Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Perum Perhutani KPH Ngawi Bersama Polres Ngawi Gelar Panen Raya Jagung.

IMG 20260517 WA0037

NGAWI I skinfosuneta.com,– PERHUTANI Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi menghadiri dan mendukung penuh kegiatan Panen Raya Jagung yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor (Polres) Ngawi di Petak 92 E1 RPH Biren BKPH Kedawak Utara, secara administratif masuk Desa Banyu Urip, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, pada Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama beserta jajaran, Administratur/KKPH Ngawi, Bayu Nygroho, Wakil Administratur Ngawi Timur, Eko Budi Prastyo, Asper KBKPH Kedawak Utara, Arifin beserta Jajaran, Perwakilan Dinas Pertanian, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Madiun, Danramil 0805/01 Ngawi Kota, Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kepala Desa Banyu Urip serta Pihak-pihak terkait.

Bacaan Lainnya

IMG 20260517 WA0035

Agenda diawali dengan melaksanakan panen raya jagung bersama yang merupakan bagian dari gerakan panen raya serentak Kuartal II Tahun 2026. Sinergi lintas instansi di wilayah kerja Perhutani KPH Ngawi ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan demi menjaga stabilitas pangan lokal dan nasional. Dalam rangkaian acara, seluruh undangan juga mengikuti koordinasi terpadu secara daring yang dilakukan bersamaan dengan groundbreaking 10 gudang pangan Polri serta peluncuran 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Tuban.

Melalui sambutan daring, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa potensi hasil panen jagung kuartal kedua tahun 2026 mencapai 1,23 juta ton dari luas lahan 189.760 hektar. Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga, Polri menargetkan pembangunan fasilitas penyimpanan rampung pada Juni 2026. “Total gudang ketahanan pangan Polri nantinya mencapai 28 unit dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton, dan satu unit berkapasitas 10.000 ton,” ujar Kapolri.

Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama keberlangsungan, keamanan, dan ketertiban suatu negara. Presiden mengingatkan bahwa swasembada pangan tidak akan tercapai tanpa adanya integrasi dan kerja keras dari seluruh elemen di lapangan. “Kita harus bekerja keras supaya semuanya aman, tertib, dan lancar. Swasembada pangan tidak mungkin tercapai tanpa dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, BUMN, hingga TNI dan Polri,” tegas Presiden Prabowo.

Sementara itu, usai acara, Administratur/KKPH Ngawi, Bayu Nugroho, menyatakan kesiapan penuh Perhutani KPH Ngawi dalam mengelola lahan kawasan hutan yang produktif demi mendukung program strategis nasional tersebut. Pihaknya menegaskan, “Bahwa pengelolaan hutan untuk ketahanan pangan di Perhutani dijalankan dengan prinsip kemitraan yang memberdayakan masyarakat desa hutan. Perhutani berkomitmen terus mempererat sinergi dengan semua Pihak, agar peningkatan produktivitas tanaman jagung di lahan hutan dapat terwujud secara optimal dan berkelanjutan”, pungkasnya

Melalui panen raya ini, seluruh pihak berharap kolaborasi pemanfaatan lahan ketahanan pangan di Kabupaten Ngawi dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain. Keterpaduan langkah antara Perhutani, Polri, Pemerintah daerah dan Pihak – pihak terkait diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan yang kokoh di tingkat regional.*Sumber berita Humas KPH Ngawi.(Kom-PHT/Ngw/Put)**(Eko-Zulfikar/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *