Di Masa Depan Persaingan Tuntutan Pendidikan Semakin Sengit.

1698884017591 wm 84183.20000004768

Bojonegoro I skinfosuneta.com, -Ter-inspirasi dari syair-syair dari Yang Mulia Bapak Kyai Rhoma Irama, diantaranya:

“Berkemajuan dan juga berpendidikan
Di segala bidang, ini modern
Berkemanusiaan tinggi nilai peradaban di segala pergaulan ini modern
Mari membangun Negara,
Dengan landasan Agama”.

Bacaan Lainnya

“Dengan itulah kami (Ekopurnomo FORSA Bojonegoro), bertekad untuk menyekolahkan anak. Untuk tingkat di  SLTP 2 anak saya (Muhammad Iqbal Zulfikar, dan Tri Buana Tungga Dewi) telah saya sekolahkan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bojonegoro. Setelah lulus Tsanawiyah, saya merdeka kan untuk SLTA nya, supaya tahu tentang peradaban umum. Karena besuk mereka juga bermasyarakat dengan ragam suasana. Setelah SLTA bebas memilih, lalu saya tawarkan untuk kuliah di kampus Berbasis ke-agama an ISLAM.
Dulu yang bernama Muhammad Iqbal Zulfikar di SMKN Dander, sedangkan yang bernama Tri Buana Tungga Dewi bersekolah di SMA negeri 3 Bojonegoro. Setelah itu Alhamdulillah.. kembali ke tempat pendidikan yang bernuansa islami lagi, yakni di UNUGIRI (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri, Bojonegoro).
Alhamdulillah yang Zulfi , kemarin (1 November 2023) wisuda S1. Sedangkan yang bernama Dewi baru juga di UNUGIRI semester 1. Begitu “.

“Kenapa semua cukup di UNUGIRI , Pak Eko ?”. Tanya Skm.

“Karena anak anak kami bener bener cinta ber-organisasi di IPNU-IPPNU, lha kebetulan ‘mbok nya mereka’ alias istri juga Alumni UNSURI (Sebelum berganti nama UNUGIRI).
Dan kalau soal setelah itu bagaimana, yaa kita. Kita pasrahkan kepada yang membatik bulu burung ‘MERAK’-lah.
Soal membekali bermasyarakat kepada anak, kami berikan seperti tertuang di lirik lagu dari Pak Kyai Rhoma Irama,” Hargai pendapat orang lain, walau terdapat beda pandangan. Sejauh tidak ada yang saling di rugikan.
Soal sudah kesepakatan dalam suatu pekerjaan tetep Sah, perihal upah/ imbalan, profesional. Serta ukurlah sesuai dengan batas kemampuan. Serta Jangan besar pasak dari pada tiang. Karena bila berpola besar pasak dari pada tiang. Titik akhir, bisa jadi bahan lelucon orang lain. Lain lagi jika profesi Pelawak . Hehehe.
Dan ojo ‘ ela-,elo’. Kalau faham sebutkan faham. Jika belum faham, silahkan tanya. Jangan sampai anak-anak saya berlagu (berlagak) tahu, ternyata tidak faham ‘blas’.

“Terima kasih, termotivasi mikir pendidikan anak, saat bekerja sebagai wartawan bergabung dengan Mas Piping dan pak Didik Saprol, lalu bergeser/kembali ke Majalah FAKTA, lalu bergeser online lagi ikut mas Zulkarnaen . Era musim lock down covid -19. Sumber semangat karena saya sedang menguliahkan anak, berita Advetorial sepi perhitungan. Di bayar ‘Yen’ (yen ingat, yen ada, yen ketemu). Orang hajatan tidak ada. Seandainya ada orang hajatan, menawarkan Orkes atau Hadrah, mungkin MC bahkan nyanyi khan lumayan.
Lha itu blas.

Tetapi ter-inspirasi lagu berjudul “1001 macam”.
Maka ‘eblek’ wartawan saya bungkus kresek hitam. Lalu kulak ikan laut dan krupuk ikan laut, juga terasi , jual ikan Asapan bersama anak saya Muhammad Iqbal Zulfikar, jual System online . Dan sang istri mulai menderita sakit saat musim covid tersebut.
Jadi dikatain opo ae oleh orang lain, yang penting saya bekerja dan merasa tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Lha istilahnya orang lain, kewohan ngarani terserah. Katanya Wartawan, lha sekarang kog online krupuk.
He he..he..
Bagi saya jika tidak sambil bisnis walau kecil kecilan, mana bisa orang lain mau mengatakan ” itu lho kepala keluarga yang benar benar tanggung jawab pada keluarga, termasuk pendidikan anak nya.
Maka ngga’ papa orang lain mengatakan tidak prestisius dan tidak eksis, wartawan kog sing nyanyi, sing nyopir carteran, sing ngantarkan krupuk mentah. Hehehehe..maaf ya Luur.
Karena kondisional. Semua saya lakukan”, papar Pak Eko Forsa (sapaan akrab Ekopurnomo).

Adapun belum ada solusi untuk nadzar jika anaknya sudah lulus Sarjana. Ingin mensilaturahmikan Muhammad Iqbal Zulfikar ke Pak Kyai Rhoma Irama.”Mohon do ‘a nya ya pak Kiman. Nadzar saya adalah ingin mengajak Zulfi silaturahmi ke beliau yang Mulia Bapak Kyai Rhoma Irama. Karena motivasi dari Beliau, jadi support, lagu “Perjuangan dan Do’a, Banyak Jalan Menuju Roma, juga lalu Dendam /yakni di ejek, di hina, disakiti, tidak usah dipikir”.***(Skm).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *