Bojonegoro I skinfosuneta.com ,-SELAIN Sebagai PNS yang rajin dan kreatif di bidang Pemerintahan, sosok Ahmad Khoiri, SH. (Yang biasa dipanggil Lek ‘Ri’ kadang Pak Dongkol Carik/Sekdes). Memang berkarakter orang yang tidak suka ‘diam’. Apalagi untuk kepentingan warga maupun bibit bibit generasi sebelum di sebut ‘remaja’ so pasti usia anak anak sudah banyak yang terbekali ilmu Agama Islam yang dulu di ‘wulang sendiri’ namun sekarang hanya sekali-sekali sejak kepindahan tugas di dalam wilayah kota. Yakni kelurahan Sumbang.
___________________________________________
Ads >>
___________________________________________
Sedangkan saat ini adalah getol getol meng-aktualisasikan dari inspirasi yang di rangkum, hasil diskusi di rumah inspirasinya. Yakni ‘Beternak Kambing’.
Menurut ‘Lek Ri’ puloh ndakik ndakik cerita dan perhitungan mayang tanpa ilmu dan juga takdir, hasilnya dengan sebutan “Zoong”. Cerita PPL cukup di-iyaa-ni, tetapi saat praktek yang tidak dengan ilmu yang benar, dan tulus. Yaa Zoong. Secara teoritis begini begitu, keuntungan begini.
Sebagai Inspirator harus mengimplementasikan lebih awal, jika berhasil bisa menguatkan saat cerita kepada warga. Dan jika tidak berhasil, konsekuensi ditanggung sendiri.
IRONIS memang, tetapi ini cerita riil di saat ingin menjadi peternak kambing. Selain modal dana, lahan untuk kandang, lahan untuk Hijau di persiapkan. Awalnya 10 ekor babon : 1 ekor pejantan. Dipelihara selama 7 bulan, dan melahirkan cempe sebanyak 24.
Dari jumlah 24 cempe dalam kurun waktu pemeliharaan mati 21 sisa 3 ekor cempaka. Semester berikutnya jadilah mbayi lagi 27 ekor. Dan jumlah betina menjadi 19 ekor, dan beranak lagi. Dengan keterangan….he..he…he.. peranakan pertama 90 % mati. Peranakan ke dua, ‘ndjembling-ndjembling / kecenthet’. Karena yaa itu… pengalaman tipis, ambisi ngitung sambil ‘nekuki driji’ dan cita – cita. Alias sebatas akeh ngecipris. Hasil nya ‘Zoong’ jauh dari angan dan impian. Dan sekarang sudah menjadi 80 ekor plus, juga sudah ada beberapa babon yang juga bunting. Demikian kata Direktur Operasional Ambulance yang sehari terkadang melayani dalam kurun waktu sebulan kisaran 140 pasien secara ‘Gratis’ terkusus warga kecamatan Ngasem, tetapi tidak menutup kemungkinan kecamatan lain di kabupaten Bojonegoro, dengan slogan Yang di juluki “Call Me – Me Wer/cunguk plencing”. Ungkapan pengasuh TPQ ” An-Nusa”.
“Kami perihal kambing, yang telah berhasil sekarang ini, masih akan membuat proposal kepada Pemdes Bareng, yakni Bibit Kambing jenis ‘MORINO’ 1 ekor induk-an pejantan 2 ekor indukan betina. Plus peralatan peternakan yang meliputi mesin coper, garuk bulu, mesin semprot, Torn, juga bibit pakan, juga kandang khusus untuk induk-an Unggul.
Permohonan bibit MORINO kepada Pemdes Bareng dengan atas nama kelompok tani ternak “TERNAK KOYONE ROJO” Ter-SK Bupati Bojonegoro nomor 21, tertanggal 2 juni 2023. Dengan ketua kelompok Nove Briatul, S.
ADAPUN yang ada sekarang sekitar 80 ekor , terdiri cempe kecil, cempe sedang dan Induk an. Dan baru tersedia 3 kadang yakni 9 meter x 1,5 meter untuk cempe bisa naik turun kandang. 2 meter x 4 meter untuk yang besar/ indukan. Serta ukuran 4 , meter x 6 meter untuk 6 ekor (induk plus cempe). ” Dan bila tercapai target bisa secara perguliran bagi hasil.. untuk warga yang mau memelihara kambing. Dengan terealisasi nya ini, juga untuk mendongkrak kesejahteraan warga. Lagi pula DD sekian besar, pasti ada keyakinan bisa menyisihkan untuk merealisasikan permohonan dari Kelompok tani ternak “KOYONE ROJO “.
LAIN Dari hal ternak yang sudah di beritakan sebelumnya, yakni Abbah Khoiri alias Lek ‘Ri’ juga menjadi bagian yang terpenting di BMT-NU Ngasem yang tersebar di 33 unit. Diantaranya di Bojonegoro, Tuban, Lamongan Ngawi. Dengan jumlah keseluruhan (Pengurus dan Santri) sebanyak 216 lebih.
“Prinsip kami, jadilah orang yang punya arti dan manfaat untuk sesama dengan ikhlas” . Imbuhnya Lek ‘Ri’
Adapun pelayanan Ambulance ‘Gratis’ bisa diumpamakan,
” Sehari semalam secara Internasional 24 jam, tapi untuk Ambulance MWC-NU Ngasem Gratis Nol Rupiah hitungan nya sehari semalam 24,5 jam. Yoo.. mergo saking tergolong ‘uleng-ulengan’. Kata Lek ‘Ri’.
Lek ‘Ri’ dengan berbekal ikhlas, sehingga jadilah orang yang tangguh, trengginas dan Tegas di segala cuaca. Hehehehe..
Audensi terputus karena sedang mbayari mandor, tukang dan kuli, pembangunan klinik ‘MWC NU’.***(Eko – Zulf/red).
___________________________________________
Ads >>>






