Bojonegoro I skinfosuneta.com,- KAMI Atas nama media online skinfosuneta.com sebagai anggota
PJI Bojonegoro, dengan menyambungkan komunikasi, berbuah PJI DPC Bojonegoro: Bisa Tanam Ratusan Pohon Produktif, Wujud Nyata Cegah Banjir dan Longsor. Yang menjadi hulu sungai Pacal.
“Terima kasih kami sampaikan Yth. Bapak ADM KPH Bojonegoro (Bapak H. Slamet Juwanto,S.Hut), Waka Adm KPH Bojonegoro (Yth. Bapak Kuntoro & Bapak Kiswanto) Bapak Asper BKPH Gondang Mukti, Berikut para Bapak:KRPH Sukun Edi Darto, KRPH Gondang Solichin, KRPH Dodol, KRPH Soko Slamet Winarto, Polhut Luk Widarto, Suparman, Nuryatin,dll.
Dan tak lupa pula para Asper, terutama Yth. Bapak Asper BKPH Pradok H.Djayadi,SH. Beserta KRPH Grogolan BKPH Pradok Pak H. Fatkhur Rohman bersama Polhut dan Mandor persemaian, serta Pak Jambari KSS SDH, pak Sunyoto Humas KPH & Lainnya.
Gagasan ini, awalnya tercetus ketika rapat rutin bulanan di rumah ketua PJI DPC Bojonegoro (Pak Anam joos), yakni usulan usulan terkait kegiatan HPN 2026.
Setelah di beri waktu, kami (Ekopurnomo Sebagai anggota) usul Yakni menanam pohon bersama Perhutani dengan melibatkan siswa siswi sekolah.
Akhirnya saya di suruh persentasi (paparan/argumentasi), karena teringat Kegiatan Perhutani yakni Sedekah Oksigen, Bojonegoro di Pelopori oleh Bapak Adm Bojonegoro (Yth. Bapak H. Slamet Juwanto), KPH Parengan di pelopori oleh Bapak Adm KPH Parengan (Yth.Bapak Irawan Dharma Jati).
Kebetulan awal tahun 2026 Perhutani KPH Bojonegoro , KPH Parengan, PHW II Bojonegoro dan wilayah Manager Bojonegoro, sedekah Oksigen yakni Membagikan 2026 plances, lha antusias warga kog tinggi.
Akhirnya itu yang kami jadikan rujukan atau referensi di hadapan teman teman PJI.
Dan Alhamdulillah semua yang hadir mayoritas setuju.
Termasuk komunikasi tentang bibit, lahan, tenaga, dan siapa saja yang dilibatkan termasuk Siswa – Siswa mana yang bisa di ajak kolaborasi.
Bismillahirrahmanirrahim..kun Fayakun, Sukses.(Keyakinan pada diri saya).
Lalu Ketua PJI DPC Bojonegoro, mendaulat Kami sebagai pilot kegiatan tersebut.
kami jawab, maaf..saya tetep anggota saja, atau tulis saja dalam proposal nya nanti sebagai Humas. karena bagian wira-wiri.
Lalu masih di lokasi Rapat, kami Voice ke Bapak: ADM KPH Bojonegoro,
Waka Adm KPH Bojonegoro,
Kasi/KSS SDH KPH Bojonegoro,
KSS Humas KPH Bojonegoro,
Asper BKPH Gondang KPH Bojonegoro & KRPH Sukun (Yang kami Tuju),
Asper BKPH Pradok KPH Bojonegoro & KRPH Grogolan BKPH Pradok KPH Bojonegoro (Yang punya persemaian).
Kepala sekolah SMP negeri 1 Gondang.
Alhamdulillah.. Semua berkenan .
Riya’ sedikit dalam hati, meskipun saya ini bukan pegawai Perhutani, tetapi dari Semua Pejabat & Pegawai itu, mancik/menginjakkan kaki di halaman/tiduran di ruang kosong tempat istirahat malam di kantor Perhutani KPH Bojonegoro, adalah saya. Karena Beliau beliau di kantor Perhutani KPH Bojonegoro, mungkin saat sudah menjadi pegawai Perhutani KPH Bojonegoro terlama 20-30 tahun.
Lha saya/kami sejak kecil (1978-1979) sering tidur di lingkungan dalam kantor Perhutani. Karena ikut orang tua ‘lembur tugas’. Pagi nya usei sholat SUBUH berjalan kaki dari kantor Perhutani sampai TPK Sukorejo, pulang ke Sumberagung Dander, naik Locco, begitulah kisah nya kedekatan dengan Rimbawan, seakan bagaimana pun keadaan Perhutani, saya merasa wajib Handarbeni.
Dan juga mengabarkan bahwa Perhutani dalam mengelola hutan, di suatu tempat tempat lain di tanami.
Merawat dan menjaga dengan sungguh-sungguh demi kelestarian.
Namun ada pihak pihak yang berkehendak tanaman yang butuh masa tumbuh tetapi ada upaya bagaimana agar tanaman tidak berhasil.
Padahal keberhasilan Perhutani adalah untuk berkontribusi pada Bangsa dan negara. Tetapi jika ada banjir bandang, tumpuhan salah pada Perhutani.
Padahal tata kelola hutan ada beberapa klasifikasi, Lindung, Produksi, Sosial.
Suatu misal, di sebut hutan lindung biasanya di puncak/hulu. Tanaman tidak di tebang. Karena untuk serapan air hujan, dan juga jadi penyimpanan sumber mata air.
Akan tetapi, hutan lindung di tebang. Diingatkan tidak dihiraukan, ditangkap malah merusak.
Jika ada banjir, malapetaka erosi muncul kata,”Salah nya Perhutani”.
Dengan kondisi yang tidak faham lalu men-justice Perhutani salah dalam pengelolaan.
Ironis.. tetapi begitulah adanya.
Bersambung….*(Eko-Zulf/red).
……. Mari dari sekarang gemar menanam pohon sebagai sumber oksigen, sebagai penunjang Kelancaran bernafas dengan sehat.
Mari jaga lingkungan dan Hutan untuk keberlangsungan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup.
“Kita lestarikan Sumber mata air, jangan mewariskan air mata pada anak cucu kita.
Gemar menanam pohon gemar kehidupan yang lebih baik. !!!
Salam..






