Bojonegoro I skinfosuneta.com, – Sejak bulan Januari 2024 hingga sekarang (31/5/2024) Tim Penyuluh Pertanian di BPP Kecamatan Ngasem sibuk melakukan penyuluhan pertanian dan melakukan penumbuhan kelompok tani dari yang semula 63 Poktan sekarang menjadi 72 Poktan. Kurang lebih ada 9 kelompok tani yang sudah dilakukan penumbuhan kelompok tani yaitu desa Wadang 2 poktan, Jelu 2 poktan, Jampet 1 poktan, bareng 3 poktan dan Dukohkidul 1 poktan. Sampai dengan warta ini diturunkan Penumbuhan Poktan masih terus dilakukan untuk mengoptimalkan kelembagaan petani di wilayah Ngasem.
Dilaksanakan penumbuhan Poktan ini, menurut Korluh Pertanian kecamatan Ngasem Sugiyono, S.Hut. adalah untuk mengoptimalkan peran kelompok tani dengan menguatkan kapasitas kelembagaan dan meningkatkan SDM petani, selain itu menata keanggotaan Poktan agar di satu Poktan tidak overload anggotanya yang nantinya akan memudahkan dalam pendataan RDK dan RDKK, terutama dalam pendataan RDKK Pupuk Bersubsidi. Sehingga petani juga mudah dalam mengakses untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
Hal penting yang menjadi dasar penumbuhan Poktan yaitu (1) Kelompok/organisasi sosial di masyarakat yang mempunyai kepentingan dan tujuan bersama dalam meningkatkan produksi dan produktivitas serta pendapatan dari usahataninya; (2) Memiliki kegiatan usaha tani sebagai mata pencaharian utama; (3) penumbuhan Poktan dari satu wilayah satu RW/dusun atau lebih yang berdasarkan domisili; (4) Poktan ditumbuhkembangkan dari, oleh dan untuk petani dgn jumlah petani di sesuaikan dgn kondisi lingkungan masyarakat; (5) Kegiatan Poktan dikelola berdasarkan kesepakatan anggota sesuai jenis usaha dan Agribisnis. Dalam Penumbuhan Poktan, yang perlu diperhatikan yaitu kesamaan kepentingan, sumberdaya alam, sosial-ekonomi, keakraban, saling mempercayai, dan keserasian hubungan antar anggota untuk kelestarian kehidupan berkelompok, sehingga setiap anggota merasa memiliki dan menikmati manfaat dari setiap kegiatan.
Sebagai korluh Pertanian Kecamatan Ngasem, kami (Sugiyono, S.Hut) bersama Tim PPL yakni H. Suryono, Muji Setya Waluya, dan Kartini melaksanakan penyuluhan pertanian dan mendampingi petani sesuai WKPP di desa yang sudah kami bagi agar bisa mengoptimalkan penyuluhan kepada petani. Dalam pelaksanaan penumbuhan Poktan para PPL menyampaikan materi tentang penguatan kapasitas kelembagaan petani, perihal AD/ART kelompok tani, meningkatkan SDM petani serta merubah perilaku (manset) petani, agar berinovasi dan berdaya saing. Adapun jumlah petani se-kecamatan Ngasem ada 13.057 orang dengan luas lahan sawah 3.552 Ha. dan Tegal 2.787 Ha.
Harapan kami dengan adanya pertumbuhan kelembagaan Poktan di Ngasem ini, maka petani bisa optimal dan eksis untuk mengelola pertanian dalam Poktan, di harapkan bisa mewadahi dan memudahkan komunikasi lintas petani agar bisa lebih maju untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan melalui bertani secara berkelompok.**(Eko-Zulf/red).






