pelelangan ulang ternyata yang membuka lahan tidur tiduran tersebut menjadi lahan produksi alias berpotensi menghasilkan, Khan bikin nggrundel. Oleh karena itu pemdes mem- programkan sendiri. Multi efeknya, masyarakat nantinya bisa ikut menuai /bisa mengulak dan menjual, dan jika di demplot yang di jadikan destinasi wisata, bisa menjadi studi tiru. Maka pengunjung pun bisa membeli oleh oleh Alpukat dari Trucuk.
“Untuk kelanjutan..ojo di ekspose dulu, sebab sini belum ready, yang membaca malah wes ngawiti. Ojo yo, cukup padat, bahwa Pemdes Trucuk akan mempunyai destinasi wisata kebun Alpukat. Dan hari ini (Sabtu:11-5-2024) mulai desain/Loy out”, pesan konsultan, Sunyoto SH. Yang memiliki kebun bibit Buah di Trucuk, yang keseharian nya sebagai KSS Humas KPH Bojonegoro.
“Ini sebuah inovasi pak Kades Trucuk Sunoko. Untuk pembukaan lahan pembersihan dan selametan di laksanakan pada hari kamis tanggal 9 mei 2024. Dan tenaga pelaksana tehnik Ariyanto dan Syukur. Lha komplit nya, apa saja, tanya lagi ngga’ papa”, kata Kasun sapaan akrab ‘Kung Sukri’.
“Selain pembukaan lahan destinasi wisata kebun Alpukat, juga pelaksanaan program lombok-isasi di sediakan 45.000 bibit. Untuk penunjang pertanian nya diantaranya tahun 2023 & tahun 2024 , pembelian traktor. Kami untuk jangka pendek misalnya, berupa bibit jagung dan padi serta plus gubuk, tetapi untuk yang jangka panjang dengan sekali menanam bisa bertahun hasilnya bisa dipanen pada saat nya. Yang jangka pendek cukup Lombok saja. Dan jika PAD tinggi, warga pun ikut mendapatkan kontribusi. Wes to.. nanti tulis bersambung. Ok. Harapan nya, adanya destinasi wisata kebun Alpukat ini, bisa memberikan kontribusi untuk PAD dan untuk warga Trucuk.”,**(Eko-Zulf/ red).






