Langkah Positif Kasek SMPN 1 Gondang, Untuk Membentuk Pribadi Luhur.

IMG 20231021 WA0003

Bojonegoro I skinfosuneta.com ,-Untuk membetuk karakter siswa-siswi SMPN 1 Gondang, Oleh Kepala Sekolah yang juga atas mufakat bersama dewan guru di SMPN I Gondang, maka upaya upaya positif untuk membentuk pribadi yang luhur , diantaranya dengan membiasakan do’a Bersama dan bacaan ‘Juzz – Amma’ , Pembinaan Mental (Bintal) setiap sebulan sekali di minggu kedua. Dengan diberikan tausiyah oleh Ustadz ,Hanif Fatkhurrohman, S.Pd.I (GTT),dan Ustadzah Tutik Anik, S. Ag. Dan sesekali mendatang Da’i lokal.

selain itu, kegiatan untuk peningkatan Iman & Taqwa (Imtaq), diadakan pula sholat Dzuhur berjamaah secara bergantian/2 gelombang. Dan masih ada bintal dalam kegiatan PHBN (Isra’ mi’raj, Maulidan, Nuzulul Qur’an, serta pondok Ramadhan).

Bacaan Lainnya

Kepala Desa SMPN 1 Gondang M. Imam Dardiri, S.Pd., MM. Menjelaskan secara panjang lebar dan tinggi serta luas, perihal budi pekerti. Diantaranya dari masuk pintu/gapura sekolahan, Senyum , Sapa, Salim/bersalaman ibu dan bapak guru yang piket yang sudah menunggu untuk menyambut para anak didik yang datang untuk mencari ilmu di sekolahan, ‘Take and Give’ , guru di hormati “Selamat pagi Pak, selamat pagi Bu “.
Demikian juga guru dengan penuh ramah, dan bila ada kancing baju ada yang lupa di benarkan, biasanya di benarkan.

Peduli Sosial
Memang untuk kebersamaan sesama, terkadang bila ada siswa yang sakit, maka satu ruang mengunjungi nya. Dan bila ada orang tua siswa yang sedang kesusahan, maka dilakukan pengumpulan dana secara sukarela. Demi memupuk kebersamaan.
(Dua alenia tersebut, ibarat sebuah implementasi dari lirik lagu sekolah “Hormati guru mu, sayangi teman. Itulah tanda nya murid yang budiman”.

IMG-20231021-WA0004

“Pak Imam” (sapaan akrab Kasek SMPN 1 Gondang), yang juga mahir menetik Guitar Electrik terutama menirukan ‘melody Gitarannya Pak Kyai Rhoma Irama ‘. Juga memaparkan bahwa, bila terjadi sesuatu hal keterkaitan dengan siswa, maka disinergikan dengan orang tua secara baik baik. Suatu misal, kog ada siswa Bandel, maka pihak sekolah pun memberi tahu kepada orang tua. Demikian juga kalau siswa ada permasalahan di rumah, maka orang tua ngabari sekolah untuk mendapatkan bimbingan. Dan bila berselisih dengan sesama teman dalam satu sekolah, maka orang tua sama sama di undang untuk saling musyawarah dan mencapai mufakat agar sama sama tahu dan ujungnya tidak ada ganjalan dalam bersekolah.”Usia segitu ini, usia anak seneng guyonan. Sak koncone. Tapi bar yo bar, lha repote kemajuan technologi, anak anak guyonane meng-ekspresikan film laga di HP . Lha ini yang merepotkan. Orang tua jadi repot, guru juga repot. Terus terdapat yang lebih cerdas memanfaatkan action mereka.”ini kami sampaikan juga, waktu di sekolahan kisaran 6-7 jam, sedangkan waktu di rumah 16-17 jam. Maka orang tua sangat dominan untuk lebih lama bersama mereka mereka/ masing masing siswa. Hal ini butuh kesadaran orang tua yang lebih. Misalnya orang tua jangan hanya ‘nyangoni uang jajan’. Tetapi perlu membuatkan sarapan. Karena dalam membuat sarapan, terdapat bekal iman dan taqwa juga, karena saat memasak di awali dengan berdoa, agar masakannya berkah, gizinya pun lebih ada dari pada hanya membeli jajan di kantin. Karena kalau sarapan di rumah, minimal karbohidrat, gizi lebih banyak dan bisa lebih lama untuk ketahanan tubuh, terkombinasi dengan untaian do’a. Di situlah, karena apa yang di makan oleh anak adalah juga merupakan pembentukan karakter anak juga secara kejiwaan . Orang tua itu merupakan struktur terkecil dalam masyarakat, yang menjadi kunci awal dalam pembentukan nilai karakter pada anak. Peran orang tua sangat penting sekali, dalam hal untuk kemajuan bersekolah, dalam mencapai prestasi. Untuk memberikan kesadaran orang tua/wali murid, maka pihak sekolah juga mengundang orang tua siswa untuk melaksanakan parenting.
Jam anak lebih banyak di luar jam sekolah. Dan kejadian yang di luar sekolah itu bukan tanggung jawab Sekolah.
Akan tetapi tidak demikian, sekolah pun tidak langsung begitu apatis jika suatu hal menimpa pada siswa, sekolah tetap ikut mencari solusi. Agar tidak terjadi miskomunikasi. Karena masih tercatat sebagai siswa. Kecuali bila sudah di sebut mantan siswa.

Parenting itu penting, dan merupakan hal yang sangat penting terkait dengan mengasuh, membimbing, serta mendidik anak dengan cara baik dan benar. Karena orang tua merupakan Sekolah Pertama bagi anak anaknya’.

“Siswa keseluruhan 454 , terdiri kelas 7: 185 siswa, kelas 8: 120 siswa, kelas 9 : 149 siswa. Dengan demikian, harapan kami selaku kepala sekolah SMPN 1 Gondang, Bersama dewan guru juga team SMPN 1 Gondang, walau kondisi secara geografis dikelilingi hutan dan pegunungan, Tekad dan semangat kami adalah, untuk menjadikan anak anak yang berbudi pekerti luhur, berkarakter, berprestasi, memiliki budaya dan lingkungan yang berlandaskan Iman & Taqwa.
Mereka di tempa di SMPN 1 Gondang Untuk menjadi peserta didik yang cerdas, , mandiri, ber-inovatif, berprestasi dan berwawasan kebangsaan. Dan menjadi anak yang Sholeh/shalehah yang juga memberikan rasa bangga pada orang tuanya.
Karena SMPN 1 Gondang adalah sekolah berkarakter dan ber-akhlaqul Kharimah”, ulasan Kasek SMPN 1 Gondang M. Imam Dardiri, S.Pd. MM.

Disisi lain yang juga non akademik karena untuk menyalurkan baik dan hobby yang positif, maka SMPN 1 Gondang, memfasilitasi dalam wadah Ekstra kurikuler, yakni Drumband, futsal, sepak bola, bola Volly, tari, musik dangdut, Seni baca Al-Qur’an, Hadrah.
Untuk Hadrah nya sering di tanggap (dapat Jobb live) dirumah warga saat hajatan, saat siswa pemusik Hadroh sudah posisi setelah pulang dari sekolah.**(Ep-Zulfikar).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *