Korcam Kota Bojonegoro, Adakan Tasyakuran, Kemenangan Paslon Setyo Wahono–Nurul Azizah (WAN-NUR).

Img 20241205 Wa0002

Bojonegoro I skinfosuneta.com, – KEMARIN Malam, pada Selasa ( 5/12/2024), berlangsung

“Perhelatan Pilkada Bojonegoro telah usei. Dan KPU sudah menetapkan Pasangan Setyo Wahono Nurul Azizah , sebagai pemenang dengan perolehan hampIr 90 persen. “Demikian yang di sampaikan oleh H. Suparman Korcam Kota Bojonegoro dalam acara Tasyakuran yang digelar oleh relawan Kota Bojonegoro.

Bacaan Lainnya

“Kemenangan ini patut disyukuri mengingat perjuangan sangat panjang hampir rentang waktu kisaran satu tahun
Dan hari ini (Selasa Malam kemarin-red),kita telah berhasil mengantarkan WANNUR (Wahono – Nurul) sebagai pemenangnya.

“Sebagai korcam relawan Kota, kami telah banyak melakukan upaya pemenangan namun ternyata masih berat, dari 28 Kecamatan ternyata masih diperingkat di atas lima belas. “jelasnya.

Meski demikian torehan hasil seluruh TPS di Kabupaten Bojonegoro bahwa rata rata kemenangan WANNUR mencapai 90 persen dengan status kemenangan mutlak. Ini yang membuat kami merasa bahagia.

Selamat & Sukses 20241205 162158 0000

Dalam acara yang digelar di halaman rumah H. Suparman Jl. MH. Tamrin dihadiri oleh warga sekitar dan mengundang kolega yang menjadi team pemenangan WANNUR dari perwakilan Kecamatan termasuk Kecamatan Dander (Pak Jamal) dan Kecamatan lainya.

Sebelumnya disinggung oleh H. Suparman bahwa peringkat perolehan tertinggi raih oleh Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Gayam sebagai runner up.

“Kesederhanaan dan rendah hati Bu Nurul Azizah itulah yang menjadi kata kunci kemenangan.
Perjuang awal WANNUR menang bukanlah hal mudah, karena fase berat harus dilalui oleh Bu Nurul Azizah (Terpilih sebagai Wakil Bupati Bojonegoro periode 2024-2029).

Img 20241205 Wa0003

Sebagai seorang yang sebelumnya menjadi Sekretaris Daerah atau Sekda Bu Nurul menapak karir menjadi Camat di dua Kecamatan Purwosari dan Kalitidu.
Bagi warga Purwosari sosok Bu Nurul Azizah adalah mantan Camat berprestasi, kebaikan Beliau sering diceritakan oleh warga Purwosari yang akhirnya mendukung secara penuh menjadi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

“Mereka mengusung jargon Mantan Camatku, Sak iki kudu dadi Bupati utowo Wakil Bupati”.

Selanjutnya jika kemudian peringkat kedua adalah Kecamatan Gayam.
Dan perlu diingat bahwa Kecamatan Gayam ada 12 desa yang berasal gabungan 6 desa dari Kecamatan Ngasem dan 6 Desa dari Kecamatan Kalitidu.
Secara historical Bu Nurul Azizah mempunyai modal suara dari 6 Desa dimana Beliau pernah menjabat sebagai Camat Kalitidu. Enam desa ex Kalitidu adalah Katur, Cengungklung, Sudu, Manukan, Ngraho dan Beged.

Turut memberikan sambutan adalah Bapak Warsito ketua Paguyuban Pasar Bojonegoro.
Beliau juga merasakan desakan dari incumbent untuk selalu mendukungnya. “Pemindahan pasar kota ke tempat lain adalah kecelakaan sejarah. Karena dalam sejarah peradaban sebuah kota komponen inti tidak bisa dipisahkan secara berjauhan. Dimana komponen yang di maksud oleh Pak Warsito ini adalah terdapat Pasar, Masjid Agung, Alun-alun dan Penjara. Jika dipindahkan nilai sejarah akan hilang. Dan inilah yang dilakukan oleh mantan Bupati yang membuat pedagang pasar tidak setuju dan sempat melakukan classaction.

Sambutan di sampaikan oleh Wabup terpilih Ibu Nurul Azizah yang sempat datang terlambat karena dalam perjalanan pulang menghadiri satu acara. “Terima kasih disampaikan kepada relawan, khususnya relawan Kota Bojonegoro yang telah memprakarsai acara syukuran ini meski dengan penuh kesederhanaan”. Semoga apa yang telah dilakukan oleh para relawan menjadikan amalan yang baik dan menjadi semngat kinerja Bupati dan Wakil Bupati kedepan luwih apik,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan dilajutkan dengan hiburan elektun yang membuat semua hadirin bergoyang. “Dengan menyanyikan lagu Kereta Malam yang Bu Nurul sebagai penyanyinya, di sambut koor hadirin” Kata Abbah Jamal.

Secara terpisah warga Dander ‘Pak Dul’ (Boss Ayam Panggang Dander-red), turut mengungkapkan Do’a dan Harapan, pada pasangan Wan-Nur, sebagai berikut:”Semoga Wan-Nur Menjadi pemimpin Bojonegoro-yang tangguh. Yang penting pemerataan pembangunan dan dana desa jangan sampai ada penyelewengan, dan Dana Des jangan sampai di selewengkan oleh ‘oknum-oknum’. Permasalahan pupuk pupuk untuk petani petani semoga juga bisa teratasi. Karena masyarakat sangat mengharapkan itu.

“Lebih lanjut”, Kata Pak ‘Dul’ menaruh do’a dan harapan untuk pasangan Wan-Nur, Menjadi Bupati Bojonegoro, yang bisa menjadikan Bojonegoro-Lebih produktif yang bisa menambah lapangan kerja baru, untuk mengurangi pengangguran secara riil dan tidak sekedar angka. Memperatakan pembangunan infrastruktur di seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro, dan yang pasti, semua dana desa harus tepat sasaran serta tepat guna.

Alunan lagu dari Karya Cipta Pak Kyai Rhoma Irama, “Juk..ijak … ijuk..ijak…ijug… hati ku Gembira”, yang di lantunkan Bu Nurul, suasana riang gembira. Dan semua pulang dengan tertib.**(P.Git-Eko-Ttd/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *