Komitmen Perangi Narkoba, Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi dan Bimtek P4GN.

Img 20241105 Wa0001

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-UPAYA Menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba terus digiatkan di Indonesia, seiring komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam rangka mendukung program Nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penggiat Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula IKIP PGRI Bojonegoro, Senin (04/11/2024).

Bacaan Lainnya

Kegiatan sosialisasi bertema “Menyelamatkan Generasi, Merawat Negeri dari Ancaman Kejahatan Narkoba” ini menghadirkan Plh Kepala BNNK Tuban Masduki, S.H, MH, perwakilan Forkopimda, Pj Sekda Djoko Lukito, Kepala Bakesbangpol Mahmudi, dan sejumlah penggiat P4GN Bojonegoro serta ormas.

Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Mahmudi, menyatakan bahwa sosialisasi akan berlangsung selama dua hari, dari 4 hingga 5 November.

“Kegiatan ini mengundang berbagai elemen, termasuk ormas, relawan, dan Satlak yang terdiri dari Kepala OPD. Hadir pula Gus Maksum, pengasuh pondok pesantren di Sugihwaras yang aktif merehabilitasi korban pecandu narkoba,” Kata Mahmudi.

Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan tindak lanjut konkret sesuai 17 program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, yang mencakup upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Pj Sekda Bojonegoro, Djoko Lukito, menambahkan, baru sekarang kegiatan sosialisasi dapat terlaksana.

“Sejak ditetapkannya Satgas Narkoba pada 2021, baru kali ini bisa melaksanakan kegiatan seperti ini.
Harapan kami tentu Kabupaten Bojonegoro ini bersih dari narkoba,” tuturnya.

Pak Djoko (sapaan akrab Pj. Sekkab Bojonegoro) menyoroti pentingnya pemahaman tugas dan fungsi satgas pemberantasan narkoba di semua lapisan masyarakat, sebagai langkah menjaga generasi muda dari ancaman narkoba.

“Dengan demikian, kita bisa bersinergi dalam membangun Bojonegoro yang bebas narkoba. Karena narkoba akan merusak generasi dari segala lini, sehingga jika generasi muda kita rusak, tentu harapan menjadikan Indonesia sebagai negara besar sesuai cita-cita emas tahun 2045 akan sulit terwujud,”.***(Eko P-Zulf/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *