Liku Liku Polsek Bojonegoro kota, Untuk Merujuk Putri Hingga Mau Bersekolah lagi. (Sambungan judul: Si Putri Kini Sudah Lulus SLTA, setelah Kapolsek Bojonegoro Kota Peduli).

Img 20240517 Wa0004 Wm 80800

Bojonegoro I skinfosuneta.com,– MEMANG tidak semudah dalam pribahasa ‘menumpahkan air dari ember’ . Awalnya setelah sampai di ruang Kapolsek Bojonegoro Kota Kompol Mukhodam.AM.d. S. Kom. Didampingi beberapa Anggota. Si Putri dengan polosnya/kejujuran nya, bahwa hingga ikut bekerja sebagai penjual teh. Karena ingin membantu perekonomian orang tua. Tidak harus lulus SLTA (SMKN I) Bojonegoro tidak apa apa. Keluar nya karena ada beberapa faktor yang menyebabkan diri nya benar benar tidak akan mau bersekolah. Diantaranya Pembayaran SPP nunggak beberapa bulan, sering di bully teman teman, dan tidak punya sepeda untuk bersekolah. Dulu nya diantar saudaranya, karena sesuatu hal, akhirnya beberapa hari nebeng teman, semakin di bully. Dan malu.

Dengan pengakuan dari anak nomor 7 dari 7 bersaudara itu. Kapolsek Bojonegoro Kota yang juga beralamat dikota Bojonegoro tersebut. Menawarkan pada si-putri agar mau bersekolah lagi. Perihal pembayaran sekolah, sepeda, tas. Akan di bereskan oleh Polisi nomor satu di jajaran Polsek Bojonegoro kota, tersebut. Namun si-putri bersikukuh tetep tidak mau. Dengan jeda beberapa saat itu Kapolsek Bojonegoro Kota menghubungi pihak SMKN I, perihal si-putri. Dapat jawaban bahwa memang ada tunggakan pembayaran, tetapi pihak Sekolah tidak mengeluarkan. *oke*.
Kapolsek kembali merujuk pada si Putri, “Put.. Sekolah yaa..! Berapa pun tanggunganmu di sekolah, kami (Kapolsek Bojonegoro Kota -red) bayar semua . Eman lho… tinggal setahun lebih sedikit, kamu sudah lulus SMKN I.”.

Bacaan Lainnya

“Mboten pak Polisi, saya ingin kerja untuk membantu keluarga yakni orang tua saya. Terima kasih. Mboten pak “. Jawabannya si-putri.

Kapolsek Bojonegoro Kota, tidak patah arang untuk meluluhkan si-putri, di satu sisi dari pihak sekolah menyebutkan bahwa putri jujur, rajin, kreatif dan nilai nya bagus. Sangat di sayangkan apabila anak cerdas ini sampai sekolah nya putus di tengah jalan, hanya karena faktor tidak kuatnya biaya.
Secara etika Polisi Peduli, Kapolsek Bojonegoro Kota, langsung koordinasi dengan Lurah Ngrowo Endang S.(Sebelum meninggal/Almarhumah -red). Lurah pun karena untuk perihal pembiayaan tingkat SLTA sudah di tanggung Kapolsek Bojonegoro Kota, si Lurah Ngrowo Endang S. Siap menguliahkan di Unigoro.

Img 20240517 Wa0003 Wm 80112.10000002384

Dengan kesepakatan bersama, namun si-putri masih tetep belum mau tahu bahwa untuk pendidikan demi masa depan nya sudah demikian mulusnya. Tetap, ‘mboten usah sekolah pak. Kulo pingin kerja mawon’.
Kapolsek Bojonegoro Kota, memanggil dan memerintahkan staf PHL Widya, agar mengajak si-putri di ruangan Binmas waktu lumayan.”Bu Wid, tolong si-putri ini ajak ke ruang sebelah, ajak santai, sambil cerita cerita, tentang penting lulus bersekolah. Monggo mbak Put, kesana ikut bu Widya”, arahan Kapolsek.

