Beasiswa 2026 Digelar, Pemkab Bojonegoro Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran.

IMG 20260711 WA0000

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-PADA Hari (Kamis) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan pembinaan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Daerah Tahun 2026 di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen para penerima beasiswa sekaligus memberikan pemahaman mengenai mekanisme penyaluran dan pengelolaan program beasiswa daerah.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah menegaskan bahwa program beasiswa merupakan salah satu bentuk investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berkomitmen memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Program beasiswa ini merupakan salah satu ikhtiar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas SDM.
Meskipun kemampuan APBD mengalami penurunan, peningkatan kualitas manusia tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Bunda Nurul (Sapaan akrab Wabup Bojonegoro-red). menjelaskan, penyaluran beasiswa tahun 2026 membutuhkan waktu lebih panjang karena adanya penyesuaian regulasi setelah terbitnya Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 42 Tahun 2025. Perubahan persyaratan, mekanisme seleksi, dan proses verifikasi dilakukan agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Prosesnya memang membutuhkan waktu karena seluruh data harus diverifikasi secara cermat. Kami ingin memastikan beasiswa diterima oleh yang benar-benar berhak dan tidak ada kesalahan dalam penyalurannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pencairan beasiswa dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku dan dipastikan berlangsung secara transparan tanpa adanya pungutan dalam bentuk apa pun.

Pada kesempatan tersebut, Wabup juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan manusia di Kabupaten Bojonegoro. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro mencapai 73,74, sedangkan rata-rata lama sekolah masih berada di angka 7,8 tahun atau setara lulusan SMP. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar semakin banyak masyarakat dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA bahkan melanjutkan ke perguruan tinggi, minimal Diploma I.

Selain pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur melalui berbagai skema pendanaan, peningkatan layanan kesehatan melalui program berobat gratis, serta penguatan sektor pertanian melalui penyediaan air, bibit, pupuk, hingga perhatian terhadap stabilitas harga hasil panen.

“Kesuksesan tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses. Kunci sukses adalah selalu bersyukur dan berterima kasih atas setiap kesempatan yang diberikan,” pesannya kepada para mahasiswa penerima beasiswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro saat ini memiliki empat kategori program beasiswa, termasuk beasiswa lanjutan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Ia menyebutkan, pencairan Beasiswa Tahap 1B telah dilakukan kepada 2.670 penerima. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pembayaran maupun penggantian Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai ketentuan dalam Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 42 Tahun 2025.

Menurut Anwar, proses penyaluran beasiswa harus menyesuaikan perbedaan antara tahun ajaran perguruan tinggi dengan tahun anggaran pemerintah sehingga mekanisme pencairannya dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh saran dan masukan dari masyarakat. Hal tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan. Pemerintah tidak bermaksud menghambat proses pencairan, tetapi berhati-hati agar beasiswa benar-benar tepat sasaran. Kami juga tegaskan bahwa seluruh proses ini tidak dipungut biaya sepeser pun,” tegasnya.**(Eko-KJ-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *