Bojonegoro I skinfosuneta.com, PELAKSANAAN Pameran Ke-arifan lokal Kabupaten Bojonegoro yang di kecamatan Dander, tepat nya di lapangan desa Growok. Identik merubah lapangan sepak bola Menjadi lautan manusia.
Ini bisa jadi untuk acuan bahwa komunikasi sosialisasi kantor kecamatan Dander, beserta Forpimcam berhasil.
Apa resepnya ?.
Camat Dander Mujianto, S.Sos. Di dampingi Sekcam Dander M. Mudlofir. Mengatakan,”Alhamdulillah, kita kerja team. Sedangkan kuncinya adalah kami melakukan koordinasi & kolaborasi, baik itu pada pelaku UMKM, Sticholder, para kades kades Se-Kecamatan Dander, serta Forkompinca. Lalu sosialisasi pra pelaksanaan pameran/kegiatan kearifan lokal tersebut melalui medsos, maupun tatap muka langsung, serta pada kegiatan di desa. Melakukan supervisi, fasilitasi, bimbingan dan motivasi, terhadap pelaku usaha.
Dalam hal ini adalah usaha mikro yang tergabung pada UMKM Lokal maupun Asosiasi.
“Hadir tiap malam, estimasi rata rata kisaran 2.500 warga berkunjung, dan ndjajan.
Fenomena tersebut, tentunya bangga. Khan begitu yaa pak Sek ..? (Sekcam-red)”, ungkap Camat Dander Mujianto, S.Sos.Dengan roman yang Cool/sejuk.
Sekcam, menambahkan bahwa, kalau fenomena seperti itu, yang kita lihat bersama sama, secara garis besar ada pertumbuhan perekonomian masing-masing warga, terbukti daya belinya tinggi. Dan kalau ekonomi tidak tumbuh. Logika nya perihal pertumbuhan perekonomian Bojonegoro ada peningkatan. Perbandingan tahun 2023 pada peringkat 26 , untuk sekarang 2024 pada peringkat ke 27 dari 38 (Kabupaten dan Kota).Harapan nya, UMKM hendaknya di tingkatkan lagi, diberdayakan, di daya gunakan. Dan ditingkatkan kwalitas
nya. Agar bisa ‘Go’ Nasional, syukur syukur sudah bisa “go” internasional
Karena UMKM inilah jadi ‘Soko Guru Perekonomian Indonesia. Daerah itu bisa bertahan & meningkat apabila UMKM nya berdaya dan tidak bergantung pada perusahaan besar, tidak bisa hanya kegiatan padat karya, atau membuat banyak tenaga kerja.”Dan ini terbukti peningkatan investasi di Bojonegoro yang lebih di topang pada UMKM Bojonegoro. Bukan perusahaan yang ada di Bojonegoro, baik penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan investasinya. INTI-NYA, Kalau Bojonegoro ingin mensejahterakan rakyat, urus-ono UMKM yang tenanan/Sungguh sungguh/tidak setengah-setengah. Sehingga mereka juga konsisten. Ben kreatif semua yang bisa berlomba-lomba meningkatkan mutu. Hingga para pembeli lebih tertarik produk produk UMKM. Yang bersaing secara sehat itu tadi . Ngoten Mas “, imbuhan dari Sekcam Dander Mudlofir, S.Sos.MM.***(Eko P-Zulf/red).