Karena saat itu juga banyak Tugas, Kapolsek Bojonegoro Kota sambil nunggu upaya Widya agar si-putri mau bersekolah. Kapolsek Bojonegoro Kota juga sambil melaksanakan tugas rutin sebagai pucuk pimpinan di Polsek Bojonegoro kota. Tetapi saat menandatangani surat yang disodorkan oleh para petugas sampai di meja kerja. Tetapi dalam hati, Kapolsek Bojonegoro Kota yang sudah Ber-haji sebelum menjabat sebagai Kapolsek Bojonegoro Kota, berdoa dalam hati. Supaya Upaya nya untuk bisa berjariyah hal pendidikan yang di tujukan pada si-putri, berhasil. Yakni si-putri mau bersekolah lagi.”Alhamdulillah, si-putri mau bersekolah lagi tetapi tidak di SMKN I, tetapi di sekolah lain tetapi jurusan nya sama”. Kata Kapolsek Bojonegoro Kota, dengan rasa syukur.

Berikut, beberapa anak buah mencari informasi tentang SMK yang ada jurusan pendidikan yang diinginkan si-putri. Ditemukannya jurusan yang di maksud, Yakni SMK PGRI.

Sedangkan 2 Anggota (Aiptu Eli A. & Aipda Suratno) berbelanja Sepatu, Tas, Sepeda.

“Saat dari penjelasan si-putri, kami mengecek di SMKN I Bojonegoro di temui Wali kelas, guru BP. Dan ketika sudah mengatakan mau bersekolah lagi, selain mengupayakan sekolahan, mendatangi rumah orang tuanya, dan berbelanja properti sekolah, termasuk sepeda.

Saat mendaftar di SMK PGRI Bojonegoro, kepala sekolah nya M. Narsin. Dan saat melunasi pembayaran hingga ada pengumuman Lulus, kepala sekolah nya Siti Komariah.
Keterangan dari sekolah nya yang baru, ternyata si-putri jadi inspirator teman teman se-jurusan. Yakni pelaku ekonomi dan bisnis. Saat ada Care free day, teman nya dibelajari bisnis teh. Rp.3.000,-/gelas. Yang Rp.1.000,-masuk kas osis kelas. Dan yang Rp.2000,-(Pengembalian modal+ SHU dibagi bersama sama). Pihak Polsek Bojonegoro kota mendapatkan Apresiasi dari pihak SMK PGRI Bojonegoro atas kreatif dan prestasinya si-putri, pada tanggal 13-2-2023. Kini si-putri, diinformasikan oleh pihak sekolah saat Aiptu Eli A. Melunasi pembayaran atas nama si-putri, bahwa putri tidak ikut ber-dharma wisata ke Yogyakarta, karena setelah di nyatakan Lulus, langsung melamar pekerjaan dan di terima.”Sak-jan-nya/sakjane/sebenarnya teman teman berharap agar si Putri bisa ikut agar ada kenangan foto bersama si putri, tapi katanya kerja. Mekaten nggeh Pak Polisi. Terima kasih banyak, haturkan salam hormat dari kami di SMK PGRI untuk pak Polisi terutama pada Pak Kapolsek Bojonegoro Kota, Bapak Kompol H. Mukhodam”.

Selamat menempuh masa depan yang lebih baik lagi yaa, si-putri. Percayalah “Banyak Jalan Menuju Roma. Habis gelap terbitlah terang. Hidup perlu perjuangan dan Do’a. Dan tidak hanya berkhayal. Semoga si-putri, tekat ingin selalu berbakti kepada orang tua dan saudara nya, jadi sumber inspirasi bagi semua orang. Tapi, jangan lupa jasa Pak Kapolsek Bojonegoro Kota Kompol H. Mukhodam, AM.d. S. Kom. Beserta anggota Polsek yang turut berakit rakit ke hulu, demi empati padamu yaa si-putri. Jangan lupa kirim Alfatihah untuk bu lurah Endang, belum kesampaian menguliahkan dirimu, beliau sudah wafat.**(Eko-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *