Bojonegoro I skinfosuneta.com – Asper BKPH Celangap KPH Bojonegoro DIVRE Jawa Timur, H. Lugianto didampingi 3 KRPH (Sawit: Wulyono, Sendanggerong: Jatomo , Gledegan Kariyon) sedangkan KRPH Prajegan baru saja pulang , usei patroli serentak (mobileing) , karena musim kemarau identik ada yang merasa paceklik. Maka sisi kamhut agak terganggu bahkan musim ‘Buwuhan’.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BKPH Celangap melakukan pola patroli keliling Bersama , dan tidak menutup kemungkinan masing masing RPH yang ada sudah kelas KU , so pasti jadi inceran.
Menurut Asper Celangap yang sudah memimpin BKPH yang berkantor di depan UPTD pendidikan kecamatan Ngasem tersebut, bahwa pelaku yang merupakan ‘rayap’ raksasa tersebut hanya 2-3 orang nya itu itu saja. Tetapi tergolong ‘julig’ , karena kita sebatas informasi dan belum memergoki secara langsung, sehingga kalau Hanya mengawasi orang tersebut, pekerjaan yang lain terteter (terbengkalai).
Bahkan modus operandi lainnya, adalah berpura-pura ‘nyuluh’ geneg/puyuh liar dan burung. Tetapi dirasa aman lepas dari pandangan petugas, dirasa aman. Mereka pun berulang. Tetapi bila ketahuan oleh petugas, di sapa ” golek burung, golek walang”.
Disebutkan pula untuk antisipasi hal keamanan memang perlu ragam strategi yang di atas strategi mereka. Lagi pula keterbatasan petugas maka harus skill mengatur nya, polhut dan Mandor konsen persiapan musim tanam 2023. Sedangkan KRPH Patroli Gabungan. Dan tentunya keluar masuk hutan 4 RPH ya bensin KLX tentunya bertambah. Tetapi karena itu adalah konsekuensi tugas, tetep dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Perihal tersebut
KSS Humas, Ajun Adm KPH Bojonegoro Sub Barat, dan Adm KPH Bojonegoro, belum bisa dikonfirmasi . Karena sedang rapat. Untuk kejar tayang, maka cerita di berita ini menjadi bersambung.*(Eko).






